"selamat membaca tulisan yang disuguhkan tuk semua pembelajar sejati yang mengunjungi blog sederhana ini, thank's for visiting my blog"

Kamis, 28 Agustus 2008

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Kadang kondisi yang sulit membuat kita kehilangan optimisme, padahal kita tidak tau pertolongan dan kemudahan seperti yang akan Allah berikan. Seperti kejadian yang aku alami dua pekan lalu ketika diadakan lomba untuk seluruh kelompok putri Taklim Rutin Kader tingkat kabupaten. Harusnya seluruh anggota kelompok hadir saat itu, karena masing-masing anggota telah memiliki tanggungjawab untuk ambil bagian dalam masing-masing kategori lomba.
Tapi realitasnya, hanya aku dan seorang teman yang bisa mengikuti agenda tersebut serta seorang akhwat lagi yang menyusul kemudian karena ada hal yang harus dikerjakan di kantor, sedangkan teman-teman yang lain mendadak izin tidak dapat menghadiri agenda tersebut. Lomba yang diadakan adalah cerdas cermat, hafalan Qur’an dan masak nasi goreng.

Malas rasanya ikut lomba hanya dengan dua orang anggota, lama aku membujuk diriku sendiri untuk beranjak pergi dan akhirnya aku berhasil berdamai dengan hati dan pergi juga ke tempat acara berlangsung meskipun jadi terlambat 1 jam (peringatan:contoh yang tidak baik,jadi jangan ditiru!!). Sesampainya di tempat acara, ternyata lomba cerdas cermat baru akan dimulai dan seorang temanku yang telah datang lebih dulu ternyata sudah mendaftarkan kelompok kami untuk ikut lomba. Awalnya kami sempat ragu mengikuti lomba karena kami hanya berdua, sedangkan yang lain komplit bertiga. Tapi karena forum sudah menyepakati (dan dengan sedikit memaksa) kami untuk tetap mengikuti perlombaan, bismillah..akhirnya kami memutuskan tetap mengikuti lomba cerdas cermat meski sebenarnya kami adalah utusan lomba masak. “Yaah…itung-itung meramaikan acara,Na..” aku coba menyemangati temanku, meski sebenarnya juga tengah menyemangati diriku sendiri.

Pertanyaan demi pertanyaan coba kami jawab dengan sebaik-baiknya meski sebelumnya kami sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk kategori lomba ini. Dan coba tebak….akhirnya kami masuk final meski sebelumnya harus melalui babak tambahan karena ada regu lain yang memperoleh nilai sama. Sebenarnya regu kami memutuskan untuk mengalah, mempersilahkan regu lain yang nilainya sama dengan kami untuk maju ke final karena kami punya tanggungjawab di lomba masak, lagipula…masuk final saja sudah lumayan bagi kami untuk ukuran orang yang sama sekali tidak prepare. Tapi ternyata panitia tetap mengadakan babak tambahan dan regu kamilah yang akhirnya harus bertanding kembali dengan dua kelompok lain yang memperoleh nilai lebih tinggi. Dan coba tebak lagi hasil akhir lomba cerdas cermat ini; benar-benar mengejutkan dan menggembirakan untuk kami, juara dua euy….!!! Alhamdulillah….

And now,lomba masak…weks,yang lain udah mulai masak tapi regu kami baru masuk dapur dan mengeluarkan peralatan masak. Alhamdulillah, pada kategori ini regu kami komplit bertiga… Karena panik terlambat memulai lomba (saat lomba masak mulai kami masih mengikuti babak tambahan di kategori cerdas cermat dan panitia tidak menyadari jika ada peserta lomba masak yang ketinggalan) ada saja yang membuat kami terhambat. Kompor gas error, lupa membawa sendok dan garpu, wajan kekecilan, aahh…kacau sekali. Akhirnya setelah berjibaku dengan peralatan dan bahan yang tidak seideal kami rencanakan sebelumnya, jadi juga nasi goring kreasi regu 10 yang jujur saja bentuknya paling berantakan di antara semua hasil karya peserta lomba masak (hiasan yang tidak ada nilai seninya, nasi yang terlalu lembek untuk ukuran nasi goreng dan dicetak persegi pula,ancuurrr….). Tapi jika boleh jujur lagi tentang taste-nya, tidak seburuk tampilannya, nasi goreng buatan regu kami Alhamdulillah rasanya unik dan enak karena bumbunya lebih terasa. Setelah menunggu akhirnya tibalah kami pada sesi pengumuman hasil lomba secara keseluruhan, termasuk lomba masak. Coba tebak…..kami juara 2!!! Alhamdulillah…….

Subhanallah….senang rasanya bisa memenangkan lomba-lomba ini meski akhirnya kami tidak mengirimkan delegasi untuk lomba Hafalan Qur’an. Tapi hanya dengan 3 orang anggota kelompok yang hadir, ternyata kami memenangkan 2 kategori lomba. Meski kami sadar betul bahwa kami menang lomba bukan semata-mata karena kami hebat tapi karena pertolongan Allah, bahkan mungkin karena Allah ingin memberi hadiah pada kami karena kami tidak menyerah dan tetap ikut berperan aktif dalam agenda tersebut.

Semoga cerita ini bisa sedikit memberikan isnpirasi untuk teman-teman yang membaca dan semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa, sekecil apapun atau sesederhana apapun peristiwa yang kita alami itu. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas apapun yang Dia berikan, menyenangkan ataupun tidak hal itu.

Wallahu’alam wastaghfirullah….


Selengkapnya...

Selasa, 24 April 2007

Dalam Diam

Hari terasa punahkan canda
rindu yang tertahan tak mampu hangatkan ruang
Denting jarum jam membuat semakin sunyi
yang ada hanya diam, hening……


Kebisuan merajai lisan
meski sesekali bola mata beradu pandang
Tak ada yang memulai cerita
meski batin tak kuasa menahan rasa

Keterasingan menyergap ketika kebekuan menyapa
haruskah tak saling mengenal ketika semua usai..?!
Hanya tatapan mata yang akhirnya bercerita
karena cinta harus bicara, meski dalam diam…..


Pontianak, 230406
Saat hati ini rindu sapa hangat seorang sahabat



Selengkapnya...

Sabtu, 24 Maret 2007

Untuk Sebuah Cita

Mozaik indah para syuhada tebarkan rindu aroma Firdaus,
nyanyian rindu para mujahid getarkan hati yang rindu pertemuan dengan Sang Pemilik Jiwa...
Cerita heroik pejuang fisabilillah gelorakan semangat jihad dalam dada,
derita saudara seIman yang teraniaya oleh yahudi laknatullah membuat tangan mengepal,
ingin rasanya ikut menghancurkan kera dungu dan hina yang telah menghinakan Islam..!!


Kesyahidan seorang ibu muda bernama Reema --pelaku bom syahid wanita pertama dari Brigade Izzudin Al-Qossam-- mengajarkan pada kita tentang cinta, pengorbanan dan kesetiaan pada Agama dan Rabbnya....

Ketegaran Ibunda Khansa adalah tauladan bagi setiap ibu yang (akan) melahirkan generasi-generasi Rabbani, penerus perjuangan suci...

Duhai Sang Pemilik Waktu..........
Aku meridukan saat-saat itu,
saat di mana akan kupersembahkan putera-putera terbaik yang kudidik penuh cinta dengan Al-Qur'an sebagai Undang-undangnya,
sebagaimana Ibunda Khansa mewakafkan satu persatu putera tercintanya untuk menegakkan Panji Allah....
Aku rindu saat itu,
saat di mana aku akan menjadi penyemangat bagi kekasihku untuk selalu menjadi yang terdepan di medan laga, meraih kemenangan atau menyongsong kesyahidan...
Dan tentu saja aku sangat merindukan saat itu,
meraih syahidku....mempersembahkan jiwa dan ragaku demi kehormatan Islam,
menyongsong pertemuan dengan Sang Pemilik Jiwa....

Dan aku akan sangat merindukan pertemuan dengan kekasih dan putera-puteraku,
kami akan bercanda dan bercengkrama bersama dengan penuh kasih di tempat yang dinaungi Kasih sayang dan Cinta-NYA; Firdaus yang abadi.....

Dan sekarang yang bisa kulakukan adalah membangun jembatan untuk dapat meraih cita itu.....


laut_biroe@rindu Jannah-Nya.come
Jakarta, 18 Maret 2007

Selengkapnya...

Jumat, 09 Maret 2007

NEGERI DI AWAN

Kau mainkan untukku sebuah lagu tentang negeri di awan,
di mana kedamaian... menjadi istananya...
dan kini telah kau bawa aku...menuju ke sana....

Lantunan "Negeri di awan" dari Katon Bagaskara mengalun lembut dari nada sambung yang kupasang beberapa waktu lalu. Ada juga yang protes, kk jatuh cinta ya..?! [apa hubungannya...?! Tapi kembali lagi pada persepsi orang yang mendengarkan lagu tersebut...]. Tapi buatku lagu ini membuatku teringat pada sosok-sosok revolusioner yang mengajariku tentang arti perjuangan dan idealisme.
Yup, aku menganalogikan idealisme itu seperti negeri di awan. Bagi sebagian orang negeri di awan itu adalah sebuah tujuan yang harus diwujudkan meski dengan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Tapi bagi sebagian yang lain negeri di awan hanyalah mimpi di siang bolong..... Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh menapaki jalan menuju negeri indah nun jauh di awan seperti orang-orang yang mengerjakan hal konyol yang sia-sia...karena mereka tak mampu membahasakan negeri yang indah itukah, atau memang karena negeri di awan itu terlihat begitu abstak....?!
Memang bukan hal yang mudah untuk membangun komitmen dan idealisme tapi bukan berarti hal itu menjadi alasan bagi kita untuk menyerah pada sebuah kata bernama realitas. Bukankah seharusnya realitas yang ada memacu kita untuk menjembatani agar realitas yang terhampar dihadapan kita menjadi sesuatu yang setidaknya mendekati idealisme yang kita bangun dan harapkan....?!
Dan perjuangan itu akan terus berlanjut, selama nafas masih berhembus, berjuang dan marilah kita terus berjuang......!!!!
Selengkapnya...

Minggu, 04 Maret 2007

Ikhwah Juga Manusia

Temanku di kantor bercerita tentang mantan pacarnya sekarang, yang katanya seorang akahwat dan sampai sekarang masih “mengharapkan” pacar temanku itu untuk kembali merencanakan hidup dengan si akhwat itu. Temanku itu complain; dia kan akhwat, Des! Like you, seharusnya …. sampai di situ kalimatnya terputus tapi aku tau ke mana arah pembicaraannya.

Aku hanya bisa bilang pada temanku itu bahwa akhwat juga manusia biasa yang berpeluang berbuat kesalahan. Perkataanku di amiin-I oleh temanku yang lain yang di sapa dede (singkatan dari dedemit) oleh teman-teman satu tim ku yang lain. Dia menambahkan juga, sebandel-bandelnya…sedede-dedenya gue ga ada yang bisa jamin kan gue bakal masuk neraka dan sealim-alimnya orang juga belum tentu dia bakal masuk syurga.
Kutambahkan lagi, semua kembali lagi pada komitmen dirinya dan kedewasaan masing-masing personal. Idealnya sih…ya (kalimatku menggantung), tapi hidup ini kadang tidak se ideal yang kita inginkan. Sahabatku hanya menjawab lirih; iya siih…….

“…. Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain dari pada Nya, sesungguhnya seseorang di antara kamu mengerjakan amalan ahli syurga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan syurga itu kecuali sehasta saja, namun ia didahului oleh ketentuan (takdir Allah), lalu ia melakukan pekerjaan ahli nerakamaka ia pun masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu melakukan pekerjaan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali sehasta saja, lalu ia didahukui oleh ketentuan Allah atasnya, lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli syurga maka ia pun masuk syurga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kembali lagi pada tema bahwa ikhwah juga manusia, aku kembali teringat heboh berita poligami Aa’ Gym. Masyarakat –yang mayoritas kaum hawa—gencar mencerca pilihan sikap Aa’ Gym. Komentarnya hampir sama, senada dan seirama; semua lelaki emang sama!!! Nah loh, what’s wrong with poligami..?! Kenapa juga kalau Aa’ Gym menikah lagi karena calonnya cantik, emang salah..?! Manusiawi kan…?! Meskipun aku bukan salah satu fans-nya Aa’ Gym tapi aku termasuk orang yang tidak sepakat dengan opini yang kemudian berkembang di masyarakat umum; “usstadz koq sama saja…..”.

Permasalahannya utama dari kedua realitas di atas adalah ketika kita selalu menuntut orang lain untuk ideal tapi kita tidak menuntut hal yang sama pada diri sendiri. Coba sekarang paradigmanya dibalik, jangan menuntut orang lain menjadi manusia langit tapi cetaklah diri kita --anda dan saya—menjadi manusia-manusia langit sejati dan kemudian ajaklah masyarakat untuk bergabung pada komunitas manusia-manusia langit yang ada.

Kadang kita sibuk mencari-cari dan mencerca kesalahan orang lain tapi entah berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk mewujudkan komitmen kita; meningkatkan kualitas diri dan keimanan. Mari bersama kita membenahi diri….meningkatkan kualitas diri dan keimanan pada Sang Sutradara episode panjang kehidupan ini. Berlomba menjadi yang terbaik di hadapanNya di yaumil akhir kelak…. Mari berjuang bersama dan tentu saja jangan lupa untuk saling mengingatkan, semangat.....semangat..!!!! ;)
Selengkapnya...