"selamat membaca tulisan yang disuguhkan tuk semua pembelajar sejati yang mengunjungi blog sederhana ini, thank's for visiting my blog"

Senin, 12 Juni 2006

Pecinta Biru yang Mengharu Biru

Hmmm…..kali ini aku ingin membagi kebahagiaan yang kurasakan. Pertama; aku merasa bahagia karena salah satu ikhwan senior di Badan Kerohanian Mahasiswa Islam di Universitas tempat-ku menimba ilmu beberapa waktu yang lalu akan menikah. Kedua, aku bahagia karena sahabat-ku sejak di SMU juga akan menikah. Dan kebahagiaan ketiga, adalah sahabatku akan menikah dengan abang senior-ku itu.
Mungkin buat orang lain itu adalah peristiwa yang biasa-biasa saja, tapi tidak bagi-ku karena mereka berdua adalah orang yang sangat berarti dalam perjalanan kehidupanku. Si ikhwan adalah qiyadah pertama di organisasi dakwah pertama pula yang pernah ku ikuti. Dengan sabar beliau dan abang-abang serta kakak-kakak yang lain membimbing aku dan teman-teman se-angkatan yang bergabung dalam organisasi tersebut. Yang lebih membuatku terkesan adalah sapaan hangat beliau setiap aku mampir ke secretariat, “gimana di hukum, des..?”(maksudnya, gimana rasanya di fakultas hukum). Sapaan itu selalu memaksaku bercerita dengan disertai isakan, karena pada waktu itu kondisi dakwah di “kampus merah” yang memang paling tidak kondusif di banding fakultas yang lain. Usai mendengar cerita-ku beliau dan senior-senior yang lain pasti memberikan penguatan. Yup! Perhatian sebagai qiyadah terhadap jundi-jundi beliau lah yang membuat aku terkesan dengan ikhwan senior yang satu ini.

Sedangkan si akhwat adalah salah satu teman halaqoh pertama-ku, ia adalah salah satu teman yang tak kenal lelah memotivasi di awal-awal masa hijrah. Ketika halaqoh kami di “segarkan” ternyata Allah mempertemukan kami kembali di tambah lagi kami mendapatkan amanah dakwah yang sama. Tentunya kebersamaan yang terjalin selama lebih dari dua tahun membuat ikatan ukhuwah di antara kami lebih erat. Sahabat-ku sejak SMU kini tinggal si akhwat dan seorang akhwat lagi, lainnya udah mudik ke kampong halamannya masing-masing di Pulau Jawa.

Jadi tidak aneh kan jika aku merasa bahagia hari ini, karena mereka akan menikah….!!! Kehadiran di sebuah acara akad nikah hari ini terasa berbeda, karena kali ini aku berada di dalam kamar pengantin menemani si akhwat (meski seorang lagi sahabat kami ga bisa ikut merasakan kegembiraan ini secara langsung coz ada amanah dakwah di luar kota). Beberapa saat sebelum acara di mulai terdengar suara tar (tar = rebana) yang di tabuh, jantungku yang sejak menemani si akhwat berdetak tak karuan kini berdegup semakin kencang. Lha…koq jadi aku yang deg-degan, tapi memang gitulah penyakitku jika menghadiri akad nikah. Orang lain yang mau nikah, malah aku yang nervous. Gimana kalo’ nanti aku yang nikah ya..?!, batinku……

Ketika ijab-qobul diucapkan sahabatku menangis, si pecinta biru kini tak kuasa menahan haru. Aku pun tak bisa menahan buliran bening yang berloncatan ke luar dari pelupuk mata (bener-bener mengharu biru suasananya, apalagi saat sungkeman…ihiks…). Perjanjian antara mereka berdua dengan Allah telah di ucapkan. Lembar baru membangun peradaban kini telah dimulai… Tak ada hadiah istimewa yang dapat kuberikan pada orang-orang yang kucinta ini kecuali do’a; Barakallahulaka wa baraka ‘alainaka wa jana’a bainakuma fii khairin (semoga Allah memberi berkah dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan).

Untuk Bang Ham dan Dian, selamat berjuang membangun peradaban! Untuk seorang sahabat yang tengah berproses, moga proposal itu adalah jawaban atas munajatmu,ukh… Moga Allah mudahkan prosesnye. laut_biroe@030606

Tidak ada komentar:

Posting Komentar