"selamat membaca tulisan yang disuguhkan tuk semua pembelajar sejati yang mengunjungi blog sederhana ini, thank's for visiting my blog"

Rabu, 07 Juli 2004

Renungan Orang-orang Pilihan

Saudaraku…..
Berhentilah sejenak, duduklah. Hirup kuat-kuat udara lalu hembuskan kembali dengan perlahan. Seseungguhnya kita butuh untuk beristirahat. Butuh melonjorkan kaki sejenak. Butuh air dingin walau seteguk. Dan butuh berhenti untuk mendapatkan kekuatan kembali.

Saudaraku…..
Tahulah betapa pegalnya kaki-kaki menapaki jalan ibukota dalam aksi-aksi yang digelar. Tahulah betapa sesaknya nafas kalian menyuarakan kebenaran di hadapan kezaliman penguasa. Tahulah betapa sengat mentari telah membuat kulit kalian legam. Dan tak terkata deras peluh yang mengucur. Tak terkira berapa rupiah telah terpakai. Tak terhitung waktu yang berjalan melewati rapat-rapat yang melelahkan. Pengorbanan antum, Yaa ikhwah fillah, cukuplah Allah yang akan membalasnya….
Saudaraku……
Dalam peristirahatan ini, mari sama-sama kita renungkan, siapa sebenarnya diri kita. Apa hakekat kita wahai ikhwah..?! Siapa kita hingga menyangka kitalah yang terbaik di antara semua? Siapa kita hingga sesumbar bahwa kita-lah yang lebih tahu daripada yang lainnya…?!
Saudaraku……
Banyak-banyaklah beristighfar. Kita boleh bangga karena Allah telah memasukkan kita ke dalam barisan ini. Kita harus bersyukur bahwa tak semua orang bisa terpilih. Ya, kita adalah manusia-manusia pilihan. Yang tak sembarang menerima pelajaran. Yang tak asal-asalan diikutsertakan. Kita boleh bangga, Ikhwah. Sebab kita adalah orang-orang pilihan……
Saudaraku…..
Tundukkan dalam-dalam wajah dan hatimu di hadapan-Nya. Hakikat orang-orang pilihan bukan berarti kita dapat menyombongkan diri. Predikat orang-orang pilihan tidaklah bermakna kita bisa memandang rendah orang lain. Orang-orang pilihan bukanlah yang petantang-petenteng menganggap yang lain tak bisa apa-apa.
Tapi orang-orang pilihan, wahai Saudaraku….. adalah yang mampu menerima amanah sebesar dan seberat apapun. Orang-orang pilihan adalah yang selalu merendahkan hati, ibarat bulir padi yang semakin merunduk kala matang. Orang-orang pilihan adalah yang selalu berusaha meluruskan kesalahan, pun tak marah kala ia diingatkan. Orang-orang pilihan adalah yang dapat dipercaya, yang kuat dan tegar menghadapi rintangan, dan selalu berfikir positif bahwa semua ini bukanlah beban. Orang-orang pilihan adalah yang sanggup membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar orang yang dipilih dengan tidak sembarangan.
Saudaraku…..
Adakah kita sungguh merupakan orang-orang pilihan? Orang-orang yang dapat dipercaya mengemban amanah, yang bumi serta gunung-gunung enggan untuk menerimanya? Atau jangan-jangan kita telah tertipu oleh panggilan itu..?! Jangan-jangan tanpa sadar kita terjebak dan telah merasa cukup hebat dengan itu semua..?! Jangan-jangan kita menyangka telah berbuat baik, sementara tak setitikpun perbuatan kita yang bernilai di sisi Allah….???
“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya’”. (QS. Al-Kahfi : 103-104).
Na’udzubillahi min dzalik….
Saudaraku…...
Predikat itu tidaklah boleh membuat kita kemudian merasa aman dari azab Allah. Sapaan itu tidaklah mengesahkan bahwa kita boleh bersantai-santai. Label orang-orang pilihan bukanlah legitimasi bahwa kita sah-sah saja berbuat seenaknya, berlaku sombong dan merendahkan yang lainnya. Padahal saudaraku, siapa tau di luar sana ternyata jauh lebih banyak orang yang layak mendapat predikat itu? Siapa mengira bahwa mungkin saja label itu dapat menjadi fitnah dan boomerang bagi diri kita di kemudian hari..?!
Maka Saudaraku…….
Teruslah merenungi hakikat orang-orang pilihan itu. Janganlah berhenti bermuhasabah sebelum semuanya terlambat. Dan senatiasalah dekatkan jiwamu pada Penguasa Yang Menggamnya. Orang-orang pilihan harus bisa membuktikan bahwa ia memang layak mendapat predikat itu. Orang-orang pilihan harus dapat menunjukkan keoptimisan usahanya. Orang-orang pilihan tidaklah boleh men-judge yang lain seenaknya, menganggap rendah, bahkan merasa dirinya yang paling baik. Orang-orang pilihan bukanlah barisan penggembira yang tak mau bertanggung-jawab terhadap apa yang telah ia perbuat. Bukan yang keasyikan bercanda, lepas tertawa-tawa dan menganggap enteng apa yang sudah ditaklifkan kepadanya. Bukan..!! Bukan seperti itu tipe orang-orang pilihan, Saudaraku…..
Orang-orang pilihan adalah yang tak pernah mengeluhkan jauhnya perjalanan. Orang-orang pilihan adalah yang tak cepat putus asa ketika menghadapi rintangan dan ancaman. Orang-orang adalah yang tegar ketika cobaan-Nya diturunkan. Orang-orang pilihan adalah yang selalu mengkritisi kezhaliman dan kesalahan, tapi sekaligus tak pernah keberatan ketika mendapat teguran dan kritikan.
Saudaraku….
Renungkanlah. Adakah kita benar-benar layak menjadi orang-orang pilihan itu? Mari, kita jawab saja dengan segenap amal…!!
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan medatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah : 54)
Wahai saudaraku, BERGERAK lah atau kita akan TERGANTIKAN..!!!! Karena sesungguhnya bukan dakwah yang membutuhkan kita tapi kita-lah yang membutuhkan dakwah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar