Lagi di lampu merah, gerimis rasanya tak kunjung reda..ku ambil saputangan untuk menutupi wajah. Dua orang anak kecil sibuk menjajakan koran di tengah rintik hujan, mereka berlalu menjauhiku..mencoba menawarkan dagangannya pada kendaraan di belakangku. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka sudah berada di depanku sambil menyodorkan selembar uang lima ribuan, sambil berkata; ”Mbak, uangnya jatuh”.
Lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau, aku pun segera berlalu sambil mengucapkan terima kasih pada adik yang mengembalikan uangku yang terjatuh saat mengambil sapu tangan dari saku jaketku. Aku kemudian berfikir, ternyata masih banyak juga orang yang jujur. Padahal adik tadi bisa saja mengambil uang yang terjatuh itu tapi dia lebih memilih mengembalikannya padaku, kondisi ekonomi yang mungkin tidak begitu baik mungkin bisa jadi justifikasi.
Aku hanya bisa membalas kebaikan adik tadi dengan doa, agar dia mendapatkan rezaki dari arah yang tidak disangka-sangka dengan cara yang istimewa dan dengan jumlah yang tak terkira untuk ukurannya,amiin.... Pastinya, hanya Allah yang dapat mengganjar setiap amal kebaikan yang kita lakukan, sekecil apapun dengan balasan yang sepadan dengan keikhlasan kita melakukannya.
Selengkapnya...
Senin, 26 Januari 2009
Jujur; Bukan Barang Langka!
Jumat, 16 Januari 2009
Amal Unggulan
Subhanallah….Allahu Akbar….bulu kudukku berdiri mendengar temanku bercerita tentang teman kuliahnya yang sering bermimpi tentang hal-hal yang bisa menguatkan iman dan motivasi kita untuk meraih Syurga. Mungkin kita termasuk orang-orang yang sering meminta pada Allah agar diberikan mimpi yang begitu indah, tapi kita belum berkesempatan untuk mendapatkannya.
Teman dari sahabatku ini bukan termasuk orang yang punya amalan harian yang “terjaga” seperti komunitas orang-orang yang mungkin kita anggap baik. Membaca Qur’an saja beliau masih terbata-bata, bahkan belum pernah khatam Qur’an sampai sekarang. Terang saja semua yang mendengar cerita sahabatku ini penasaran, amal apa gerangan yang membuatnya begitu sering mendapatkan mimpi-mimpi indah itu. Sahabatku tak memberikan jawaban yang pasti, karena sepengetahuannya tidak ada amal yang istimewa darinya. Tapi kemudian ia ingat bahwa temannya itu tak pernah lepas dari dzikir, “mungkin itu yang membuatnya istimewa di hadapan Allah”.
Apapun amal unggulannya, kawan….pastilah ada kebaikan yang beliau lakukan dengan segenap keikhlasan sehingga membuat Allah jatuh cinta padanya. Oleh karenanya kawan, beramallah dengan sebaik-baik amal dan keikhlasan karena kita tidak pernah tau, amal mana yang akan menghantarkan kita ke syurga. Mari kita melakukan kebaikan, beramal dan terus beramal…..untuk bekal menuju kampung yang abadi. Wallahu’alam wastaghfirullah…..
Rabu, 14 Januari 2009
Dalam Bimbang
Ada kalanya kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menempatkan kita pada posisi yang begitu dilematis…. Ketika sebuah keputusan menentukan perjalanan hidup kita ke depan. Tentu saja tak cukup dengan kecerdasan untuk menghasilkan keputusan yang bijaksana dibutuhkan kehalusan intuisi, bashirah yang tajam untuk menggabungkan seluruh aspek yang menjadi paduan yang sempurna dalam kebijaksanaan sebuah keputusan.
Sesuatu yang kita anggap baik untuk kita ternyata belum tentu itu adalah hal yang tepat dan terbaik untuk kita. Yang baik belum tentu tepat, tapi insyaAllah yang tepat adalah hal yang juga baik untuk kita. Apalagi jika Allah yang memilihkan sendiri untuk kita. Bukankah yang terpenting adalah keberkahan Allah?!
Kadang kita dikecohkan oleh godaan syaitan yang ingin membelokkan jalan seorang hamba Allah yang tengah berusaha mendaki tangga-tangga spiritual dalam kehidupannya, saat itulah komitmennya diuji, ketangguhan imannya dipertaruhkan. Dan tak hanya perjuangan kita saja yang menentukan, kadang lantunan doa dari lisan-lisan yang tak kita ketahui menjadi bantuan luar biasa yang akan membuat Allah memberikan petunjuk dalam dilema yang dihadapi dalam mengambil keputusan penting dalam hidup kita.
”Rabb, terimakasih atas begitu banyak sahabat dan orang-orang yang mencintai hamba yang selalu mengingat hamba dalam lantunan do’a yang mereka panjatkan padaMU”.
Selengkapnya...
Nikmat Allah yang Mana yang Hendak Kau Dustakan?!
Seperti indahnya pelangi yang muncul sesaat setelah hujan. Karena airmata tak abadi, begitu pula dengan tawa..... ketika kita menangis hari ini, yakinlah akan ada bahagia di ujung sana jika kita bersabar dan bersyukur. Bagitu pula jika kita tertawa hari ini, jangan senang dulu kawan...coba bersabarlah dalam kesenangan karena semua yang ada di dunia ini tak akan abadi. Ada sesuatu yang abadi setelah ini, di mana kesenangan dan kesusahan yang akan kita rasakan akan abadi, tak berujung.....
Karenanya kawan, jangan terpedaya dengan apapun yang tengah kita rasakan sekarang.... jangan terlena dengan kebahagiaan yang mungkin tengah kita rasakan kini, dan jangan larut dalam kesedihan yang mungkin tengah mendera kita karena kita harus mempersiapkan diri untuk sesuatu yang abadi, jangan sampai kita lalai untuk mempersiapkan kehidupan abadi itu. Syukurilah apapun yang kita rasakan hari ini atau mungkin esok dan selalu bersiaplah untuk rasa yang abadi, tentunya kita semua mengharapkan kenikmatan dan kebahagiaan abadi di SyurgaNYA kelak.
”Rabb, pertemukan hamba dengan orang-orang yang kucintai di taman SyurgaMU kelak, bersama-sama menikmati kebahagiaan yang kekal,amiin....”
Masker Cabe
Entah kapan tepatnya aku pernah menyarankan adikku untuk menggunakan masker cabe untuk perawatan wajah, tentu saja ini bukan saran sungguhan melainkan hanya becandaan saja. Dan pastinya ga ada yang mau menggunakan cabe untuk masker, kecipratan sedikit aja panasnya bukan main. Tapi akhirnya aku merasakan bagaimana rasanya maskeran pake cabe. Lagi-lagi ini bukan sungguhan, kawan...tapi hanya kiasan saja. Ketika aku menjalani perawatan untuk mengobati jerawat yang kian meraja lela di wajahku ini, pada tahapan kedua aku disarankan oleh dokter kulit yang merawatku untuk melakukan ’peeling wajah’ agar flek-flek yang ditimbulkan akibat bekas jerawat bisa hilang dan aku mengikuti saran bu dokter.
Aku fikir peeling wajah yang akan dilakukan sama saja seperti yang dilakukan di Ummi Baiti (salon tempat biasa aku facial). Namun setelah wajahku dibersihkan ada hal yang aneh, mbak yang ngerjain wajahku mulai memasang kipas angin tepat di depan wajahku dan bu dokter kemudian duduk serta memeriksa wajahku. Aku mulai curiga dan memutuskan untuk bertanya ”Dok, yang ini ga sakit kan?” bu dokter dengan santai menjawab ”enggak koq mbak, hanya panas dan pedih sedikit makanya dipasangin kipas ntar kalau udah selesai dikompres pake air dingin”. Weeks.......aku hanya bisa pasrah, masih kebayang perawatan pertama yang sakitnya bukan main. Bu dokter mulai mengaplikasikan cairan di wajahku, mulai menghangat.....kemudian menambahkannya lagi, terasa semakin panas dan pedih. ”tahan ya, diolesin sekali lagi” dan benar saja rasanya semakin panas.........seperti menggunakan masker cabe............!!!!!! (sampe pengen nangis nahannya.......).
Dalam hati aku berjanji, ga akan gratil dan iseng lagi mencet jerawat karena ngobatinnya sakiiiiiit banget. Dan untukmu yang membaca tulisanku ini, rawatlah wajahmu sebagai bukti syukurmu pada Allah yang telah memeberikan kulit yang sehat dan bersih. Jangan pernah gatel untuk mencet jerawat yang tumbuh secara sporadis karena akan memperparah kondisinya, segera saja konsultasi ke dokter kulit jika kemudian jerawat di wajahmu beranak pinak tak karuan. Jangan sampe ngrasain masker cabe untuk mengembalikan wajah sehatmu seperti semula. Karena aku telah merasakannya, kawan.... dan rasanya sakit buangeeet booooo.......!!!!
