Ada kalanya kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menempatkan kita pada posisi yang begitu dilematis…. Ketika sebuah keputusan menentukan perjalanan hidup kita ke depan. Tentu saja tak cukup dengan kecerdasan untuk menghasilkan keputusan yang bijaksana dibutuhkan kehalusan intuisi, bashirah yang tajam untuk menggabungkan seluruh aspek yang menjadi paduan yang sempurna dalam kebijaksanaan sebuah keputusan.
Sesuatu yang kita anggap baik untuk kita ternyata belum tentu itu adalah hal yang tepat dan terbaik untuk kita. Yang baik belum tentu tepat, tapi insyaAllah yang tepat adalah hal yang juga baik untuk kita. Apalagi jika Allah yang memilihkan sendiri untuk kita. Bukankah yang terpenting adalah keberkahan Allah?!
Kadang kita dikecohkan oleh godaan syaitan yang ingin membelokkan jalan seorang hamba Allah yang tengah berusaha mendaki tangga-tangga spiritual dalam kehidupannya, saat itulah komitmennya diuji, ketangguhan imannya dipertaruhkan. Dan tak hanya perjuangan kita saja yang menentukan, kadang lantunan doa dari lisan-lisan yang tak kita ketahui menjadi bantuan luar biasa yang akan membuat Allah memberikan petunjuk dalam dilema yang dihadapi dalam mengambil keputusan penting dalam hidup kita.
”Rabb, terimakasih atas begitu banyak sahabat dan orang-orang yang mencintai hamba yang selalu mengingat hamba dalam lantunan do’a yang mereka panjatkan padaMU”.
Selengkapnya...
Rabu, 14 Januari 2009
Dalam Bimbang
Nikmat Allah yang Mana yang Hendak Kau Dustakan?!
Tak hanya tawa, bahagia, sukses saja yang akan kita alami dalam hidup, tapi akan ada airmata, luka, perjuangan, kekurangan, kecewa,, kegagalan dan hal-hal yang kita anggap tidak menyenangkan untuk dialami. Tapi Allah telah menciptakan bumi dan seisinya dengan hal positif dan negatif, ada tawa begitu pula ada tangis, ada bahagia ada pula duka, ada kesuksesan dan ada juga kegagalan dan semuanya adalah sinergi yang indah kawan...
Seperti indahnya pelangi yang muncul sesaat setelah hujan. Karena airmata tak abadi, begitu pula dengan tawa..... ketika kita menangis hari ini, yakinlah akan ada bahagia di ujung sana jika kita bersabar dan bersyukur. Bagitu pula jika kita tertawa hari ini, jangan senang dulu kawan...coba bersabarlah dalam kesenangan karena semua yang ada di dunia ini tak akan abadi. Ada sesuatu yang abadi setelah ini, di mana kesenangan dan kesusahan yang akan kita rasakan akan abadi, tak berujung.....
Karenanya kawan, jangan terpedaya dengan apapun yang tengah kita rasakan sekarang.... jangan terlena dengan kebahagiaan yang mungkin tengah kita rasakan kini, dan jangan larut dalam kesedihan yang mungkin tengah mendera kita karena kita harus mempersiapkan diri untuk sesuatu yang abadi, jangan sampai kita lalai untuk mempersiapkan kehidupan abadi itu. Syukurilah apapun yang kita rasakan hari ini atau mungkin esok dan selalu bersiaplah untuk rasa yang abadi, tentunya kita semua mengharapkan kenikmatan dan kebahagiaan abadi di SyurgaNYA kelak.
”Rabb, pertemukan hamba dengan orang-orang yang kucintai di taman SyurgaMU kelak, bersama-sama menikmati kebahagiaan yang kekal,amiin....”
Selengkapnya...
Seperti indahnya pelangi yang muncul sesaat setelah hujan. Karena airmata tak abadi, begitu pula dengan tawa..... ketika kita menangis hari ini, yakinlah akan ada bahagia di ujung sana jika kita bersabar dan bersyukur. Bagitu pula jika kita tertawa hari ini, jangan senang dulu kawan...coba bersabarlah dalam kesenangan karena semua yang ada di dunia ini tak akan abadi. Ada sesuatu yang abadi setelah ini, di mana kesenangan dan kesusahan yang akan kita rasakan akan abadi, tak berujung.....
Karenanya kawan, jangan terpedaya dengan apapun yang tengah kita rasakan sekarang.... jangan terlena dengan kebahagiaan yang mungkin tengah kita rasakan kini, dan jangan larut dalam kesedihan yang mungkin tengah mendera kita karena kita harus mempersiapkan diri untuk sesuatu yang abadi, jangan sampai kita lalai untuk mempersiapkan kehidupan abadi itu. Syukurilah apapun yang kita rasakan hari ini atau mungkin esok dan selalu bersiaplah untuk rasa yang abadi, tentunya kita semua mengharapkan kenikmatan dan kebahagiaan abadi di SyurgaNYA kelak.
”Rabb, pertemukan hamba dengan orang-orang yang kucintai di taman SyurgaMU kelak, bersama-sama menikmati kebahagiaan yang kekal,amiin....”
Masker Cabe
Bingung baca judulnya? Simak aja cerita ini, kawan......
Entah kapan tepatnya aku pernah menyarankan adikku untuk menggunakan masker cabe untuk perawatan wajah, tentu saja ini bukan saran sungguhan melainkan hanya becandaan saja. Dan pastinya ga ada yang mau menggunakan cabe untuk masker, kecipratan sedikit aja panasnya bukan main. Tapi akhirnya aku merasakan bagaimana rasanya maskeran pake cabe. Lagi-lagi ini bukan sungguhan, kawan...tapi hanya kiasan saja. Ketika aku menjalani perawatan untuk mengobati jerawat yang kian meraja lela di wajahku ini, pada tahapan kedua aku disarankan oleh dokter kulit yang merawatku untuk melakukan ’peeling wajah’ agar flek-flek yang ditimbulkan akibat bekas jerawat bisa hilang dan aku mengikuti saran bu dokter.
Aku fikir peeling wajah yang akan dilakukan sama saja seperti yang dilakukan di Ummi Baiti (salon tempat biasa aku facial). Namun setelah wajahku dibersihkan ada hal yang aneh, mbak yang ngerjain wajahku mulai memasang kipas angin tepat di depan wajahku dan bu dokter kemudian duduk serta memeriksa wajahku. Aku mulai curiga dan memutuskan untuk bertanya ”Dok, yang ini ga sakit kan?” bu dokter dengan santai menjawab ”enggak koq mbak, hanya panas dan pedih sedikit makanya dipasangin kipas ntar kalau udah selesai dikompres pake air dingin”. Weeks.......aku hanya bisa pasrah, masih kebayang perawatan pertama yang sakitnya bukan main. Bu dokter mulai mengaplikasikan cairan di wajahku, mulai menghangat.....kemudian menambahkannya lagi, terasa semakin panas dan pedih. ”tahan ya, diolesin sekali lagi” dan benar saja rasanya semakin panas.........seperti menggunakan masker cabe............!!!!!! (sampe pengen nangis nahannya.......).
Dalam hati aku berjanji, ga akan gratil dan iseng lagi mencet jerawat karena ngobatinnya sakiiiiiit banget. Dan untukmu yang membaca tulisanku ini, rawatlah wajahmu sebagai bukti syukurmu pada Allah yang telah memeberikan kulit yang sehat dan bersih. Jangan pernah gatel untuk mencet jerawat yang tumbuh secara sporadis karena akan memperparah kondisinya, segera saja konsultasi ke dokter kulit jika kemudian jerawat di wajahmu beranak pinak tak karuan. Jangan sampe ngrasain masker cabe untuk mengembalikan wajah sehatmu seperti semula. Karena aku telah merasakannya, kawan.... dan rasanya sakit buangeeet booooo.......!!!!
Selengkapnya...
Entah kapan tepatnya aku pernah menyarankan adikku untuk menggunakan masker cabe untuk perawatan wajah, tentu saja ini bukan saran sungguhan melainkan hanya becandaan saja. Dan pastinya ga ada yang mau menggunakan cabe untuk masker, kecipratan sedikit aja panasnya bukan main. Tapi akhirnya aku merasakan bagaimana rasanya maskeran pake cabe. Lagi-lagi ini bukan sungguhan, kawan...tapi hanya kiasan saja. Ketika aku menjalani perawatan untuk mengobati jerawat yang kian meraja lela di wajahku ini, pada tahapan kedua aku disarankan oleh dokter kulit yang merawatku untuk melakukan ’peeling wajah’ agar flek-flek yang ditimbulkan akibat bekas jerawat bisa hilang dan aku mengikuti saran bu dokter.
Aku fikir peeling wajah yang akan dilakukan sama saja seperti yang dilakukan di Ummi Baiti (salon tempat biasa aku facial). Namun setelah wajahku dibersihkan ada hal yang aneh, mbak yang ngerjain wajahku mulai memasang kipas angin tepat di depan wajahku dan bu dokter kemudian duduk serta memeriksa wajahku. Aku mulai curiga dan memutuskan untuk bertanya ”Dok, yang ini ga sakit kan?” bu dokter dengan santai menjawab ”enggak koq mbak, hanya panas dan pedih sedikit makanya dipasangin kipas ntar kalau udah selesai dikompres pake air dingin”. Weeks.......aku hanya bisa pasrah, masih kebayang perawatan pertama yang sakitnya bukan main. Bu dokter mulai mengaplikasikan cairan di wajahku, mulai menghangat.....kemudian menambahkannya lagi, terasa semakin panas dan pedih. ”tahan ya, diolesin sekali lagi” dan benar saja rasanya semakin panas.........seperti menggunakan masker cabe............!!!!!! (sampe pengen nangis nahannya.......).
Dalam hati aku berjanji, ga akan gratil dan iseng lagi mencet jerawat karena ngobatinnya sakiiiiiit banget. Dan untukmu yang membaca tulisanku ini, rawatlah wajahmu sebagai bukti syukurmu pada Allah yang telah memeberikan kulit yang sehat dan bersih. Jangan pernah gatel untuk mencet jerawat yang tumbuh secara sporadis karena akan memperparah kondisinya, segera saja konsultasi ke dokter kulit jika kemudian jerawat di wajahmu beranak pinak tak karuan. Jangan sampe ngrasain masker cabe untuk mengembalikan wajah sehatmu seperti semula. Karena aku telah merasakannya, kawan.... dan rasanya sakit buangeeet booooo.......!!!!
Kamis, 08 Januari 2009
Saat Asa Tak Harus Jadi Nyata
”Saat Allah menjawab do’a kita, Dia menambah iman kita. Saat Allah belum menjawab do’a kita, Dia menambah kesabaran kita. Saat Allah menjawab yang bukan do’a kita, Dia tengah memilihkan yang terbaik untuk kita”.
”Saat Allah menjawab do’a kita, Dia menambah iman kita. Saat Allah belum menjawab do’a kita, Dia menambah kesabaran kita. Saat Allah menjawab yang bukan do’a kita, Dia tengah memilihkan yang terbaik untuk kita”.
Sungguh indah taujih yang diberikan oleh seorang sahabatku ini. Begitu dalam maknanya, begitu menghibur dan membesarkan hati yang kadang lupa dan sulit menerima suatu hal yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kecewa? Pasti, itu hal yang manusiawi dan lumrah. Karena kita masih manusia normal yang dikaruniai dengan cita, rasa dan karsa oleh Sang Pencipta.
Memang bukanlah hal yang mudah menerimanya, Kawan.... Apalagi jika itu adalah sesuatu yang sangat kita harapkan dan telah kita ikhtiarkan semaksimal mungkin dengan segenap kekuatan yang kita miliki. Pasti terasa menyakitkan...bahkan kadang menyesakkan dada sehingga rasanya begitu sulit untuk bernafas.
Hanya keyakinan bahwa Allah tengah memilihkan yang terbaik untuk kita dan keikhlasan menerima setiap ketetapanNya lah yang dapat membuat kita tetap berusaha untuk berdiri, melangkah setapak demi setapak dan berusaha kembali berlari. Dan keihklasan, adalah kata sederhana yang begitu sulit dilaksanakan tapi kita harus bisa. Karena tak ada pilihan lain yang membuat kita menjadi lebih baik, Kawan.
Seringkali hal-hal yang diluar harapan membuat kita hilang kesadaran, melakukan hal-hal aneh di luar kebiasaan kita, air mata menngalir tak mau berhenti, menyiksa diri dengan penderitaan yang kita ciptakan sendiri. Tapi percayalah Kawan, ada hikmah besar.....rahasia indah.....rencana Allah yang begitu sempurna yang tak sanggung kita urai dengan sgala keterbatasan akal yang kita miliki. Yakinlah bahwa ketika Allah menjawab yang bukan do’a kita, saat itu Allah tengah memberikan yang terbaik untuk kita.
”Yakinlah ukhti, jangan ada ragu..... Dia tengah memberikan sesuatu yang indah padamu dan syukuri serta nikmatilah hadiah itu, ukhti...... No more tears, just smiling......”
Selengkapnya...
”Saat Allah menjawab do’a kita, Dia menambah iman kita. Saat Allah belum menjawab do’a kita, Dia menambah kesabaran kita. Saat Allah menjawab yang bukan do’a kita, Dia tengah memilihkan yang terbaik untuk kita”.
Sungguh indah taujih yang diberikan oleh seorang sahabatku ini. Begitu dalam maknanya, begitu menghibur dan membesarkan hati yang kadang lupa dan sulit menerima suatu hal yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kecewa? Pasti, itu hal yang manusiawi dan lumrah. Karena kita masih manusia normal yang dikaruniai dengan cita, rasa dan karsa oleh Sang Pencipta.
Memang bukanlah hal yang mudah menerimanya, Kawan.... Apalagi jika itu adalah sesuatu yang sangat kita harapkan dan telah kita ikhtiarkan semaksimal mungkin dengan segenap kekuatan yang kita miliki. Pasti terasa menyakitkan...bahkan kadang menyesakkan dada sehingga rasanya begitu sulit untuk bernafas.
Hanya keyakinan bahwa Allah tengah memilihkan yang terbaik untuk kita dan keikhlasan menerima setiap ketetapanNya lah yang dapat membuat kita tetap berusaha untuk berdiri, melangkah setapak demi setapak dan berusaha kembali berlari. Dan keihklasan, adalah kata sederhana yang begitu sulit dilaksanakan tapi kita harus bisa. Karena tak ada pilihan lain yang membuat kita menjadi lebih baik, Kawan.
Seringkali hal-hal yang diluar harapan membuat kita hilang kesadaran, melakukan hal-hal aneh di luar kebiasaan kita, air mata menngalir tak mau berhenti, menyiksa diri dengan penderitaan yang kita ciptakan sendiri. Tapi percayalah Kawan, ada hikmah besar.....rahasia indah.....rencana Allah yang begitu sempurna yang tak sanggung kita urai dengan sgala keterbatasan akal yang kita miliki. Yakinlah bahwa ketika Allah menjawab yang bukan do’a kita, saat itu Allah tengah memberikan yang terbaik untuk kita.
”Yakinlah ukhti, jangan ada ragu..... Dia tengah memberikan sesuatu yang indah padamu dan syukuri serta nikmatilah hadiah itu, ukhti...... No more tears, just smiling......”
Rabu, 07 Januari 2009
Sahabat Kecil
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Di lawang indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
kan tetap mengagumimya
Kesemptan seperti ini tak akan bisa di beli
Bersama mu ku habiskan waktu
Senang bisa mngenal diri mu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Takkan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Bersama mu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal diri mu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Janganlah berganti...
Tetaplah seperti ini.....
(diambil dari lirik "Sahabat Kecil" Ipang)
Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)





