Duhai mentari, ajari aku tentang keta’atan.
Seperti taatmu menjalani perintah perintah Pemilik Alam untuk selalu terbit seiring fajar dan kembali ke peraduanmu bersama senja...
Begitu setiap hari, pada waktu dan tempat yang sama kecuali kelak di satu hari saat engkau menerima titah yang berbeda dari biasanya....
Ketaatan mutlak tanpa bantahan atas titah Sang Raja...
Duhai mentari, ajari aku mengenai keikhlasan....
Seperti ikhlasmu mendengar keluh dan cerca manusia karena terikmu saat mencapai siang, padahal setiap hari mereka memanfaatkanmu, mengambil kentungan darimu...namun engkau tak pernah marah atau bahkan meminta imbalan atas apa yang telah kau berikan selama umur bumi ini.
Padahal engkau bisa saja marah, merajuk...dan meminta pada Tuhanmu tuk tak bertugas sehari saja agar manusia-manusia yang tak pandai bersyukur itu tau betapa berharganya engkau...
Keikhlasan yang hanya mengharap ridho dan kecintaan Sang Pemilik...
Duhai mentari, ajari aku mengenai kesetiaan....
Seperti setiamu pada bumi tuk terangi penghuninya sebagai bukti setiamu pada Sang Kreator tata surya. Kesetiaan yang tulus sebagai bukti ketaatan, kesetiaan yang tak lapuk oleh zaman yang kian jalang... kesetiaan yang tetap kokoh meski diterjang badai, engkau tetap setia di sana meski awan kelabu menghalangi hangat sinarmu.
Selengkapnya...
Kamis, 12 Februari 2009
Belajar Dari Mentari
Senin, 02 Februari 2009
Pasrah Itu....
Pasrah itu menerima apapun hasil yang telah kita perjuangkan, bukan menyerah seolah tanpa daya ketika kegagalan demi kegagalan menjadi bagian dari proses penempaan diri...
Pasrah itu bangkit dan kembali berjuang menyongsong kemenangan, kesuksesan atau apapunlah namanya, ketika kita terjatuh dan terluka dalam sebuah pertempuran.
Pasrah itu bukan berarti kita tak boleh menangis dan merasa kecewa atas sebuah kegagalan atau kekalahan, namun kita tak boleh larut dalam tangis dan kecewa yang berkepanjangan karena akan menyurutkan langkah dan mematikan semangat, menggerus diri secara perlahan namun pasti dan akhirnya membuat kita menjadi manusia tanpa mimpi, tanpa asa.....
Pasrah itu tetap mencoba tersenyum meski hati menangis, tersenyum untuk menjemput kebahagiaan, kemenangan atau apapunlah namanya. Karena senyum adalah pesan kebahagiaan yang paling cepat sampai ke hati.
Pasrah itu adalah obat mujarab yang akan mendatangkan keajaiban-keajaiban tak terduga dari Sang Pemilik Kehidupan, karena berarti kita tengah berusaha mencintai, mensyukuri dan berbaik sangka atas apapun yang Dia berikan untuk kita.
lautbiroe@mencoba pasrah
Selengkapnya...
Selasa, 24 April 2007
Dalam Diam
Hari terasa punahkan canda
rindu yang tertahan tak mampu hangatkan ruang
Denting jarum jam membuat semakin sunyi
yang ada hanya diam, hening……
Kebisuan merajai lisan
meski sesekali bola mata beradu pandang
Tak ada yang memulai cerita
meski batin tak kuasa menahan rasa
Keterasingan menyergap ketika kebekuan menyapa
haruskah tak saling mengenal ketika semua usai..?!
Hanya tatapan mata yang akhirnya bercerita
karena cinta harus bicara, meski dalam diam…..
Pontianak, 230406
Saat hati ini rindu sapa hangat seorang sahabat
Selengkapnya...
Sabtu, 24 Maret 2007
Untuk Sebuah Cita
Mozaik indah para syuhada tebarkan rindu aroma Firdaus,
nyanyian rindu para mujahid getarkan hati yang rindu pertemuan dengan Sang Pemilik Jiwa...
Cerita heroik pejuang fisabilillah gelorakan semangat jihad dalam dada,
derita saudara seIman yang teraniaya oleh yahudi laknatullah membuat tangan mengepal,
ingin rasanya ikut menghancurkan kera dungu dan hina yang telah menghinakan Islam..!!
Kesyahidan seorang ibu muda bernama Reema --pelaku bom syahid wanita pertama dari Brigade Izzudin Al-Qossam-- mengajarkan pada kita tentang cinta, pengorbanan dan kesetiaan pada Agama dan Rabbnya....
Ketegaran Ibunda Khansa adalah tauladan bagi setiap ibu yang (akan) melahirkan generasi-generasi Rabbani, penerus perjuangan suci...
Duhai Sang Pemilik Waktu..........
Aku meridukan saat-saat itu,
saat di mana akan kupersembahkan putera-putera terbaik yang kudidik penuh cinta dengan Al-Qur'an sebagai Undang-undangnya,
sebagaimana Ibunda Khansa mewakafkan satu persatu putera tercintanya untuk menegakkan Panji Allah....
Aku rindu saat itu,
saat di mana aku akan menjadi penyemangat bagi kekasihku untuk selalu menjadi yang terdepan di medan laga, meraih kemenangan atau menyongsong kesyahidan...
Dan tentu saja aku sangat merindukan saat itu,
meraih syahidku....mempersembahkan jiwa dan ragaku demi kehormatan Islam,
menyongsong pertemuan dengan Sang Pemilik Jiwa....
Dan aku akan sangat merindukan pertemuan dengan kekasih dan putera-puteraku,
kami akan bercanda dan bercengkrama bersama dengan penuh kasih di tempat yang dinaungi Kasih sayang dan Cinta-NYA; Firdaus yang abadi.....
Dan sekarang yang bisa kulakukan adalah membangun jembatan untuk dapat meraih cita itu.....
laut_biroe@rindu Jannah-Nya.come
Jakarta, 18 Maret 2007
Selengkapnya...
Minggu, 04 Maret 2007
KonTemPLasi
Duhai jiwa, janganlah berduka...mari sejenak merenung.
Aku tau kau merasa takut kehilangan,
kehilangan sesuatu yang Allah titipkan sebagai proses pendewasaan dalam hidup dan pengkayaan akanmu, duhai jiwa.
Tapi tidakkah kita lebih takut lagi kehilangan Ridho dan KeberkahanNYA
kuperhatikan kau mulai menikmati sesuatu yang Allah titipkan itu..
Bukankah lebih baik jika kita mengembalikan titipan itu pada Pemiliknya,duhai jiwa....
--mengembalikan semua seperti ketika semua bermula--
meski aku tau kau tak lagi dapat belajar darinya.
Tapi ku rasa itu lebih baik bagimu, wahai jiwa.....
Ketimbang suatu saat Pemiliknya mengambil titipan itu,
justru di saat engkau tak lagi sanggup untuk merasa kehilangan………
Selengkapnya...
Rabu, 28 Februari 2007
Be Strunggle!!
Karang itu berdiri dengan kokoh
seolah tak gentar hadapi ombak yang menerjang dengan garang.
Dan karang itu tetap berdiri kokoh
meski terkadang ia merasa dingin dan kesepian di tengah luasnya lautan,
kadang petir yang bersahutan di kala badai
membuatnya tak ingin menjadi karang yang kokoh...
Pasti lebih nyaman menjadi karang dalam aquarium,
dengan rutin dibersihkan ketika lumut mulai menempel,
tak ada gelegar gutur dan petir yang memekakkan telinga....
Tapi ia harus tetap menjadi seperti karang yang tegar dan kokoh,
karena perjuangan menuntutnya seperti itu;
menjadi tangguh......
Dan sudah seharusnya seperti itulah karakter pejuang dakwah; tangguh....
@tertatihku menjadi pejuang tangguh, 28.02.07
Selengkapnya...
Selasa, 07 November 2006
Hanya Ingin
Aku hanya seorang wanita sederhana
dengan mimpi-mimpi yang sederhana pula....
Aku tak ingin menjadi wanita cerdas,
jika dengan kecerdasan membuatku pintar mencari alasan
untuk tidak tunduk pada aturanNya
Aku tak ingin menjadi wanita hebat
jika dengan kehebatan yang kumiliki menjadikanku sombong
dan mudah meremehkan orang lain
Aku tak ingin menjadi wanita dengan sejuta pesona
jika dengannya menjadikanku lupa akan nikmat yang Dia titipkan
Aku hanya seorang wanita sederhana
dengan mimpi-mimpi yang sederhana pula.....
Aku hanya ingin menjadi anak terbaik bagi orangtuaku,
menjadi kebanggaan mereka dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kumiliki...
Aku hanya ingin menjadi kakak terbaik bagi adik-adikku,
dengan segenap cinta dan perhatian yang kupunya....
Aku hanya ingin menjadi sahabat terbaik bagi teman-temanku dengan ikatan hati yang dijalin oleh taqwa dan kesabaran....
Aku hanya ingin menjadi mad’u terbaik bagi seluruh murabbi dan murabbiyah yang kutemui sepanjang hidupku, dengan segenap kesungguhan dan motivasi yang kubangun...
Aku hanya ingin menjadi murabbiyah terbaik bagi seluruh mad’u-mad’u ku, dengan seluruh ilmu dan cinta yang ada...
Aku hanya ingin menjadi jundiyah terbaik bagi qiyadah-qiyadahku,
dengan seluruh potensi dan keta’atan yang kulatih....
Aku hanya ingin menjadi qiyadah terbaik bagi jundi dan jundiyahku,
dengan segala potensi dan keterbatasan yang kumiliki.....
Aku hanya ingin menjadi da’i terbaik dengan seluruh kemampuan, potensi, fasilitas dan kemudahan yang Allah titipkan....
Aku hanya ingin menjadi istri terbaik bagi suamiku kelak,
menjadi sebaik-baik perhiasan dunia baginya,
dengan segenap keta’atan, cinta dan pengabdian yang merupakan bagian dari keimana padaNya.....
Aku hanya ingin menjadi ibu terbaik bagi anak-anakku kelak,
dengan seluruh cinta, ilmu dan pengharapan akan proses pewarisan dakwah....
Aku hanya ingin menjadi menjadi sebaik-baik manusia,
dengan segenap potensi dan nikmat yang telah Allah karuniakan....
Aku hanya ingin menjadi sebaik-baik hamba bagi Sang Pemilik Kehidupan,
agar dapat menjadi kebanggaannya di Yaumil Akhir kelak,
dengan seluruh kelebihan dan kekurangan yang ada padaku.....
Sehingga Dia memandangku dan tersenyum dengan penuh keridha’an.....
Dan aku.....hanya seorang wanita sederhana yang berpacu dengan waktu,
berkejaran untuk mewujudkan mimpi-mimpi sederhana milikku...........
Selengkapnya...
Jumat, 28 Juli 2006
SEKEPING HATI
Bayangnya tak pernah hadir dalam mimpiku
asal-usulnya tak pernah terukir dalam angan kehidupanku
wajahnya tak pernah terlukis dalam kanvas penglihatanku
geraknya tak hadir dalam renungku
namun hadirnya mampu memberi warna dalam hidupku
Kadang hati ini mencoba meraba,
sketsa wajahnya…
sigap geraknya, bayangnya…
namun sungguh, aku takut melukiskan semua itu dalam angan
ffhhh…! aku tak ingin mengacaukan hati ini…
Mencoba mengenalnya dari cara berfikirnya,
memahami mimpi-mimpinya…
tak kupungkiri bahwa sosok revolusioner itu ada padanya,
tapi menyimpulkan bahwa sosok revolusioner itu adalah lelaki yang Allah tetapkan untuk menemani mewujudkan mimpi-mimpiku,
menjadi qowwam dalam kehidupanku, menjadi ayah dari anak-anakku kelak…?!
Entahlah…aku pun tak tau jawaban dari semua pertanyaan yang berkecamuk dalam batinku
Kutitipkan jawab pada Sang Pemilik Masa,
biarlah kelak waktu hamparkan jawabnya…
Apakah sosok revusioner itu adalah mentari yang selalu setia menemani hariku,
menghangatkan hari demi hari yang kulalui dengan sinar lembutnya,
meski kadang ada kalanya sang mentari beristirahat dalam selimut malam
dan mentari pasti akan kembali bersinar cerah esok pagi…
Ataukah sosok revolusioner itu pelangi jingga yang indah menyapa di suatu senja,
bagian dari sedikit waktu yang Allah titikan melalui usia….
Jika memang dia adalah matahariku, niscaya dia akan “datang” dengan cara yang bersih,
suatu hari nanti; entah esok atau lusa…aku pun tak tau……
Tapi jika dia hanya pelangi jingga yang datang sejenak,
memberi warna indah dalam perjalanan kehidupanku…
Aku tetap bersyukur pada-Nya bahwa sosok revolusioner itu --dengan segala kelemahan dan potensi yang ia miliki-- pernah menjadi bagian dari proses pembelajaranku
untuk menjadi kebanggaan Allah dan Rasul-Nya di yaumil akhir kelak
Apapun endingnya, aku tak pernah merasa menyesal telah mengenalnya
karena banyak hal yang kupelajari darinya
dan semoga hadirku pun memberi kontribusi kebaikan untuknya…
Tidak ada peristiwa yang tersia --karena tak ada sesuatu yang Allah ciptakan dengan sia2--
selalu ada ibrah yang dapat diambil,
bagi mereka yang mau merenung dan mengambil pelajaran
berharap aku adalah pembelajar sejati
……dan biarlah waktu bentangkan jawabnya……
@resahku, 280706
Selengkapnya...
Selasa, 27 Juni 2006
My Poem
tak dapat kupungkiri pesonanya begitu menggoda,
sejenak ku terhenyak…..
ada asa jauh di relung hati
Sebuah tanya menghentak kesadaran,
pantaskah asa itu ada..?!
Rabb, diakah Sang Revolusioner yang Kau tetapkan untuk-ku..?!
yang selalu menjadi harap dalam setiap munajatku
Ehmm…dia memang sosok yang revolusioner, dan mungkin dia salah satu
dari sekian banyak yang baik
tapi belum tentu dia lelaki terbaik yang telah Ia tetapkan untuk-ku.
Jika ia memang yang terbaik yang telah Dia tetapkan,
niscaya ia juga akan datang dengan cara yang baik, yang bersih
Ya Wadud….peliharalah hati ini, hanya untuk sang revolusioner-ku seorang kelak, ketika saatnya tiba.
Ya Rabbul Izzati, sampaikan salamku pada sang revolusioner-ku, yang entah siapa dan di mana ia berada.
Peliharalah ia dari sgala macam keburukan, jagalah ia selalu dalam kebaikan dan selalu sibuk dengan dakwah…
Rabb…jikalau ia jauh, maka dekatkanlah. Jikalau ia dekat, maka sampaikanlah waktunya. Satukanlah kami dengan jalan yang bersih, sehingga menjadi barokah segala sesuatunya….
Rabu, 26 April 2006
Tanpa Judul
Aku tak ingin memaksamu mendengarkan
jika memang kau sedang tak ingin mendengar
meski aku sungguh ingin berbagi cerita denganmu
Aku tak ingin memaksamu berkomentar
jika memang kau sedang tak ingin bicara
meski aku sangat ingin mendengar tanggapanmu
Aku tak ingin memaksamu berlari
jika memang kau sedang ingin diam
meski aku rindu sigap gerakmu
Aku tau kau lelah, begitupun aku
tapi aku tak ingin kita jadi sosok asing
semakin terluka dengan keterasingan yang kita ciptakan sendiri
Aku tau kau terluka, begitupun aku
tapi aku tak ingin kita semakin terpuruk
seperti bunga layu yang mati perlahan
Kini saatnya kita bangkit, sobat
biarlah rindu akan kenangan cinta itu kian menggelora
namun biduk dakwah ini harus tetap dikayuh
Jangan biarkan usainya membuatmu lemah
karena jalan ini kita pijak atas dasar keikhlasan
Jangan biarkan mulainya membuatmu luka
karena bersama siapapun, kita harus persembahkan yang terbaik untuk NYA
Pontianak, 240406
Cukup sudah keterlukaan itu, jangan biarkan ia terus menganga. Saatnya untuk kembali bersemangat, sobat..!!!
Selengkapnya...
