<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717</id><updated>2011-07-29T05:28:33.692+07:00</updated><category term='Hikmah'/><category term='Strong Lyric Song'/><category term='CeLotEH'/><category term='Sekitar Kita'/><category term='Tahukah Kita?'/><category term='CoPaz'/><category term='PoEm'/><title type='text'>MoZAiK KeHIdUPaN</title><subtitle type='html'>Akan selalu ada suatu keadaan, kenangan, peristiwa, kisah, pengalaman dan orang-orang yang ada dalam kehidupan; meninggalkan jejak dalam proses pendewasaan diri. Mozaik itu tak selalu indah tapi ketika semuanya disatukan, maka akan menghasilkan sebuah gambaran indah kehidupan yang telah Dia berikan bagi setiap hamba. Oleh karenanya, syukurilah setiap mozaik kehidupan yang tercipta dalam proses metamorfosis menjadi hamba yang paripurna.....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>78</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-8568012655153745433</id><published>2009-03-12T09:58:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T10:01:15.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Kali Ini Tentang Perempuan dan Anak (Part 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hey guys....pernah denger ga tentang perdagangan orang? Nah loh, syereem kan orang diperdagangin?! Istilah kerennya sih trafficking. Yang sering nonton berita ato baca koran pasti pernah denger or baca deh.... Tapi dah pada tau belom sih bahayanya?? Check this out,guys!;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Perdagangan Orang atau yang lebih kerennya disebut trafficking entu merupakan kejahatan kemanusiaan, ada juga kejahatan kemanusiaan lainnya yang ga kalah mengerikan. Namanya ESKA, bukan Surat Keputusan lho guys....tapi Eksploitasi Seks Komersial Anak. Dari namanya aja udah jelas kalo’ ini bener-bener kejahatan kemanusiaan yang paraah banget.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt; Di Indonesia sendiri korban trafficking seringkali digunakan untuk tujuan eksploitasi seksual, misalnya dalam bentuk pelacuran dan paedophilia. Meski gitu, trafiking dalam hal ini ga terbatas hanya pada bentuk eksploitasi seksual atau prostitusi, tapi mencakup juga berbagai bentuk kerja paksa atau kerja mirip perbudakan gitu deh – termasuk kerja dengan jeratan hutang, perkawinan kontrak atau pengantin pesanan, perkawinan usia dini, dan kerja-kerja yang memberikan gaji rendah, seperti di perkebunan, jermal, pekerja rumahtangga, pekerja restoran, tenaga penghibur, pengemis jalanan, dll.  Sementara itu terdapat tiga bentuk eksploitasi seksual komersial terhadap anak, yaitu protitusi anak, pornografi anak, dan perdagangan anak untuk tujuan seksual. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Masih tingginya angka kemiskinan, pengangguran dan angka putus sekolah, rendahnya  tingkat pendidikan truz tingginya kesenjangan ekonomi antar negara, bikin masyarakat Indonesia – khususnya perempuan anak, kian rentan terhadap trafficking dan ESKA. Hal ini kebukti dari meningkatnya jumlah korban trafficking. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sebagai gambaran nih guys, pada tahun 2001 Konsorsiun Pembela Buruh Migran (KOPBUMI) mencatat, 74.616 orang telah menjadi korban trafiking. Sementara pada tahun 2006, UNICEF melansir adanya 100.000 perempuan dan anak Indonesia  yang diperdagangkan, mayoritas sebagai pekerja seks. KBRI Malaysia selama tahun 2001 – 2004 menangani 8.876 kasus perdagangan perempuan. Selain kasus trafiking, data yang dikeluarkan UNICEF pada tahun 2006 juga mengindikasikan tingginya eksploitasi seksual komersial anak, di mana 30 persen pekerja seks di Indonesia adalah anak-anak (usia 10 – 18 tahun).  dan 3 juta anak memiliki pekerjaan berbahaya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Prostitusi anak, diperkirakan bakal terus meningkat selagi krisis ekonomi masih berjalan dan belum ada prasyarat yang menunjukkan adanya penurunan permintaan. Demikian juga perdagangan anak untuk tujuan seksual dan pornografi anak akan semakin meluas, mengingat kian terbukanya arus informasi global, dan meluasnya penggunaan teknologi internet (nah lho….yang suka liat dan cari-cari gambar gituan, bisa jadi tergolong orang yang menyebabkan semakin meningkatnya angka eksploitasi seks terhadap perempuan dan anak. Dosanya jadi dobel dunk?!). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Identifikasi terhadap latar belakang korban trafficking di beberapa daerah menunjukkan kalo’ korban trafficking kebanyakan adalah anak dan perempuan berusia muda, berasal dari keluarga miskin, berpendidikan rendah, merupakan korban perceraian atau kekerasan dalam rumahtangga, dan berasal dari daerah yang miskin informasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Ironis banget ya nasib mayoritas perempuan dan anak di negeri ini, guys.....pastinya pada penasaran pengen tau apa aja yang udah dikerjain pemerintah untuk menyelamatkan nasib para perempuan dan anak di negeri ini? Pantau terus blog sederhana ini, sering-sering berkunjung ya guys....;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-8568012655153745433?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/8568012655153745433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/kali-ini-tentang-perempuan-dan-anak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8568012655153745433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8568012655153745433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/kali-ini-tentang-perempuan-dan-anak.html' title='Kali Ini Tentang Perempuan dan Anak (Part 1)'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5265057416102184380</id><published>2009-03-12T09:51:00.002+07:00</published><updated>2009-03-12T09:56:55.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Sehari-Semalam Tanpa Bunda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sehari-Semalam tanpa Ibu di rumah; ga ada yang bangunin tahajud...alhasil aku dan adik perempuanku ga tahajud karena kesiangan bangun tapi subhanallah euy...babe yang biasanya harus dibangunin untuk sholat berjama’ah di masji ternyata bisa bangun sendiri. Adek lelaki ku bahkan kesiangan sholat shubuhnya karena hanya bundaku yang mumpuni untuk membuatnya beranjak dari tempat tidur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sehari-Semalam tanpa Ibu di rumah; ga da yang ngingetin untuk bergegas membuat sarapan pagi dan ga ada yang masak kalo’ pas aku ada kegiatan di luar. Dan hari itu aku, babe dan adik lelakiku baru sarapan di sore hari. Karena aku yang ga sigap memanage dapur sebelum berangkat, karena babe ga inisiatif beli makan di luar, karena adek lelaki ku yang begitu manja dan baru makan kalo’ dipaksa sama ibu (sampe musti disuapin supaya mau makan,paraaah...). Hanya adik perempuanku yang makan secara normal karena di kantornya dapet jatah makan siang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sehari-Semalam tanpa Ibu di rumah; kliyengan karena telat makan sedangkan aktivitas begitu padat dari pagi sampe jelang maghrib. Setrikaan numpuk karena ga da yang ngarahin khadimat,  semua perempuan anggota keluarga musti beraktivitas di luar rumah. Dedek kesenengan karena bebas main PS tanpa ditegur ibu atau mbak-mbaknya untuk sholat dan makan. Babe kelaperan dan kesepian karena ndirian di rumah, ga da temen ngobrol. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sehari-Semalam tanpa Ibu di rumah; ga enak buangeet deeh.... sepi, laper, lemez, pusing! Pas ibu pulang, semua pada rebahan di samping ibu, tepat setelah selesai sholat maghrib. Dan aktivitas seperti biasa di mulai; bercerita kejadian yang dialami masing-masing di hari itu. Subhanallah.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" class="fullpost" &gt;Alhamdulillah...Terimakasih Ya Allah karena telah memberikan ibu yang begitu baik dan pengertian, ibu yang dapat menjadi penyemangat untuk meningkatkan ibadah dan kualitas keimanan padaMU, ibu yang pengertian dan selalu mensupport anak-anaknya untuk istiqomah di JalanMU. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" class="fullpost" &gt;Rabb....cintailah kedua orangtuaku sebagaimana mereka mencintaiku pada saat aku kecil. Bahagiakan mereka di dunia dan di akhirat, berilah mereka keikhlasan dan kekuatan untuk mendidik anak-anaknya dan membangun keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah; keluarga yang menjadi pendukung dakwah Ilallah. Pertemukan kami sekeluarga di Firdaus bersama Rasulullah, para sahabat beliau, orang-orang mu’min dan mereka yang saling mencintai karenaMU,amiin.....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5265057416102184380?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5265057416102184380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/sehari-semalam-tanpa-bunda_12.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5265057416102184380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5265057416102184380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/sehari-semalam-tanpa-bunda_12.html' title='Sehari-Semalam Tanpa Bunda'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3894380785562794881</id><published>2009-03-08T20:26:00.001+07:00</published><updated>2009-03-08T20:55:29.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Titipan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;NTLR is Missing......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ga tau apa penyebabnya, laptopku ga kunjung bisa dinyalain. Ku tekan tombol ctlr, Alt, Del secara bersamaan, tapi masih ga bisa juga; keterangan yang muncul di layar lapotopku masih sama. Kucoba berulang kali tapi hasilnya tetap saja nihil. Panik.....! Rasanya tadi sore setelah digunakan masih baek-baek aja, ga ada hal atau gejala masalah. Ku hentikan usaha menyalakan laptop, dan berusaha menelfon seorang teman, karena abang yang biasa benerin komputer di rumah ga bisa dihubungi. ”Wah, kalo’ udah klik ctlr, Alt, Del masih ga bisa juga, ga tau ya mbak..... ga terlalu ngerti juga”. Ihikz.... ada aja yang rusak. Sebelumnya layar monitor rusak, truz sebelumnya lagi printer error. Belum kelar yang satu diperbaiki, eh........dah ada lagi yang rusak. Innalillahi......... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Pernahkah kalian mengalami musibah seperti yang kualami, kawan? Jika pernah, kurasa kalian juga bisa merasakan apa yang kurasakan saat itu ya? Apalagi kalau yang biasa handle barang-barang itu adalah kamu, yang kalau rusak  maka semua mata akan mengarah kepadamu seolah bertanya ”emang diapain sih sampe bisa rusak gitu?”. huhu....sedih banget kan, guys?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Tapi bukan mau bahas perasaan sih....tapi pernah ga sih kita renungin, ketika beberapa barang di rumah kita yang tiba-tiba harus masuk ”rumah sakit” dan tentunya akan membuat pengeluaran tak terduga dalam buku keuangan rumah tangga semakin besar, mungkin ada hak-hak orang lain yang terabaikan. Mungkin Allah sedang memperingatkan kita bahwa infaq dan sedekah kita kurang banyak bulan ini. Atau memang Allah menitipkan rezeki orang lain pada rizki yang kita dapatkan bulan ini. Husnudzon saja, selama kita tetap membelanjakan rizki yang Allah berikan ke jalan Allah juga, maka insyaAllah pengeluaran-pengeluaran tak terduga itu adalah rizki orang lain yang Allah titipkan pada kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;Rabb, berkahilah setiap rizki yang Engkau berikan agar hidup kami lebih nikmat dan rizki itu membawa kami pada keridho’an Mu,amin....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3894380785562794881?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3894380785562794881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/titipan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3894380785562794881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3894380785562794881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/titipan.html' title='Titipan'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-8867216645942715649</id><published>2009-03-06T10:21:00.002+07:00</published><updated>2009-03-06T10:26:24.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Kita?'/><title type='text'>Kebiasaan Buruk Buat Otak</title><content type='html'>Otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar syaraf yang masing-masing terkait dengan 10 ribu syaraf lain. Bayangkan, dengan kerumitan otak seperti itu, maka Anda wajib menyayangi otak Anda cukup dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering disepelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem syaraf pusat. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu tugas yang sangat rumit dan banyak. Maka, hindarilah kebiasaan buruk di bawah jika Anda masih ingin otak Anda bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak mau sarapan&lt;br /&gt;Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal tidak mengkonsumsi makanan di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Kebanyakan makan&lt;br /&gt;Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun kita pada menurunnya kekuatan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merokok&lt;br /&gt;Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak kita. Bayangkan, otak kita bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya. Tak ayal diwaktu tua kita rawan Alzheimer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula&lt;br /&gt;Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Polusi udara&lt;br /&gt;Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kurang tidur&lt;br /&gt;Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak justru mati kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menutup kepala ketika sedang tidur&lt;br /&gt;Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit&lt;br /&gt;Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kurangnya stimulasi otak&lt;br /&gt;Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir justru membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jarang bicara&lt;br /&gt;Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-8867216645942715649?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/8867216645942715649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/kebiasaan-buruk-buat-otak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8867216645942715649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8867216645942715649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/kebiasaan-buruk-buat-otak.html' title='Kebiasaan Buruk Buat Otak'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5868700199529687454</id><published>2009-03-05T20:46:00.004+07:00</published><updated>2009-03-06T10:20:22.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Kita?'/><title type='text'>Manfaat Sholat Berjama'ah</title><content type='html'>Sering kali kita lalai untuk bersegera melakukan kebaikan karena tidak mengetahui manfaat dari kebaikan yang kita lakukan. So, saya ingin berbagi sedikit tentang manfaat shalat berjama’ah (terutama di masjid buat yang merasa cowok, pria atawa ikhwan) supaya kita semua pada semangat untuk melakukan amalan yang satu ini. Check this out! &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Bentuk Kepatuhan Terhadap Perintah Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;”Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orag-orang yang rukuk” (Al-Baqarah : 43).&lt;br /&gt;Ibnu Katsir menjelaskan tentang ayat tersebut dengan keterangan, ’hendaklah bersama orang-orang beriman dalam berbagai perbuatan mereka yang terbaik, dan yang paling utama dan sempurnakanlah semua itu dengan shalat’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagai Bukti Keimanan&lt;br /&gt;”Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”. (At-Taubah : 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sarana Menjaga Diri Dari Gangguan Syetan&lt;br /&gt;”Tiada tiga orangpun di dalam sebuah desa atau lembah yang tidak diadakan di sana shalat berjama’ah, melainkan telah nyatalah bahwa mereka telah dipengaruhi oleh syetan. Karena itu jagalah shalat berjama’ah, sebab hanya kambing yang terpencil dari kawanannya sajalah yang dapat dimakan oleh serigala”. (HR. An Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjauhkan Diri Dari Sifat Orang Munafik&lt;br /&gt;Di antara sifat orang munafik adalah mereka bermalas-malasan dalam shalat. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam surat An Nisa ayat 142.&lt;br /&gt;”Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidaklah ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihi (beratnya) shalat Shubuh dan Isya’. Dan seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya, niscaya mereka akan datang (berjama’ah) meskipun dengan merangkak” (Mutafaqun ’Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjadi Sebab Diampuni Dosanya oleh Allah&lt;br /&gt;”Jika imam mengucapkan ”ghoiril maghdhubi ’alaihim waladhallin” (bukan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula oranng-orang yang tersesat) maka ucapkanlah ”amin”, karena sesungguhnya siapa yang ucapan (aminnya) bersamaan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dari dosa-dosanya yang telah lalu” (HR.Mutafaqun ’Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika imam mengucapkan ”sami’allahu liman hamidah” (Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya) maka ucapkanlah ”Allahumma rabbana lakal hamdu” (Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji), karena sesungguhnya siapa yang ucapannya bersamaan ucapan malaikat, niscaya ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Mutafaqun ’Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Siapa yang berwudhu untuk shalat dan menyempurnakan wudhunya, lalu berjalan (untuk menunaikan shalat wajib, dan ia shalat bersama manusia atau bersama jama’ah atau di dalam masjid, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berada Dalam Jaminan Allah&lt;br /&gt;”Siapa yang shalat Shubuh secara berjama’ah maka ia berada dalam jaminan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mendapatkan naungan Allah di Hari Kiamat&lt;br /&gt;”Tujuh golongan manusia yang Allah akan menaunginya pada hari kiamat di mana tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. ... seseorang yang hatinya senantiasa bergantung dengan masjid” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bebas Dari Neraka dan Sifat Munafik&lt;br /&gt;”Siapa yang melakukan shalat berjama’ah selama 40 hari, dan ia mendapatkan takbir pertama, niscaya dituliskan untuknya dua pembebasan, bebas (selamat) dari neraka dan selamat dari nifak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Selamat Dari Kelalaian&lt;br /&gt;”Sungguh beberapa kaum benar-benar akan menghentikan (kebiasaannya) meninggalkan shalat berjama’ah atau Allah benar-benar akan mengunci mati hati mereka lalu mereka benar-benar termasuk orang yang lalai” (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sebagai Media Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan)&lt;br /&gt;Berlomba-lomba dalam kebaikan, amal sholeh, yang telah diperintahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah berfirman;&lt;br /&gt;”Dan yang demikian itu, hendaknya orang berlomba-lomba” (QS. Al-Muthaffifin : 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh kan guy’z, manfaatnya oke buangeet khan?! So, masih ada yang mau males-malesan sholat berjama’ah (apalagi buat yang cowok-cowok niih)? Pastinya enggak dunk yaaaaa....? Pahalanya Syurga gitu lho........!!!! Semangat.....!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:”The Power Of Shalat Jama’ah”; Abdullah Khoir, Insan Media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5868700199529687454?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5868700199529687454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/manfaat-sholat-berjamaah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5868700199529687454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5868700199529687454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/manfaat-sholat-berjamaah.html' title='Manfaat Sholat Berjama&apos;ah'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5882569182986313948</id><published>2009-03-02T09:42:00.001+07:00</published><updated>2009-03-02T09:55:23.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Ponari dan Realitas Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Fenomena pengobatan alternatif seperti dukun Ponari dan beberapa dukun cilik lainnya yang sering kita saksikan melalui layar televisi kita sungguh meresahkan. Betapa banyak orang-orang yang rela mengantri dengan resiko lemas bahkan mati terinjak-injak hanya untuk mendapatkan air yang konon berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sebenarnya pengobatan alternatif yang tidak sesuai syari’at dan secara logika juga tidak masuk akal sudah lama menjadi bagian yang sulit dihilangkan dari kultur masyarakat kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;Fenomena ini bisa kita lihat dari dua sudut pandang, yakni dari segi syari’at dan dari segi sosial. Secara syari’at, tentu saja ini merupakan pekerjaan rumah yang sangat besar bagi para Arsitek Perubahan (baca:da’i). Tentu saja dalam Islam dikenal pengobatan alternatif yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.dan tentu saja tidak masalah jika yang digunakan oleh masyarakat adalah pengobatan alternatif yang tidak bertentangan dengan apa yang telah Allah tetapkan dan Rasulullah contohkan, tapi sayangnya kebanyakan pengobatan alternatif yang dipilih oleh masyarakat adalah yang mengancam aqidah mereka. Na’udzubillah, jika kesembuhan itu diperoleh dengan menggadaikan aqidah. Atau yang lebih parah lagi, jika karena pengobatan itu sang pasien malah tidak tertolong. Meninggal dengan menggadaikan aqidah tanpa ada kesempatan untuk bertaubat, nau’dzubillahi min dzalik.....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;Secara sosial, fenomena masyarakat ini sangat erat kaitannya dengan potret kemiskinan yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat negeri ini. Kemiskinan yang disebabkan dzalimnya para pemegang kekuasaan, keserakahan pejabat-pejabat negeri ini, ketidak amanahan sebagian besar wakil rakyat di parlemen sana. Kemiskinan yang begitu menghimpit kehidupan mereka, sehingga membuat mereka berfikir ribuan kali untuk ke dokter atau bahkan puskesmas jika sakit dan memilih pengobatan alternatif yang lebih dapat dijangkau dari segi biaya dan jarak karena untuk mengganjal perut mereka saja mereka harus berjuang begitu keras. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;Inilah potret kelam kemiskinan di negeri ini, yang mempunyai berbagai efek baik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan atau dalam kehidupan spiritual. Apapun kita...kita adalah da’i kawan sebelum apapun kita. Dan pekerjaan-pekerjaan rumah yang berserakan di negeri ini adalah tanggung jawab kita, siapapun kita dan apapun profesi kita. Kita bisa membawa perubahan...perbaikan pada negeri ini. Mari..bekerja, berkarya dan terus beramal, kawan.....karena sekecil apapun jika kita lakukan secara terus menerus dan berkesinambunagan, apalagi jika banyak orang yang melakukannya tentu akan memberikan dampak yang luar biasa. Tapi jika orang lain belum melakukannya, jangan bersedih kawan, teruslah bekerja, berkarya dan beramal dengan ikhlas dan suatu saat engkau akan melihat keajaiban tersendiri disekitarmu...... &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5882569182986313948?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5882569182986313948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/ponari-dan-realitas-masyarakat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5882569182986313948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5882569182986313948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/03/ponari-dan-realitas-masyarakat.html' title='Ponari dan Realitas Masyarakat'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-9177770672842329354</id><published>2009-02-27T10:35:00.002+07:00</published><updated>2009-02-27T10:40:22.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CoPaz'/><title type='text'>Sekeping Hening</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Ada sesuatu&lt;br /&gt;Yang terus mendesak saat&lt;br /&gt;dibendung&lt;br /&gt;Terus meruyak saat&lt;br /&gt;Dikungkung&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lantas&lt;br /&gt;Meledak saat dipenjara&lt;br /&gt;Dalam ruang&lt;br /&gt;Selalu&lt;br /&gt;Menuntut dibiarkan&lt;br /&gt;Dilepaskan&lt;br /&gt;Dan… dilupakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia mengalir&lt;br /&gt;Tenang&lt;br /&gt;Dalam diam,&lt;br /&gt;dalam lengang&lt;br /&gt;Dalam gelap sepi entah sampai&lt;br /&gt;Kapan akan berhenti&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : tags "diary" di www.saktiwibowo.multiply.com (judul asli "O")&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-9177770672842329354?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/9177770672842329354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/sekeping-hening.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/9177770672842329354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/9177770672842329354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/sekeping-hening.html' title='Sekeping Hening'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-696441292293420255</id><published>2009-02-27T10:24:00.002+07:00</published><updated>2009-02-27T10:28:17.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CoPaz'/><title type='text'>Bertemu Sisipus (Pelajaran Tentang Futur)</title><content type='html'>Saat menemuinya di tebing batu, aku melihat bahwa wajah Sisipus begitu lelah. Tentulah begitu. Ia telah mendorong batu mendaki bukit. Namun, usahanya itu seakan sia-sia saat sang batu kembali meluncur ke lembah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Telah begitu ia lakukan bertahun-tahun, mungkin berabad-abad. Setiap kali batu yang didorongnya tiba di puncak bukit, batu itu akan menggelincir ke lembah. Tapi, ia akan kembali mendorongnya, sementara ia tahu sesampai di puncak, batu itu akan kembali menggelincir ke lembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kasihan menatap wajah yang lelah itu.&lt;br /&gt;“Tidakkah kau bosan mendorong batu dan menggeleincirkannya kembali?”&lt;br /&gt;Ia menggeleng. “Jika aku bosan, maka aku telah berhenti mendorong batu-batu itu.”&lt;br /&gt;Dan memang, belum pernah kudengar berita Sisipus berhenti mendorong batu ke atas bukit.&lt;br /&gt;“Ah, alangkah menyedihkan nasibmu.”&lt;br /&gt;“Nasib mana?”&lt;br /&gt;“Kerja kerasmu sia-sia begitu batu yang kaudorong ke puncak, kembali bergulir ke lembah.”&lt;br /&gt;“Sedih atas itukah engkau? Oh, sungguh! Andai kau tahu, aku tak pernah sedih dengan tergenlincirnya batu-batu. Sebab, jika ia kokoh bertengger di puncak sedangkan aku masih hidup, apa yang akan kulakukan lagi? Jika ia bertengger di puncak, maka itu akan membuat aku berhenti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Sisipus yang sepanjang hidupnya mendorong batu. Ia tak boleh bosan mendorongnya, sebab itu akan membuat ia tidak melakukan pendakian. Ia juga tidak boleh menggerutui batu yang menggelinding kembali ke lembah. Sebab jika batu itu berdiam di puncak, tak akan ada lagi yang kan didorongnya.&lt;br /&gt;Sisipus adalah kita. Mendorong batu adalah hakikat ibadah. Menggelincir ke lembah adalah fluktuasi keimanan.&lt;br /&gt;Menjadi futur bukanlah aib, meski bukan pula sesuatu yang layak untuk dinikmati dan dibanggakan. Tapi, itu sebuah proses pencapaian ibadah.&lt;br /&gt;Futur adalah sebuah keniscayaan agar hakikat kita sebagai hamba itu terdefinisi.&lt;br /&gt;Jika manusia telah tak lagi futur, sampailah ia pada ujung umur.&lt;br /&gt;Diberi-Nya kita futur agar kita kembali memulai proses. Seperti Sisipus yang kembali mendorong batu ke puncak bukit.&lt;br /&gt;Futur hakikatnya sebuah kepercayaan dari-Nya agar kita memulai lagi sebuah pendakian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber :www.saktiwibowo.multiply.com (dengan sedikit penambahan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-696441292293420255?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/696441292293420255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/bertemu-sisipus-pelajaran-tentang-futur.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/696441292293420255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/696441292293420255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/bertemu-sisipus-pelajaran-tentang-futur.html' title='Bertemu Sisipus (Pelajaran Tentang Futur)'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-7818067973475368572</id><published>2009-02-24T20:13:00.001+07:00</published><updated>2009-02-24T20:16:47.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Nonton Bioskop</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ini bukan judul lagunya alm.Benyamin S yang cukup terkenal di era tahun 80’an (bener ga sih tahunnya) itu lho.... Ini beneran pengalaman nonton bioskop, pengalaman pertama semenjak aku dewasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sebenernya aku berazzam ga mau nonton ke bioskop, sebagus apapun filmnya. Buatku lebih baik menunggu sampai VCD nya keluar dan nonton di rumah sendiri. Aku punya alasan tersendiri menganai hal ini, kawan.... Salah satunya aku tidak merasa cukup nyaman masuk bioskop dengan jilbab rapi seperti yang biasa aku kenakan sepuluh tahun terakhir. Aku ga mau dijadikan referensi dan justifikasi bagi orang lain; mbak itu aja nonton ke bioskop. Hiiiiiii.....takuuut..!! Emang sih ke bioskop ga haram (selama film yang ditonton juga film yang ga haram dilihat), tapi gimanaaaaa gituuuu......ga nyaman aja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Kembali pada pengalaman pertamaku nonton bioskop; sehari sebelum pulang ke Pontianak setelah test di kejagung, teman sekost-an ku minta ditemenin nonton.....bilangnya anak-anak kost-an yang lain pada ikut. Awalnya aku menolak, tapi temanku ini terus saja merayuku setengah merengek. Dasar melankolis, susah banget bilang ”enggak” akhirnya aku menyatakan kesediaanku dengan setengah hati. Kebetulan aku belum nonton film ’Laskar Pelangi’ tapi ternyata teman-temanku yang akan pergi bareng udah pada nonton dan mereka pengen nonton film yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya kami pergi ke PH berempat, aku nonton ’Laskar Pelangi’ dan tiga temanku yang lain nonton film barat yang baru keluar. ”Mau dianterin ga mbak?”Euis menawarkan untuk menemaniku masuk ke studio 3 karena film yang akan dia tonton baru akan dimulai 15 menit lagi. ”Ga usah deh...”, dengan PeDe nya aku menolak tawaran Euis, ga maksud apa-apa sih....tapi ga tau kenapa aku menolak tawaran itu  padahal seperti yang aku katakan tadi, it’s my first time!! Tapi aku ga bilang-bilang ke yang lain. Dulu waktu kecil bisa dibilang aku cukup sering nonton ke bioskop tapi saat itu aku belum ngerti apa-apa, taunya udah duduk di kursi bareng kedua orang tuaku. Dan saat itu, dengan PeDe nya aku masuk studio sendirian...walhasil aku bingung sodara-sodara...dengan kursi yang bersusun begitu banyak, aku musti duduk dimana........??? Karena bingung dan banyak yang duduk berdua-duaan, aku memilih duduk di kursi yang agak belakang, di dekat seorang ibu dan anak kecil. Tempat yang cukup aman, fikirku... tak berapa lama aku duduk di tempat itu, ada serombongan remaja menuju ke arah tempat dudukku dan tampak sedikit bingung sembari melihat tiket masuknya. Kemudian salah seorang diantaranya bertanya; ”maaf, mbak nomor berapa?” tergesa kuambil tiket dari tasku. ”E 17” jawabku perlahan. ”ooo....E 17 di situ mbak” katanya, sambil menunjuk ke arah depan”. ”ooooo gitu, maaf ya...makasih” ujarku menahan malu. Aku pindah ke nomer 17 beberapa baris di depan kursi yang kududuki semula, singkatnya karena hanya memperhatikan nomer tanpa melihat baris kursinya aku harus nebelin muka, karena beberapa kali salah duduk. Tengsiiiiin abiizzzz.....!!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Tapi sayangnya penderitaanku belum selesai sampai pada menahan malu tapi berlanjut menahan pegel, karena baru setengah jam nonton aku merasakan hal yang tidak enak. Badanku rasanya pegel semua karena duduk mulu...ga bisa ngapa-ngapain, beda dengan nonton di rumah. Capek duduk bisa rebahan, capek rebahan bisa miring sana-sini. Alhasil aku ga bisa menikmati film yang bagus ini sepenuhnya, aku kapook buangeet deh nonton bioskop. ”Ini pertama dan terakhir”, batinku. Udik banget ya?! Tapi bagiku mungkin ini ”sentilan” Allah karena mengingkari janji pada diriku sendiri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu’alam wastaghfirullah....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-7818067973475368572?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/7818067973475368572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/nonton-bioskop.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7818067973475368572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7818067973475368572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/nonton-bioskop.html' title='Nonton Bioskop'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-6950453010140405961</id><published>2009-02-22T17:27:00.001+07:00</published><updated>2009-02-22T17:29:57.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strong Lyric Song'/><title type='text'>Single Happy</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;mereka bilang aku pemilih dan kesepian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;terlalu keras menjalani hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;beribu nasehat dan petuah yang diberikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;berharap hidupku bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:georgia;"&gt;reff:&lt;br /&gt;aku baik baik saja&lt;br /&gt;menikmati hidup yang aku punya&lt;br /&gt;hidupku sangat sempurna&lt;br /&gt;I'm single and very happy&lt;br /&gt;mengejar mimpi mimpi indah&lt;br /&gt;bebas lakukan yang aku suka&lt;br /&gt;berteman dengan siapa saja&lt;br /&gt;I'm single and very happy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka bilang sudah saatnya karena usia&lt;br /&gt;untuk mencari sang kekasih hati&lt;br /&gt;tapi kuyakin akan datang pasangan jiwaku&lt;br /&gt;pada waktu dan cara yang indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu terus berjalan tak bisa kuhentikan&lt;br /&gt;kuinginkan yang terbaik untuk hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : &lt;/span&gt;Oppie Andaresta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-6950453010140405961?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/6950453010140405961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/single-happy_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6950453010140405961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6950453010140405961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/single-happy_22.html' title='Single Happy'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1154058391697606487</id><published>2009-02-22T16:42:00.003+07:00</published><updated>2009-02-22T17:08:08.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Hopefully</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Entah kenapa tapi belakangan ini hatiku berdebar-debar. Kegelisahan yang bergulir seiring waktu yang berjalan. Hey...jangan pandang aku dengan tatapan penuh curiga seperti itu, aku tak sedang jatuh cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Hatiku mulai berdebar ketika mengetahui kejelasan jadwal tentang waktu Diklat Teknis Administrasi Kejaksaan, yang akan aku lalui bulan depan selama dua pekan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Tak sabar rasanya menanti akhir masa diklat karena saat itu aku akan menerima Surat Keputusan dan juga mengetahui di mana aku akan ditempatkan kelak. Ada perasaan yang aneh, entahlah.... Jawabannya akan kuketahui di penghujung Maret. Penghujung bulan yang akan menentukan langkah kaki di hari-hari selanjutnya. Penghujung Maret yang akan mempengaruhi sebagian besar sendi-sendi kehidupanku. Di mana pun, semoga yang terbaik untuk dunia dan akhiratku... semoga membawa keberkahan, semoga...!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1154058391697606487?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1154058391697606487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/hopefully.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1154058391697606487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1154058391697606487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/hopefully.html' title='Hopefully'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2920386041066874886</id><published>2009-02-19T18:56:00.000+07:00</published><updated>2009-02-19T18:58:32.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Pemimpin; Cerminan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahasan mengenai “Ketersinggungan Anggota DPR RI” di Editorial Media Indonesia yang di tayangkan Metro TV tadi pagi menarik perhatianku yang belakangan cukup bosan dengan pemberitaan perihal kaum elite negeri ini yang seolah (atau memang) tidak punya etika. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Tapi bukan tentang moralitas pemimpin negeri ini yang ingin kucermati, karena rasanya rakyat negeri ini sudah mengetahui kelakuan mayoritas para anggota dewan yang “terhormat” itu. Korupsi, skandal dengan WIL, adu jotos di ruang sidang, dan segudang tindakan tak terpuji lainnya (dalam posisinya sebagai maupun di luar posisinya sebagai anggota DPR) telah menjadi “tontonan” keseharian rakyat negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Inilah potret carut marut pemimpin negeri ini, kawan…. Tapi apakah semua ini murni kesalahan mereka? Bukankah kita, rakyat yang merupakan bagian dari kesatuan bernama Negara ini yang telah memilih mereka? Inilah cermin dari rakyat negeri, masyarakat kita, kawan… karena kualitas pemimpian negeri ini adalah cerminan kualitas masyarakat yang notebenenya adalah masyarakat yang telah memilihnya. Anggota masyarakat yang berkualitas tentunya tidak akan pernah memilih pemimpin yang tidak berkualitas. Mereka pasti akan melihat bibit, bebet dan bobot calon wakil rakyat yang dengan suaranya akan dihantarkan menuju sebuah institusi Negara yang menempatkannya sebagai pengmbil kebijakan untuk nasib anak-anak di negeri ini. Seorang anggota masyarakat yang mempunyai kualitas kepribadian yang mengesankan tentunya tidak akan memilih calon wakil rakyat yang tidak memiliki attitude, yang selalu menggunakan cara-cara premanisme sebagai alat kekuasaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Mari kita coba mengingat kembali, siapa orang yang kita pilih pada pesta demokrasi yang berlangsung lima tahun silam. Dan lihatlah bagaimana kinerja dan sikapnya selama lima tahun mengemban amanah yang kita percayakan pada mereka, apakah mereka termasuk anggota dewan yang bermasalah? Jika tidak, maka bersyukurlah ternyata mereka tergolong yang amanah, berusaha dengan sekuat tenaga untuk memperjuangkan kesejahteraan dan perbaikan bagi rakyat negeri ini. Tapi jika anggota dewan yang telah kita berikan kepercayaan melalui satu suara yang kita masukkan pada bilik suara ternyata termasuk dalam kelas Taman Kanak-kanak yang lebih sering masuk televisi bukan karena prestasinya tetapi karena dosa-dosa pengkhianatannya terhadap amanah rakyat, belum terlambat untuk memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan. Masih ada waktu untuk melihat kembali calon-calon wakil rakyat yang ada saat ini, mencermati dan mengamati denga seksama, mana yang memiliki bibit, bebet dan bobot yang layak untuk dipilih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Percayalah, kawan….golput (tidak memilih) bukan solusi dari keterpurukan negeri ini, negeri yang telah dibebaskan dengan darah para pejuang yang ikhlas. Mari kita bantu ibu pertiwi untuk bangkit dan menghapus air matanya dengan turut serta memilih pemimpin yang dapat dipertanggungjawabkan dunia maupun akhirat. Jangkan pernah patah arang akan kejayaan negeri ini. Dan bangkitlah, negeriku….karena harapan itu masih ada dan akan selalu ada. Harapan negeri ini sekarang ada di tangan kita, pada pilihan yang akan kita tetapkan pada pesta demokrasi yang akan segera dilangsungkan negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2920386041066874886?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2920386041066874886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/pemimpin-cerminan-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2920386041066874886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2920386041066874886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/pemimpin-cerminan-masyarakat.html' title='Pemimpin; Cerminan Masyarakat'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1830177592691793385</id><published>2009-02-18T20:09:00.001+07:00</published><updated>2009-02-18T20:12:02.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CoPaz'/><title type='text'>5 Cm</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Jadi kalo kita yakin sama sesuatu, kita Cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah nyerah dan taruh keyakinan itu di sini….” Zafran meletakkan telunjuk di depan keningnya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul…banget. Taruh mimpi itu di sini…” Genta melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;“Juga keinginan dan cita-cita kamu,” ujar Arial.&lt;br /&gt;“Semua keyakinan, keinginan, dan harapan kamu…,” Riani berkata pelan.&lt;br /&gt;“Taruh di sini...,” Dinda ikut meletakkan telunjuk di depan keningnya.&lt;br /&gt;Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun. “Betul! Begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu maukejar taruh di sini.: Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya….&lt;br /&gt;“Kamu taruh di sini…jangan menempel di kening.&lt;br /&gt;Biarkan….&lt;br /&gt;Dia…&lt;br /&gt;Menggantung….&lt;br /&gt;Mengambang…..&lt;br /&gt;5 centimeter….&lt;br /&gt;Di depan kening kamu…….”&lt;br /&gt;“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri….”&lt;br /&gt;“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan…..sehabis itu yang kamu perlu… Cuma…..”&lt;br /&gt;“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”&lt;br /&gt;“lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…..”&lt;br /&gt;“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…..”&lt;br /&gt;“Serta mulut yang akan selalu berdoa….”&lt;br /&gt;“Dan kamu akan dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita dan keajaiban keyakinan manusia yang tidak terkalkulasikan dengan angka berapa pun…. Dan kamu nggak perlu bukti apakan mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dikutip dari novel berjudul sama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1830177592691793385?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1830177592691793385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/5-cm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1830177592691793385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1830177592691793385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/5-cm.html' title='5 Cm'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2500773605239822624</id><published>2009-02-13T21:11:00.001+07:00</published><updated>2009-02-13T21:27:54.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Cantik Tapi Koq Pelit</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap kali melewati perempatan lampu merah dan melihat gepeng (gelandangan dan pengemis) aku selalu teringat sebuah moment ketika aku dan seorang teman berjalan di jembatan penyebrangan di dekat terminal Baranangsiang sepulang dari Kebun Raya Bogor pada sebuah sore yang teduh dan sejuk. Ketika melewati jajaran pengemis menuju jembatan penyebrangan dia merogoh sakunya dan memberikan uang kepada beberapa pengemis yang kami lewati, beberapa saat kemudian dia menyikut (atau mencubit?lupa...) sambil berkata; ”cantik-cantik koq pelit sih”. Shock juga sih dikatain pelit.....&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya hak temanku untuk menilai aku pelit, tapi aku juga punya sikap yang harusnya juga dihargai dalam menghadapi fenomena sosial yang satu ini. Pastinya semua orang juga punya pendapat dan sikap yang berbeda-beda. Kita mungkin masih ingat wacana (atau rancangan Perda?) yang melarang untuk memberikan uang kepada pengemis di jalan-jalan, tentu saja wacana (atau rancangan Perda?) itu menimbulkan pro dan kontra. Aku sendiri termasuk yang pro pada wacana tersebut.&lt;br /&gt;Banyak alasan yang mendasari keberpihakanku pada wacana (atau rancangan Perda?) tersebut. Pertama; meminta-minta adalah perilaku yang mencerminkan rendahnya harga diri seseorang. Bayangkan saja jika banyak warga negara kita yang mentalitasnya seperti itu padahal mereka masih bisa dan sanggup bekerja. Kedua; lebih baik memberikan kail daripada memberikan ikan, ketika kita memberi uang kepada pengemis di jalan-jalan maka sesungguhnya kita tengah menjerumuskan mereka pada sesuatu yang bernama kebergantungan kepada orang lain. Menjauhkan mereka dari kemandirian dan ketelatenan dalam berusaha. Ketiga; banyak di antara para pengemis itu ternyata orang yang berkecukupan, bukan orang yang kepepet udah ga bisa kerja lagi. Di kampungnya mereka punya rumah pribadi yang sangat layak huni, ada parabolanya pula...menggunakan perhiasan emas dan lain sebagainya. Jadi aku tidak ingin mengeluarkan uang sesen untuk orang yang salah atau setidak-tidaknya kurang tepat.&lt;br /&gt;Memang mereka sendiri yang bertanggungjawab kepada Allah jika mereka melakukan kebohongan, tapi kita turut andil dalam membentuk mentalitas warga masyarakat yang tidak mandiri dengan memberi ikan bukannya kail. Rasanya akan lebih bermanfaat jika rupiah demi rupiah yang ingin kita berikan pada orang-orang yang membutuhkan itu dikelola oleh lembaga zakat atau apalah bentuk dan namanya agar lebih terorganisir dan penyalurannya lebih bermanfaat jika berbentuk modal usaha dengan bimbingan dan pemantauan yang baik sehingga mereka yang ingin kita bantu ini bisa lebih berdaya. Bukankah kebaikan yang terorganisir itu lebih baik daripada yang tidak? Dan bukankah dalam Islam juga diajarkan untuk memberi kail, bukan ikan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”mengenang seorang teman yg mgkn udah lupa peristiwa ini"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2500773605239822624?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2500773605239822624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/cantik-tapi-koq-pelit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2500773605239822624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2500773605239822624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/cantik-tapi-koq-pelit.html' title='Cantik Tapi Koq Pelit'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1082291018316045019</id><published>2009-02-12T20:10:00.000+07:00</published><updated>2009-02-14T20:19:09.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>Belajar Dari Mentari</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Duhai mentari, ajari aku tentang keta’atan.&lt;br /&gt;Seperti taatmu menjalani perintah perintah Pemilik Alam untuk selalu terbit seiring fajar dan kembali ke peraduanmu bersama senja...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu setiap hari, pada waktu dan tempat yang sama kecuali kelak di satu hari saat engkau menerima titah yang berbeda dari biasanya....&lt;br /&gt;Ketaatan mutlak tanpa bantahan atas titah Sang Raja...&lt;br /&gt;Duhai mentari, ajari aku mengenai keikhlasan....&lt;br /&gt;Seperti ikhlasmu mendengar keluh dan cerca manusia karena terikmu saat mencapai siang, padahal setiap hari mereka memanfaatkanmu, mengambil kentungan darimu...namun engkau tak pernah marah atau bahkan meminta imbalan atas apa yang telah kau berikan selama umur bumi ini.&lt;br /&gt;Padahal engkau bisa saja marah, merajuk...dan meminta pada Tuhanmu tuk tak bertugas sehari saja agar manusia-manusia yang tak pandai bersyukur itu tau betapa berharganya engkau...&lt;br /&gt;Keikhlasan yang hanya mengharap ridho dan kecintaan Sang Pemilik...&lt;br /&gt;Duhai mentari, ajari aku mengenai kesetiaan....&lt;br /&gt;Seperti setiamu pada bumi tuk terangi penghuninya sebagai bukti setiamu pada Sang Kreator tata surya. Kesetiaan yang tulus sebagai bukti ketaatan, kesetiaan yang tak lapuk oleh zaman yang kian jalang... kesetiaan yang tetap kokoh meski diterjang badai, engkau tetap setia di sana meski awan kelabu menghalangi hangat sinarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1082291018316045019?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1082291018316045019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/belajar-dari-mentari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1082291018316045019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1082291018316045019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/belajar-dari-mentari.html' title='Belajar Dari Mentari'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-4896809992944737496</id><published>2009-02-02T20:16:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T20:20:51.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>Pasrah Itu....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pasrah itu menerima apapun hasil yang telah kita perjuangkan, bukan menyerah seolah tanpa daya ketika kegagalan demi kegagalan menjadi bagian dari proses penempaan diri... &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasrah itu bangkit dan kembali berjuang menyongsong kemenangan, kesuksesan atau apapunlah namanya, ketika kita terjatuh dan terluka dalam sebuah pertempuran.&lt;br /&gt;Pasrah itu bukan berarti kita tak boleh menangis dan merasa kecewa atas sebuah kegagalan atau kekalahan, namun kita tak boleh larut dalam tangis dan kecewa yang berkepanjangan karena akan menyurutkan langkah dan mematikan semangat, menggerus diri secara perlahan namun pasti dan akhirnya membuat kita menjadi manusia tanpa mimpi, tanpa asa.....&lt;br /&gt;Pasrah itu tetap mencoba tersenyum meski hati menangis, tersenyum untuk menjemput kebahagiaan, kemenangan atau apapunlah namanya. Karena senyum adalah pesan kebahagiaan yang paling cepat sampai ke hati.&lt;br /&gt;Pasrah itu adalah obat mujarab yang akan mendatangkan keajaiban-keajaiban tak terduga dari Sang Pemilik Kehidupan, karena berarti kita tengah berusaha mencintai, mensyukuri dan berbaik sangka atas apapun yang Dia berikan untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lautbiroe@mencoba pasrah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-4896809992944737496?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/4896809992944737496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/pasrah-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4896809992944737496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4896809992944737496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/02/pasrah-itu.html' title='Pasrah Itu....'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3519701494851325506</id><published>2009-01-28T20:11:00.001+07:00</published><updated>2009-02-12T20:19:07.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Merampas Hak Orang Lain?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pernah ga pas lagi ngantri truz tiba-tiba diserobot secara semena – mena dengan orang lain? Kalau ada yang belum pernah ngerasa, aku coba kasi tau gimana rasanya; keseeeeeel, sebeeeeeeel plus dongkol setengah mati! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Suatu hari aku terpaksa membayar tagihan telfon ku ke kantor pos besar, siang hari bolong dan belum makan siang. Di depanku ada dua orang yang mengantri, pas tiba giliranku tiba-tiba ada bapak berseragam dinas kesehatan yang nyerobot antrianku. Pastinya ga rela dunk klu hak aku dirampas gitu aja, jadi spontan aku nyeplos; ”maaf Pak, kaya’nya saya duluan deh yang antri” dengan nada yang kubuat sesopan mungkin meski dongkol luar binasa eh,luar biasa...hehe... Bukannya minta maaf, tuh bapak malah cuek aja dan langsung menyebutkan nomer telfonnya ke petugas kantor pos. Apa hendak dikata, petugasnya juga bukan belain aku eh....malah langsung melayani tuh bapak berseragam. Nyebelin banget kan? Seorang teman juga pernah bercerita penngalamannya ketika antri si sebuah restoran ternama, padahal waktu itu antrian begitu panjang tiba-tiba ada seorang pelanggan yang baru datang (berseragam polisi lengkap, entah apa pangkatnya), langsung pesan bebek panggang dan si pelayan restoran langsung memberikan apa yang dipesan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Tapi aku bukan pengen curhat tentang rasa kesal yang aku rasain coz didzolimin, dianiaya... Coba kita cermati sikap bapak berseragam tadi dan petugas kantor pos. Ketika hak kita dirampas oleh orang lain, hampir bisa dipastikan kita akan protes agar kita bisa mendapatkan apa yang menjadi hak kita. Tapi ketika kita ada di posisi petugas kantor pos atau bapak berseragam itu, apa kita akan tetap berupaya untuk mengembalikan hak orang lain?  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Jadi inget pas lagi beli sarapan tadi pagi, ketika aku sampai di warung langgananku, udah ada seorang remaja dan  dua anak kecil yang antri duluan dan karena kakak pemilik warung lagi beli kertas makanan akhirnya kami menunggu cukup lama. Dan dua anak kecil tadi di minta oleh si remaja tadi untuk memanggilkan si kakak. Dua anak tadi pun pergi memanggil si penjual dan taukah kalian siapa yang lebih dulu dilayani? Bukan...bukan dua kakak beradik yang sudah antri lebih dulu, bukan anak kecil yang udah manggilin si kakak agar pelanggannya ga kabur. Apa karena mereka anak kecil sehingga orang dewasa punya hak yang lebih besar dibandingkan seorang anak kecil?  Satu kali hak mereka dirampas hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Ketika tiba giliran mereka, eh....si kakak malah bertanya padakku, ”mbak mau beli apa?”. aku ga mau dunk merampas hak orang lain, anak kecil lagi.... jadi aku tolak dengan halus kebaikan si kakak, sekaligus mengadvokasi si kakak untuk lebih menghargai hak orang lain meskipun anak kecil. ”Yang duluan ngantri kan adek-adek ini kak, ambilin punya mereka aja dulu”. ”ga papa koq, mereka keponakan kakak”, nah loh apa hubungannya gumamku dalam hati?  Setengah mendesak aku meminta agar anak kecil itu didahulukan tapi tetap saja yang dilayani lebih dulu. Kali kedua hak anak-anak itu dirampas hari ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Begitu banyak potret perampasan hak di negeri kita ini, kawan... Mungkin itu terjadi karena contoh yang diberikan oleh para pemimpin negeri ini. Orang tua yang seharusnya jadi panutan malah memberikan pelajaran yang buruk pada orang yang lebih muda, terlebih lagi beliau orang ”berseragam” yang bisa dikategorikan orang yang berpendidikan tapi malah ga punya attitude.  Sedangkan petugas kantor pos yang sebenarnya punya wewenang mengembalikan yang seharusnya menjadi hak pelanggan yang lain malah melakukan justifikasi perampasan hak yang terjadi di depannya. Pemimpin yang harusnya jadi kebanggaan rakyatnya malah memberikan kontribusi negatif bagi generasi penerus bangsa. Perampasan hak yang merupakan kejahatan lama kelamaan menjadi pemandangan sehari-hari dan terjadi di semua kalangan, akhirnya menjadi suatu hal yang biasa dan bisa dimaklumi. Dapat dipastikan yang lebih lemah pasti menjadi korban.  Sekarang tinggal kita yang memilih, akan ikut dalam arus yang ada atau mencoba bersikap adil sekecil apapun peran kita? Perubahan itu ada di tangan kita; kamu dan aku, kawan.....  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3519701494851325506?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3519701494851325506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/merampas-hak-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3519701494851325506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3519701494851325506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/merampas-hak-orang-lain.html' title='Merampas Hak Orang Lain?'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1169516739157331757</id><published>2009-01-26T20:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T20:23:16.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Jujur; Bukan Barang Langka!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lagi di lampu merah, gerimis rasanya tak kunjung reda..ku ambil saputangan untuk menutupi wajah. Dua orang anak kecil sibuk menjajakan koran di tengah rintik hujan, mereka berlalu menjauhiku..mencoba menawarkan dagangannya pada kendaraan di belakangku. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka sudah berada di depanku sambil menyodorkan selembar uang lima ribuan, sambil berkata; ”Mbak, uangnya jatuh”. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau, aku pun segera berlalu sambil mengucapkan terima kasih pada adik yang mengembalikan uangku yang terjatuh saat mengambil sapu tangan dari saku jaketku. Aku kemudian berfikir, ternyata masih banyak juga orang yang jujur. Padahal adik tadi bisa saja mengambil uang yang terjatuh itu tapi dia lebih memilih mengembalikannya padaku, kondisi ekonomi yang mungkin tidak begitu baik mungkin bisa jadi justifikasi.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa membalas kebaikan adik tadi dengan doa, agar dia mendapatkan rezaki dari arah yang tidak disangka-sangka dengan cara yang istimewa dan dengan jumlah yang tak terkira untuk ukurannya,amiin.... Pastinya, hanya Allah yang dapat mengganjar setiap amal kebaikan yang kita lakukan, sekecil apapun dengan balasan yang sepadan dengan keikhlasan kita melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1169516739157331757?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1169516739157331757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/jujur-bukan-barang-langka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1169516739157331757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1169516739157331757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/jujur-bukan-barang-langka.html' title='Jujur; Bukan Barang Langka!'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-7464486499131567841</id><published>2009-01-16T20:01:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T20:02:21.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Amal Unggulan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Aku meniti jembatan siratul mustaqim, alhamdulillah aku berhasil melaluinya. Jembatan itu benar-benar kecil, di bawanya aku mendengar orang-orang berteriak dan kebanyakan adalah suara wanita. Lalu aku berada di sebuah taman yang keindahannya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata, bunga-bunganya teramat bagus tidak sebagus bunga-bunga yang ada di dunia….”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Subhanallah….Allahu Akbar….bulu kudukku berdiri mendengar temanku bercerita tentang teman kuliahnya yang sering bermimpi tentang hal-hal yang bisa menguatkan iman dan motivasi kita untuk meraih Syurga. Mungkin kita termasuk orang-orang yang sering meminta pada Allah agar diberikan mimpi yang begitu indah, tapi kita belum berkesempatan untuk mendapatkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Teman dari sahabatku ini bukan termasuk orang yang punya amalan harian yang “terjaga” seperti komunitas orang-orang yang mungkin kita anggap baik. Membaca Qur’an saja beliau masih terbata-bata, bahkan belum pernah khatam Qur’an sampai sekarang. Terang saja semua yang mendengar cerita sahabatku ini penasaran, amal apa gerangan yang membuatnya begitu sering mendapatkan mimpi-mimpi indah itu. Sahabatku tak memberikan jawaban yang pasti, karena sepengetahuannya tidak ada amal yang istimewa darinya. Tapi kemudian ia ingat bahwa temannya itu tak pernah lepas dari dzikir, “mungkin itu yang membuatnya istimewa di hadapan Allah”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Apapun amal unggulannya, kawan….pastilah ada kebaikan yang beliau lakukan dengan segenap keikhlasan sehingga membuat Allah jatuh cinta padanya. Oleh karenanya kawan, beramallah dengan sebaik-baik amal dan keikhlasan karena kita tidak pernah tau, amal mana yang akan menghantarkan kita ke syurga. Mari kita melakukan kebaikan, beramal dan terus beramal…..untuk bekal menuju kampung yang abadi. Wallahu’alam wastaghfirullah…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-7464486499131567841?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/7464486499131567841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/amal-unggulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7464486499131567841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7464486499131567841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/amal-unggulan.html' title='Amal Unggulan'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2194383542676744455</id><published>2009-01-14T19:58:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T20:00:15.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Dalam Bimbang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada kalanya kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menempatkan kita pada posisi yang begitu dilematis…. Ketika sebuah keputusan menentukan perjalanan hidup kita ke depan. Tentu saja tak cukup dengan kecerdasan untuk menghasilkan keputusan yang bijaksana dibutuhkan kehalusan intuisi, bashirah yang tajam untuk menggabungkan seluruh aspek yang menjadi paduan yang sempurna dalam kebijaksanaan sebuah keputusan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang kita anggap baik untuk kita ternyata belum tentu itu adalah hal yang tepat dan terbaik untuk kita. Yang baik belum tentu tepat, tapi insyaAllah yang tepat adalah hal yang juga baik untuk kita. Apalagi jika Allah yang memilihkan sendiri untuk kita. Bukankah yang terpenting adalah keberkahan Allah?!&lt;br /&gt;Kadang kita dikecohkan oleh godaan syaitan yang ingin membelokkan jalan seorang hamba Allah yang tengah berusaha mendaki tangga-tangga spiritual dalam kehidupannya, saat itulah komitmennya diuji, ketangguhan imannya dipertaruhkan. Dan tak hanya perjuangan kita saja yang menentukan, kadang lantunan doa dari lisan-lisan yang tak kita ketahui menjadi bantuan luar biasa yang akan membuat Allah memberikan petunjuk dalam dilema yang dihadapi dalam mengambil keputusan penting dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Rabb, terimakasih atas begitu banyak sahabat dan orang-orang yang mencintai hamba yang selalu mengingat hamba dalam lantunan do’a yang mereka panjatkan padaMU”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2194383542676744455?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2194383542676744455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/dalam-bimbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2194383542676744455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2194383542676744455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/dalam-bimbang.html' title='Dalam Bimbang'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-7011411563434343458</id><published>2009-01-14T09:41:00.001+07:00</published><updated>2009-02-11T09:44:42.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Nikmat Allah yang Mana yang Hendak Kau Dustakan?!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak hanya tawa, bahagia, sukses saja yang akan kita alami dalam hidup, tapi akan ada airmata, luka, perjuangan, kekurangan, kecewa,, kegagalan dan hal-hal yang kita anggap tidak menyenangkan untuk dialami. Tapi Allah telah menciptakan bumi dan seisinya dengan hal positif dan negatif, ada tawa begitu pula ada tangis, ada bahagia ada pula duka, ada kesuksesan dan ada juga kegagalan dan semuanya adalah sinergi yang indah kawan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Seperti indahnya pelangi yang muncul sesaat setelah hujan. Karena airmata tak abadi, begitu pula dengan tawa..... ketika kita menangis hari ini, yakinlah akan ada bahagia di ujung sana jika kita bersabar dan bersyukur. Bagitu pula jika kita tertawa hari ini, jangan senang dulu kawan...coba bersabarlah dalam kesenangan karena semua yang ada di dunia ini tak akan abadi. Ada sesuatu yang abadi setelah ini, di mana kesenangan dan kesusahan yang akan kita rasakan akan abadi, tak berujung..... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Karenanya kawan, jangan terpedaya dengan apapun yang tengah kita rasakan sekarang.... jangan terlena dengan kebahagiaan yang mungkin tengah kita rasakan kini, dan jangan larut dalam kesedihan yang mungkin tengah mendera kita karena kita harus mempersiapkan diri untuk sesuatu yang abadi, jangan sampai kita lalai untuk mempersiapkan kehidupan abadi itu. Syukurilah apapun yang kita rasakan hari ini atau mungkin esok dan selalu bersiaplah untuk rasa yang abadi, tentunya kita semua mengharapkan kenikmatan dan kebahagiaan abadi di SyurgaNYA kelak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;”Rabb, pertemukan hamba dengan orang-orang yang kucintai di taman SyurgaMU kelak, bersama-sama menikmati kebahagiaan yang kekal,amiin....” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-7011411563434343458?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/7011411563434343458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/nikmat-allah-yang-mana-yang-hendak-kau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7011411563434343458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7011411563434343458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/nikmat-allah-yang-mana-yang-hendak-kau.html' title='Nikmat Allah yang Mana yang Hendak Kau Dustakan?!'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-8286063328186751925</id><published>2009-01-14T09:41:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T09:42:34.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Masker Cabe</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bingung baca judulnya? Simak aja cerita ini, kawan......  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Entah kapan tepatnya aku pernah menyarankan adikku untuk menggunakan masker cabe untuk perawatan wajah, tentu saja ini bukan saran sungguhan melainkan hanya becandaan saja. Dan pastinya ga ada yang mau menggunakan cabe untuk masker, kecipratan sedikit aja panasnya bukan main. Tapi akhirnya aku merasakan bagaimana rasanya maskeran pake cabe. Lagi-lagi ini bukan sungguhan, kawan...tapi hanya kiasan saja. Ketika aku menjalani perawatan untuk mengobati jerawat yang kian meraja lela di wajahku ini, pada tahapan kedua aku disarankan oleh dokter kulit yang merawatku untuk melakukan ’peeling wajah’ agar flek-flek yang ditimbulkan akibat bekas jerawat bisa hilang dan aku mengikuti saran bu dokter. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Aku fikir peeling wajah yang akan dilakukan sama saja seperti yang dilakukan di Ummi Baiti (salon tempat biasa aku facial). Namun setelah wajahku dibersihkan ada hal yang aneh, mbak yang ngerjain wajahku mulai memasang kipas angin tepat di depan wajahku dan bu dokter kemudian duduk serta memeriksa wajahku. Aku mulai curiga dan memutuskan untuk bertanya ”Dok, yang ini ga sakit kan?” bu dokter dengan santai menjawab ”enggak koq mbak, hanya panas dan pedih sedikit makanya dipasangin kipas ntar kalau udah selesai dikompres pake air dingin”. Weeks.......aku hanya bisa pasrah, masih kebayang perawatan pertama yang sakitnya bukan main. Bu dokter mulai mengaplikasikan cairan di wajahku, mulai menghangat.....kemudian menambahkannya lagi, terasa semakin panas dan pedih. ”tahan ya, diolesin sekali lagi” dan benar saja rasanya semakin panas.........seperti menggunakan masker cabe............!!!!!! (sampe pengen nangis nahannya.......). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Dalam hati aku berjanji, ga akan gratil dan iseng lagi mencet jerawat karena ngobatinnya sakiiiiiit banget. Dan untukmu yang membaca tulisanku ini, rawatlah wajahmu sebagai bukti syukurmu pada Allah yang telah memeberikan kulit yang sehat dan bersih. Jangan pernah gatel untuk mencet jerawat yang tumbuh secara sporadis karena akan memperparah kondisinya, segera saja konsultasi ke dokter kulit jika kemudian jerawat di wajahmu beranak pinak tak karuan. Jangan sampe ngrasain masker cabe untuk mengembalikan wajah sehatmu seperti semula. Karena aku telah merasakannya, kawan.... dan rasanya sakit buangeeet booooo.......!!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-8286063328186751925?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/8286063328186751925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/masker-cabe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8286063328186751925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8286063328186751925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/masker-cabe.html' title='Masker Cabe'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3559920286034211026</id><published>2009-01-08T19:52:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T19:54:09.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Saat Asa Tak Harus Jadi Nyata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Saat Allah menjawab do’a kita, Dia menambah iman kita. Saat Allah belum menjawab do’a kita, Dia menambah kesabaran kita. Saat Allah menjawab yang bukan do’a kita, Dia tengah memilihkan yang terbaik untuk kita”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;”Saat Allah menjawab do’a kita, Dia menambah iman kita. Saat Allah belum menjawab do’a kita, Dia menambah kesabaran kita. Saat Allah menjawab yang bukan do’a kita, Dia tengah memilihkan yang terbaik untuk kita”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sungguh indah taujih yang diberikan oleh seorang sahabatku ini. Begitu dalam maknanya, begitu menghibur dan membesarkan hati yang kadang lupa dan sulit menerima suatu hal yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kecewa? Pasti, itu hal yang manusiawi dan lumrah. Karena kita masih manusia normal yang dikaruniai dengan cita, rasa dan karsa oleh Sang Pencipta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Memang bukanlah hal yang mudah menerimanya, Kawan.... Apalagi jika itu adalah sesuatu yang sangat kita harapkan dan telah kita ikhtiarkan semaksimal mungkin dengan segenap kekuatan yang kita miliki. Pasti terasa menyakitkan...bahkan kadang menyesakkan dada sehingga rasanya begitu sulit untuk bernafas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Hanya keyakinan bahwa Allah tengah memilihkan yang terbaik untuk kita dan keikhlasan menerima setiap ketetapanNya lah yang dapat membuat kita tetap berusaha untuk berdiri, melangkah setapak demi setapak dan berusaha kembali berlari. Dan keihklasan, adalah kata sederhana yang begitu sulit dilaksanakan tapi kita harus bisa. Karena tak ada pilihan lain yang membuat kita menjadi lebih baik, Kawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Seringkali hal-hal yang diluar harapan membuat kita hilang kesadaran, melakukan hal-hal aneh di luar kebiasaan kita, air mata menngalir tak mau berhenti, menyiksa diri dengan penderitaan yang kita ciptakan sendiri. Tapi percayalah Kawan, ada hikmah besar.....rahasia indah.....rencana Allah yang begitu sempurna yang tak sanggung kita urai dengan sgala keterbatasan akal yang kita miliki. Yakinlah bahwa ketika Allah menjawab yang bukan do’a kita, saat itu Allah tengah memberikan yang terbaik untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" class="fullpost" &gt;”Yakinlah ukhti, jangan ada ragu..... Dia tengah memberikan sesuatu yang indah padamu dan syukuri serta nikmatilah hadiah itu, ukhti...... No more tears, just smiling......”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3559920286034211026?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3559920286034211026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/saat-asa-tak-harus-jadi-nyata_6247.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3559920286034211026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3559920286034211026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/saat-asa-tak-harus-jadi-nyata_6247.html' title='Saat Asa Tak Harus Jadi Nyata'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5511467875946297415</id><published>2009-01-07T09:29:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T09:31:02.235+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strong Lyric Song'/><title type='text'>Sahabat Kecil</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Baru saja berakhir&lt;br /&gt;Hujan di sore ini&lt;br /&gt;Menyisakan keajaiban&lt;br /&gt;Di lawang indahnya pelangi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah terlewatkan&lt;br /&gt;kan tetap mengagumimya&lt;br /&gt;Kesemptan seperti ini tak akan bisa di beli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama mu ku habiskan waktu&lt;br /&gt;Senang bisa mngenal diri mu&lt;br /&gt;Rasanya semua begitu sempurna&lt;br /&gt;Sayang untuk mengakhirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawan keterbatasan&lt;br /&gt;Walau sedikit kemungkinan&lt;br /&gt;Takkan menyerah untuk hadapi&lt;br /&gt;Hingga sedih tak mau datang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama mu ku habiskan waktu&lt;br /&gt;Senang bisa mengenal diri mu&lt;br /&gt;Rasanya semua begitu sempurna&lt;br /&gt;Sayang untuk mengakhirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah berganti...&lt;br /&gt;Tetaplah seperti ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;(diambil dari lirik "Sahabat Kecil" Ipang) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5511467875946297415?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5511467875946297415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/sahabat-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5511467875946297415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5511467875946297415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2009/01/sahabat-kecil.html' title='Sahabat Kecil'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-4804276439093568252</id><published>2008-09-12T09:37:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T09:38:57.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Jujurlah, karena Sebuah Kebohongan Menuntut Kebohongan Lainnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Do’a adalah visi dan cita-cita kita, realisasikan do’a yang kita panjatkan dengan amal yang nyata. Dusta jika kita meminta kebaikan dunia dan akhirat, tapi amal kita jauh dari mencapai kebaikan dunia dan akhirat”. Kata-kata yang mengalir lembut dari lisan ustadz Abror terdengar tajam menghujam hatiku. Membuat kepala yang tadinya tertunduk sibuk sendiri dengan coret-coretan di notebook kemudian mendongak, mulai khusyuk menyimak tausiyah yang disampaikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;”Itulah bedanya Pecinta Sejati dengan Penggemar, Pecinta Sejati berani berjanji sedangkan Penggemar hanya bisa memuji. Para Pecinta Sejati berani berjanji; Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan Allah”. Penjelasan Bang Jack kepada Juki, Chelsea dan Baron mem buatku menghentikan suapan makanan ke dalam mulut, mengubah posisi duduk dan menyimak dengan seksama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Dua peristiwa yang trjadi dalam pekan ini membuatku berfikir tentang banyak hal yang telah ku lakukan, tentang setiap ucapan yang telah dilontarkan, semua pinta yang didesahkan, semua sikap yang kulakukan…. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Rabb, jangan Kau jadikan hamba termasuk golongan orang-orang munafik maupun fasik. Bimbinglah hamba yang lemah ini dalam setiap langkah, dalam setiap pengambilan keputusan dalam hidup karena takkan sanggup diri ini menanggung kemarahanMu akibat kelalaian dan kesalahan yang terlanjur terjadi…. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-4804276439093568252?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/4804276439093568252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2008/09/jujurlah-karena-sebuah-kebohongan_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4804276439093568252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4804276439093568252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2008/09/jujurlah-karena-sebuah-kebohongan_12.html' title='Jujurlah, karena Sebuah Kebohongan Menuntut Kebohongan Lainnya'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3849757835379542411</id><published>2008-09-10T09:24:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T09:27:26.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Yaaah, Lewat Deh...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suara khas si emen bututku menandakan ada seseorang yang tengah menelfon ke nomerku, kuhentikan langkah menuju kamar mandi dan memutar balik langkahku menuju kamar tempat sumber suara berasal. Segera kuraih si emen; “Assalamu’alaikum…”, sapaku ramah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam.Afwan nih Des, ana mau pinjem uang. Kemarin pas mau berangkatin adek-adek ke Jakarta, kita pinjem uang dulu Rp.200.000 nah…sekarang ana mau balikin uang itu tapi ana baru dapet uang tanggal 20-an. Bisa ga ana pinjem uang anti dulu ntar tanggal 20-an diganti”. Balas akhwat yang menelfonku, mencoba menjelaskan maksud dan tujuannya. Jujur aja memang saat itu aku ga punya uang sebanyak itu, sempat terlintas tabunganku tapi uang itu akan dipake untuk modal ambil dagangan. Jadi akhirnya dengan bimbang aku menyatakan tidak bisa membantunya. Telefon ditutup, pembicaraan selesai tapi ternyata masalahnya ga selesai sampai disitu. Justru setelah telefon ditutup, timbul pergolakan batin;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu Muthmainnah: “kenapa ga pinjemin uang di tabungan dulu aja toh belum tau juga kapan pastinya barang dagangannya dateng…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu Lawamah: “Ntar kalo tiba-tiba barangnya dateng dan duitnya belum dibalikin gmn…???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu Muthmainnah: “Tapi kan katanya barang dateng sekitar 2 pekan lagi, lebih dari tanggal 20 kan??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu Lawamah: “iya kalo dibalikinnya ontime,kalo ngaret gmn…?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kira-kira pertengkaran antara nafsu muthmainah dan nafsu lawamah yang berlangsung sampai aku tiba di kantor dan akhirnya pertengkaran dimenangkan oleh nafsu muthmainah, aku memutuskan untuk memberikan pinjaman dari uang tabunganku. Kuraih si emen dan menekan keypadnya, menuliskan kata demi kata “Aslmkm.Gmn bu, udah dapet belum? Kalo belum, insyaAllah pake uang ana aja dulu krn ana juga belum pasti kapan pakenya”. Begitu kira-kira bunyi sms yang ku kirim, dan tak berapa lama si emen berbunyi, tanda sms masuk. “Wa’alaikumsalam. Alhamdulillah, udah dapet. Jazakillah….”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaah…telat, mau berbuat baik aja kelamaan mikir jadi kesempatan beramalnya diambil orang lain deh…. Padahal, pasti bukan kebetulan si akhwat memutuskan untuk menelfon dan minta bantuan padaku. Tentulah Allah yang menggerakkannya untuk menghubungiku, karena Allah ingin beri kesempatan di pagi hari itu untukku beramal shalih tapi aku menghilangkan kesempatan yang Allah berikan itu. Sayang sekali, pikirku kemudian tapi apa daya…kesempatannya sudah terlanjur berlalu tapi tentu saja itu jadi pelajaran berharga agar lain kali aku tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk berbuat baik, sekecil apapun itu. Karena kita tak pernah tau, amal mana yang kita kerjakan yang membuat Allah jatuh cinta pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb, ajari hamba mencintaiMu, mencintai amal-amal yang Kau cintai dan membawa pada kecintaanMu... dan berilah kami kekuatan untuk mengikhlaskan setiap amal kebaikan yang telah hamba lakukan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb, beri hamba kekuatan untuk membalas kejahatan maupun kedzaliman yang orang lain lakukan pada hamba dengan kebaikan, kebaikan yang dapat menyentuh nurani dan membuka hati mereka yang mendzalimi sehingga kebaikan yang hamba lakukan menjadi sarana bagi mereka agar menjadi lebih baik, amiiin………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3849757835379542411?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3849757835379542411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2008/09/yaaah-lewat-deh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3849757835379542411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3849757835379542411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2008/09/yaaah-lewat-deh.html' title='Yaaah, Lewat Deh...'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5365731252119948313</id><published>2008-08-28T09:35:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T09:37:15.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bersama Kesulitan Ada Kemudahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kadang kondisi yang sulit membuat kita kehilangan optimisme, padahal kita tidak tau pertolongan dan kemudahan seperti yang akan Allah berikan. Seperti kejadian yang aku alami dua pekan lalu ketika diadakan lomba untuk seluruh kelompok putri Taklim Rutin Kader tingkat kabupaten. Harusnya seluruh anggota kelompok hadir saat itu, karena masing-masing anggota telah memiliki tanggungjawab untuk ambil bagian dalam masing-masing kategori lomba.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi realitasnya, hanya aku dan seorang teman yang bisa mengikuti agenda tersebut serta seorang akhwat lagi yang menyusul kemudian karena ada hal yang harus dikerjakan di kantor, sedangkan teman-teman yang lain mendadak izin tidak dapat menghadiri agenda tersebut. Lomba yang diadakan adalah cerdas cermat, hafalan Qur’an dan masak nasi goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas rasanya ikut lomba hanya dengan dua orang anggota, lama aku membujuk diriku sendiri untuk beranjak pergi dan akhirnya aku berhasil berdamai dengan hati dan pergi juga ke tempat acara berlangsung meskipun jadi terlambat 1 jam (peringatan:contoh yang tidak baik,jadi jangan ditiru!!). Sesampainya di tempat acara, ternyata lomba cerdas cermat baru akan dimulai dan seorang temanku yang telah datang lebih dulu ternyata sudah mendaftarkan kelompok kami untuk ikut lomba. Awalnya kami sempat ragu mengikuti lomba karena kami hanya berdua, sedangkan yang lain komplit bertiga. Tapi karena forum sudah menyepakati (dan dengan sedikit memaksa) kami untuk tetap mengikuti perlombaan, bismillah..akhirnya kami memutuskan tetap mengikuti lomba cerdas cermat meski sebenarnya kami adalah utusan lomba masak. “Yaah…itung-itung meramaikan acara,Na..” aku coba menyemangati temanku, meski sebenarnya juga tengah menyemangati diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan demi pertanyaan coba kami jawab dengan sebaik-baiknya meski sebelumnya kami sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk kategori lomba ini. Dan coba tebak….akhirnya kami masuk final meski sebelumnya harus melalui babak tambahan karena ada regu lain yang memperoleh nilai sama. Sebenarnya regu kami memutuskan untuk mengalah, mempersilahkan regu lain yang nilainya sama dengan kami untuk maju ke final karena kami punya tanggungjawab di lomba masak, lagipula…masuk final saja sudah lumayan bagi kami untuk ukuran orang yang sama sekali tidak prepare. Tapi ternyata panitia tetap mengadakan babak tambahan dan regu kamilah yang akhirnya harus bertanding kembali dengan dua kelompok lain yang memperoleh nilai lebih tinggi. Dan coba tebak lagi hasil akhir lomba cerdas cermat ini; benar-benar mengejutkan dan menggembirakan untuk kami, juara dua euy….!!! Alhamdulillah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And now,lomba masak…weks,yang lain udah mulai masak tapi regu kami baru masuk dapur dan mengeluarkan peralatan masak. Alhamdulillah, pada kategori ini regu kami komplit bertiga… Karena panik terlambat memulai lomba (saat lomba masak mulai kami masih mengikuti babak tambahan di kategori cerdas cermat dan panitia tidak menyadari jika ada peserta lomba masak yang ketinggalan) ada saja yang membuat kami terhambat. Kompor gas error, lupa membawa sendok dan garpu, wajan kekecilan, aahh…kacau sekali. Akhirnya setelah berjibaku dengan peralatan dan bahan yang tidak seideal kami rencanakan sebelumnya, jadi juga nasi goring kreasi regu 10 yang jujur saja bentuknya paling berantakan di antara semua hasil karya peserta lomba masak (hiasan yang tidak ada nilai seninya, nasi yang terlalu lembek untuk ukuran nasi goreng dan dicetak persegi pula,ancuurrr….). Tapi jika boleh jujur lagi tentang taste-nya, tidak seburuk tampilannya, nasi goreng buatan regu kami Alhamdulillah rasanya unik dan enak karena bumbunya lebih terasa. Setelah menunggu akhirnya tibalah kami pada sesi pengumuman hasil lomba secara keseluruhan, termasuk lomba masak. Coba tebak…..kami juara 2!!! Alhamdulillah…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah….senang rasanya bisa memenangkan lomba-lomba ini meski akhirnya kami tidak mengirimkan delegasi untuk lomba Hafalan Qur’an. Tapi hanya dengan 3 orang anggota kelompok yang hadir, ternyata kami memenangkan 2 kategori lomba. Meski kami sadar betul bahwa kami menang lomba bukan semata-mata karena kami hebat tapi karena pertolongan Allah, bahkan mungkin karena Allah ingin memberi hadiah pada kami karena kami tidak menyerah dan tetap ikut berperan aktif dalam agenda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cerita ini bisa sedikit memberikan isnpirasi untuk teman-teman yang membaca dan semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa, sekecil apapun atau sesederhana apapun peristiwa yang kita alami itu. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas apapun yang Dia berikan, menyenangkan ataupun tidak hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam wastaghfirullah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5365731252119948313?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5365731252119948313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2008/08/bersama-kesulitan-ada-kemudahan_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5365731252119948313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5365731252119948313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2008/08/bersama-kesulitan-ada-kemudahan_28.html' title='Bersama Kesulitan Ada Kemudahan'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-4320825531942441667</id><published>2007-04-24T12:18:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T21:42:33.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>Dalam Diam</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari terasa punahkan canda&lt;br /&gt;rindu yang tertahan tak mampu hangatkan ruang&lt;br /&gt;Denting jarum jam membuat semakin sunyi&lt;br /&gt;yang ada hanya diam, hening…… &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebisuan merajai lisan&lt;br /&gt;meski sesekali bola mata beradu pandang&lt;br /&gt;Tak ada yang memulai cerita&lt;br /&gt;meski batin tak kuasa menahan rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterasingan menyergap ketika kebekuan menyapa&lt;br /&gt;haruskah tak saling mengenal ketika semua usai..?!&lt;br /&gt;Hanya tatapan mata yang akhirnya bercerita&lt;br /&gt;karena cinta harus bicara, meski dalam diam…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pontianak, 230406&lt;br /&gt;Saat hati ini rindu sapa hangat seorang sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-4320825531942441667?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/4320825531942441667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/04/dalam-diam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4320825531942441667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4320825531942441667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/04/dalam-diam.html' title='Dalam Diam'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-431724193755097223</id><published>2007-03-24T09:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T09:22:37.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>Untuk Sebuah Cita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mozaik indah para syuhada tebarkan rindu aroma Firdaus,&lt;br /&gt;nyanyian rindu para mujahid getarkan hati yang rindu pertemuan dengan Sang Pemilik Jiwa...&lt;br /&gt;Cerita heroik pejuang fisabilillah gelorakan semangat jihad dalam dada,&lt;br /&gt;derita saudara seIman yang teraniaya oleh yahudi laknatullah membuat tangan mengepal,&lt;br /&gt;ingin rasanya ikut menghancurkan kera dungu dan hina yang telah menghinakan Islam..!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesyahidan seorang ibu muda bernama Reema --pelaku bom syahid wanita pertama dari Brigade Izzudin Al-Qossam-- mengajarkan pada kita tentang cinta, pengorbanan dan kesetiaan pada Agama dan Rabbnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegaran Ibunda Khansa adalah tauladan bagi setiap ibu yang (akan) melahirkan generasi-generasi Rabbani, penerus perjuangan suci...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Sang Pemilik Waktu..........&lt;br /&gt;Aku meridukan saat-saat itu,&lt;br /&gt;saat di mana akan kupersembahkan putera-putera terbaik yang kudidik penuh cinta dengan Al-Qur'an sebagai Undang-undangnya,&lt;br /&gt;sebagaimana Ibunda Khansa mewakafkan satu persatu putera tercintanya untuk menegakkan Panji Allah....&lt;br /&gt;Aku rindu saat itu,&lt;br /&gt;saat di mana aku akan menjadi penyemangat bagi kekasihku untuk selalu menjadi yang terdepan di medan laga, meraih kemenangan atau menyongsong kesyahidan...&lt;br /&gt;Dan tentu saja aku sangat merindukan saat itu,&lt;br /&gt;meraih syahidku....mempersembahkan jiwa dan ragaku demi kehormatan Islam,&lt;br /&gt;menyongsong pertemuan dengan Sang Pemilik Jiwa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan sangat merindukan pertemuan dengan kekasih dan putera-puteraku,&lt;br /&gt;kami akan bercanda dan bercengkrama bersama dengan penuh kasih di tempat yang dinaungi Kasih sayang dan Cinta-NYA; Firdaus yang abadi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang yang bisa kulakukan adalah membangun jembatan untuk dapat meraih cita itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;laut_biroe@rindu Jannah-Nya.come &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jakarta, 18 Maret 2007 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-431724193755097223?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/431724193755097223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/untuk-sebuah-cita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/431724193755097223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/431724193755097223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/untuk-sebuah-cita.html' title='Untuk Sebuah Cita'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-6562164220927662200</id><published>2007-03-09T09:18:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T09:19:50.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>NEGERI DI AWAN</title><content type='html'>Kau mainkan untukku sebuah lagu tentang negeri di awan, &lt;br /&gt;di mana kedamaian... menjadi istananya... &lt;br /&gt;dan kini telah kau bawa aku...menuju ke sana.... &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lantunan "Negeri di awan" dari Katon Bagaskara mengalun lembut dari nada sambung yang kupasang beberapa waktu lalu. Ada juga yang protes, kk jatuh cinta ya..?! [apa hubungannya...?! Tapi kembali lagi pada persepsi orang yang mendengarkan lagu tersebut...]. Tapi buatku lagu ini membuatku teringat pada sosok-sosok revolusioner yang mengajariku tentang arti perjuangan dan idealisme. &lt;br /&gt;Yup, aku menganalogikan idealisme itu seperti negeri di awan. Bagi sebagian orang negeri di awan itu adalah sebuah tujuan yang harus diwujudkan meski dengan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Tapi bagi sebagian yang lain negeri di awan hanyalah mimpi di siang bolong..... Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh menapaki jalan menuju negeri indah nun jauh di awan seperti orang-orang yang mengerjakan hal konyol yang sia-sia...karena mereka tak mampu membahasakan negeri yang indah itukah, atau memang karena negeri di awan itu terlihat begitu abstak....?! &lt;br /&gt;Memang bukan hal yang mudah untuk membangun komitmen dan idealisme tapi bukan berarti hal itu menjadi alasan bagi kita untuk menyerah pada sebuah kata bernama realitas. Bukankah seharusnya realitas yang ada memacu kita untuk menjembatani agar realitas yang terhampar dihadapan kita menjadi sesuatu yang setidaknya mendekati idealisme yang kita bangun dan harapkan....?! &lt;br /&gt;Dan perjuangan itu akan terus berlanjut, selama nafas masih berhembus, berjuang dan marilah kita terus berjuang......!!!!&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-6562164220927662200?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/6562164220927662200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/negeri-di-awan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6562164220927662200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6562164220927662200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/negeri-di-awan.html' title='NEGERI DI AWAN'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5956637053441444489</id><published>2007-03-04T21:45:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T21:47:03.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Ikhwah Juga Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Temanku di kantor bercerita tentang mantan pacarnya sekarang, yang katanya seorang akahwat dan sampai sekarang masih “mengharapkan” pacar temanku itu untuk kembali merencanakan hidup dengan si akhwat itu. Temanku itu complain; dia kan akhwat, Des! Like you, seharusnya …. sampai di situ kalimatnya terputus tapi aku tau ke mana arah pembicaraannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa bilang pada temanku itu bahwa akhwat juga manusia biasa yang berpeluang berbuat kesalahan. Perkataanku di amiin-I oleh temanku yang lain yang di sapa dede (singkatan dari dedemit) oleh teman-teman satu tim ku yang lain. Dia menambahkan juga, sebandel-bandelnya…sedede-dedenya gue ga ada yang bisa jamin kan gue bakal masuk neraka dan sealim-alimnya orang juga belum tentu dia bakal masuk syurga.&lt;br /&gt;Kutambahkan lagi, semua kembali lagi pada komitmen dirinya dan kedewasaan masing-masing personal. Idealnya sih…ya (kalimatku menggantung), tapi hidup ini kadang tidak se ideal yang kita inginkan. Sahabatku hanya menjawab lirih; iya siih…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…. Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain dari pada Nya, sesungguhnya seseorang di antara kamu mengerjakan amalan ahli syurga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan syurga itu kecuali sehasta saja, namun ia didahului oleh ketentuan (takdir Allah), lalu ia melakukan pekerjaan ahli nerakamaka ia pun masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu melakukan pekerjaan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali sehasta saja, lalu ia didahukui oleh ketentuan Allah atasnya, lalu ia mengerjakan pekerjaan ahli syurga maka ia pun masuk syurga.” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi pada tema bahwa ikhwah juga manusia, aku kembali teringat heboh berita poligami Aa’ Gym. Masyarakat –yang mayoritas kaum hawa—gencar mencerca pilihan sikap Aa’ Gym. Komentarnya hampir sama, senada dan seirama; semua lelaki emang sama!!! Nah loh, what’s wrong with poligami..?! Kenapa juga kalau Aa’ Gym menikah lagi karena calonnya cantik, emang salah..?! Manusiawi kan…?! Meskipun aku bukan salah satu fans-nya Aa’ Gym tapi aku termasuk orang yang tidak sepakat dengan opini yang kemudian berkembang di masyarakat umum; “usstadz koq sama saja…..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya utama dari kedua realitas di atas adalah ketika kita selalu menuntut orang lain untuk ideal tapi kita tidak menuntut hal yang sama pada diri sendiri. Coba sekarang paradigmanya dibalik, jangan menuntut orang lain menjadi manusia langit tapi cetaklah diri kita --anda dan saya—menjadi manusia-manusia langit sejati dan kemudian ajaklah masyarakat untuk bergabung pada komunitas manusia-manusia langit yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita sibuk mencari-cari dan mencerca kesalahan orang lain tapi entah berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk mewujudkan komitmen kita; meningkatkan kualitas diri dan keimanan. Mari bersama kita membenahi diri….meningkatkan kualitas diri dan keimanan pada Sang Sutradara episode panjang kehidupan ini. Berlomba menjadi yang terbaik di hadapanNya di yaumil akhir kelak…. Mari berjuang bersama dan tentu saja jangan lupa untuk saling mengingatkan, semangat.....semangat..!!!! ;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5956637053441444489?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5956637053441444489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/ikhwah-juga-manusia_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5956637053441444489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5956637053441444489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/ikhwah-juga-manusia_04.html' title='Ikhwah Juga Manusia'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-6079460069935302171</id><published>2007-03-04T21:22:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T21:26:15.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>KonTemPLasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Duhai jiwa, janganlah berduka...mari sejenak merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau kau merasa takut kehilangan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehilangan sesuatu yang Allah titipkan sebagai proses pendewasaan dalam hidup dan pengkayaan akanmu, duhai jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidakkah kita lebih takut lagi kehilangan Ridho dan KeberkahanNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuperhatikan kau mulai menikmati sesuatu yang Allah titipkan itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah lebih baik jika kita mengembalikan titipan itu pada Pemiliknya,duhai jiwa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--mengembalikan semua seperti ketika semua bermula--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski aku tau kau tak lagi dapat belajar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ku rasa itu lebih baik bagimu, wahai jiwa.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimbang suatu saat Pemiliknya mengambil titipan itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;justru di saat engkau tak lagi sanggup untuk merasa kehilangan………&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-6079460069935302171?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/6079460069935302171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/kontemplasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6079460069935302171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6079460069935302171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/kontemplasi.html' title='KonTemPLasi'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-151932510924714548</id><published>2007-03-04T09:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T09:24:19.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Epilog Rindu Dua Hati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak sempat kudesahkan rasa ketika kau beranjak,&lt;br /&gt;tak banyak kuurai cerita saat kau harus berlalu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tetesan rindu yang terus menderasku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalahkan lara yang kuharap segera berganti hangat dekapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(L.said @ 02.02.07 : 20.48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisan tak kuasa berucap,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika hati getarkan rindu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak cerita ingin kuurai bersama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ketika tersadar hanya sepi yang kini menemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa berbagi dengan sepiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah kapan berakhir…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(D.said @ 02.02.07 : 21.10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan aku yang mencintamu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teriakan hingga bisikan memekak lalu melirih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau khusyu’ dalam sepimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seakan beribu rindu hanya meluruh terus melewati sunyimu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menjamah tapi tanganku menggapai tak sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(L.said @ 03.02.07 : 21.20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan aku sejenak menikmati sunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena dengan begitu aku merenung dan mengambil pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[speechless….. ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(D.said @03.02.07 : 22.00)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Untuk seorang sahabat; ana uhibbuki fillah…. Tidak semua perpisahan mencerminkan jauhnya hati dan tidak setiap kebersamaan melambangkan kedekatan hati. Saling mendo’akan ya, Leot…. [lama ga melontarkan sapaan itu dan rindu sapaan kesayangan darimu ;) Don't worry honey,i'll be ok, insyaAllah.. Btw,kpn nih daku py ponakan?! :p Miz u.. ]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-151932510924714548?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/151932510924714548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/epilog-rindu-dua-hati_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/151932510924714548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/151932510924714548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/03/epilog-rindu-dua-hati_04.html' title='Epilog Rindu Dua Hati'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1458536145304102877</id><published>2007-02-28T21:18:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T21:20:57.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>Be Strunggle!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karang itu berdiri dengan kokoh&lt;br /&gt;seolah tak gentar hadapi ombak yang menerjang dengan garang.&lt;br /&gt;Dan karang itu tetap berdiri kokoh&lt;br /&gt;meski terkadang ia merasa dingin dan kesepian di tengah luasnya lautan,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang petir yang bersahutan di kala badai&lt;br /&gt;membuatnya tak ingin menjadi karang yang kokoh...&lt;br /&gt;Pasti lebih nyaman menjadi karang dalam aquarium,&lt;br /&gt;dengan rutin dibersihkan ketika lumut mulai menempel,&lt;br /&gt;tak ada gelegar gutur dan petir yang memekakkan telinga....&lt;br /&gt;Tapi ia harus tetap menjadi seperti karang yang tegar dan kokoh,&lt;br /&gt;karena perjuangan menuntutnya seperti itu;&lt;br /&gt;menjadi tangguh......&lt;br /&gt;Dan sudah seharusnya seperti itulah karakter pejuang dakwah; tangguh....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;@tertatihku menjadi pejuang tangguh, 28.02.07&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1458536145304102877?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1458536145304102877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/02/be-strunggle.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1458536145304102877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1458536145304102877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/02/be-strunggle.html' title='Be Strunggle!!'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-7566888126735650056</id><published>2007-02-26T13:15:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T11:02:04.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Dia lebih mencintaimu,akhi…..</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedari pagi kota khatulistiwa yang biasanya panas oleh terik sinar mentari hari ini begitu dingin, awan putih menutupi langit kota. Menjelang siang rintik hujan mulai turun. Tak ada firasat apapun kala itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dingin….hujan deras mulai turun menjelang sore. Kulihat HP-ku, ternyata ada pesan masuk. Kubaca satu per satu kata yang ada di layar HP; Innalillahi wa innailaihi raji’un, telah kembali memenuhi janji, jundullah Erfi Taufik Ridwan siang ini di RS. Sudarso” pesan singkat yang membuatku tersentak dan sungguh…tak percaya rasanya membaca sms itu. Segera ku balas sms dari sahabatku itu, memastikan bahwa yang dimaksud adalah ikhwan yang kami kenal. Tak ada balasan…..otakku mencoba mencari sosok Erfi yang lain, berharap bukan ikhwan yang kukenal itulah yang dimaksud. Namun usahaku sia-sia, tentu saja…karena memang hanya ada satu kader PK Sejahtera di Pontianak yang bernama Erfi Taufik Ridwan. Mataku terasa memanas, dadaku bergemuruh; sedih, tak percaya, semua perasaan bercampur jadi satu.&lt;br /&gt;Rabb….Kau telah memanggilnya menghadapMu, memenuhi janjinya padaMu. Sosok ikhwan yang tak banyak bicara tapi banyak bekerja (beramal), ikhwan yang suyyukh dan lemah lembut, yang selalu hormat pada orang tua dan mengayomi yang muda. Ikhwan dengan koleksi buku yang selalu rela dipinjam oleh siapapun dan kapanpun, ikhwan yang ringan tangan untuk menolong, ikhwan yang sangat menghargai wanita. Ikhwan yang halus tutur katanya, yang wajah serta sikapnya selalu memancarkan ketenangan dan keteduhan.&lt;br /&gt;Teringat cerita seorang akhwat ketika suatu hari, beberapa waktu sebelum engkau sakit. Ia bertanya padamu, kapan engkau akan menikah. “sebentar lagi, insyaAllah…” jawabmu kala itu. Dan ketika engkau terbaring di rumah sakit, ia sempat bertanya ada seorang akhwat yang menemaninya menjengukmu : “gimana Bang Erfi mau nikah ye kalau sakit gini…?”. Entah apa yang membuatnya menjawab pernyanyaannya sendiri dengan gumaman lirih : “Bang Erfi nikahnya sama bidadari kali ye…”. Mungkin Allah menggerakkan lisan akhwat tersebut untuk memberitahukan berita dari langit, bahwa engkau memang akan Allah pertemukan dengan bidadari syurga, Subhanallah… Allahu Akbar….&lt;br /&gt;Akhi….sungguh, Dia lebih mencintaiMu. Tak sabar Dia ingin memberimu segala kebaikan padamu.&lt;br /&gt;Akhi, kami sangat mencintaimu karena Allah. Namun ternyata Dia lebih mencintaimu,akhi…. Dia tak sabar untuk segera berjumpa denganmu, saudaraku…&lt;br /&gt;Layaklah langit kota ini mendung hari ini, ternyata ia pun berduka seperti duka yang kami rasakan saat kehilanganmu,saudaraku….&lt;br /&gt;Selamat tinggal Sahabat…&lt;br /&gt;Selamat jalan Mujahid…..&lt;br /&gt;Selamat berjumpa Kekasihmu, Jundullah…..&lt;br /&gt;Tunggulah kami di Jannah-Nya&lt;br /&gt;Semoga Allah pertemukan kita bersama Rasulullah, para sahabat, orang-orang yang mencintaiNya dan yang saling mencintai karenaNya…&lt;br /&gt;Selamat jalan Syuhada….&lt;br /&gt;Kami pasti akan merindukanmu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Majulah sahabat mulia,&lt;br /&gt;berpisah bukan akhir segalanya&lt;br /&gt;lepas jiwa terbang jiwa mengangkasa,&lt;br /&gt;cita kita tetap satu jua…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….Tujuh awan bersuka ria&lt;br /&gt;sambut ruh suci menuju Rabb-nya&lt;br /&gt;sahabat nantikan hadir kami&lt;br /&gt;kan menyusulmu sekejab lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Bidadari nan bermata jeli&lt;br /&gt;Menyongsongdengan wajah berseri&lt;br /&gt;Sahabat kami rela kau pergi&lt;br /&gt;Jihad kita kan terus bersemi&lt;br /&gt;Jalan ini takkan pernah henti…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;-mengenang seorang Sahabat, Abang dan Qiyadah yang pergi terlebih dahulu bertemu Sang Kekasih memenuhi Janji dengan Nya- mailto:26.02.06@sesalkuTakSempatMelihatmuUtkYgTerakhirKali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-7566888126735650056?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/7566888126735650056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/02/dia-lebih-mencintaimuakhi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7566888126735650056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7566888126735650056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/02/dia-lebih-mencintaimuakhi.html' title='Dia lebih mencintaimu,akhi…..'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5121507301568025798</id><published>2007-02-16T21:48:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T21:50:14.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>TAK SEKEDAR KATA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bukannya ini judul nasyidnya Izzatul Islam..?! Mungkin itu gumam temen-temen, tapi itu tentu saja tidak salah. Itu memang judul nasyidnya IZZIS. Dan tentu saja ini adalah salah satu nasyid yang aku suka, karena selain liriknya buaagus buaanget...nasyid ini punya kenangan khusus coz launching album Tak Sekedar Kata dilakukan saat FSLDK XII di Padang. Mendengar nasyid ini benar-benar memacu semangat untuk tak hanya sekedar NATO (No Action Talk Only) dan mendengar nasyid ini sering membuatku teringat pada sahabat tercinta yang dengannya kami; aku dah dia sering kali membuat komitmen-komitmen ketika melihat "ketidak idealan" antara kata dan perbuatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Memang sudah tak zamannya lagi untuk mengumbar kata, karena orang sudah muak dengan mendengar kata yang melangit tapi realitasnya tak seindah birunya langit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Andai saja semua pejabat negeri ini mempunyai prinsip seperti itu, betapa indahnya negeri ini....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Banyak kata terucap setinggi langit,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;memekakkan telinga..tuli seketika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;banyak kata terucap setinggi langit memekakkan telinga tuli seketika...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Kata tak berati di hadapanNya, tangan dan kaki berganti bicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Katakan yang benar, karena kebenaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Nyatakan katamu, bukti kesungguhan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Mulianya dunia bukan karena kata......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Kira-kira begitulah bait-bait syair Tak Sekedar Kata-nya IZZIS. Dan semoga kita bukan termasuk orang yang senaang mengumbar kata ataupun janji. Karena setiap kata bahkan lintasan hati, suatu saat akan dimintai pertanggungjawabannya. Wallahu'alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5121507301568025798?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5121507301568025798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/02/tak-sekedar-kata_16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5121507301568025798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5121507301568025798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2007/02/tak-sekedar-kata_16.html' title='TAK SEKEDAR KATA'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5849881346479634342</id><published>2006-11-07T21:12:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T21:14:58.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>Hanya Ingin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku hanya seorang wanita sederhana&lt;br /&gt;dengan mimpi-mimpi yang sederhana pula....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin menjadi wanita cerdas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika dengan kecerdasan membuatku pintar mencari alasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk tidak tunduk pada aturanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin menjadi wanita hebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika dengan kehebatan yang kumiliki menjadikanku sombong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mudah meremehkan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin menjadi wanita dengan sejuta pesona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika dengannya menjadikanku lupa akan nikmat yang Dia titipkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya seorang wanita sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan mimpi-mimpi yang sederhana pula.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi anak terbaik bagi orangtuaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi kebanggaan mereka dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kumiliki...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi kakak terbaik bagi adik-adikku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan segenap cinta dan perhatian yang kupunya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi sahabat terbaik bagi teman-temanku dengan ikatan hati yang dijalin oleh taqwa dan kesabaran....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi mad’u terbaik bagi seluruh murabbi dan murabbiyah yang kutemui sepanjang hidupku, dengan segenap kesungguhan dan motivasi yang kubangun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi murabbiyah terbaik bagi seluruh mad’u-mad’u ku, dengan seluruh ilmu dan cinta yang ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi jundiyah terbaik bagi qiyadah-qiyadahku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan seluruh potensi dan keta’atan yang kulatih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi qiyadah terbaik bagi jundi dan jundiyahku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan segala potensi dan keterbatasan yang kumiliki.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi da’i terbaik dengan seluruh kemampuan, potensi, fasilitas dan kemudahan yang Allah titipkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi istri terbaik bagi suamiku kelak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi sebaik-baik perhiasan dunia baginya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan segenap keta’atan, cinta dan pengabdian yang merupakan bagian dari keimana padaNya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi ibu terbaik bagi anak-anakku kelak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan seluruh cinta, ilmu dan pengharapan akan proses pewarisan dakwah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi menjadi sebaik-baik manusia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan segenap potensi dan nikmat yang telah Allah karuniakan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menjadi sebaik-baik hamba bagi Sang Pemilik Kehidupan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agar dapat menjadi kebanggaannya di Yaumil Akhir kelak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan seluruh kelebihan dan kekurangan yang ada padaku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Dia memandangku dan tersenyum dengan penuh keridha’an.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku.....hanya seorang wanita sederhana yang berpacu dengan waktu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkejaran untuk mewujudkan mimpi-mimpi sederhana milikku...........&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5849881346479634342?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5849881346479634342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/11/hanya-ingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5849881346479634342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5849881346479634342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/11/hanya-ingin.html' title='Hanya Ingin'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3626110223810161571</id><published>2006-11-07T21:03:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T21:06:54.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Tiga Pekan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak hal yang kulewati dalam tiga pekan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak orang yang kutemui dalam tiga pekan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak hal yang terasa kurang bahkan menghilang dalam tiga pekan ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati tahap demi tahap test yang panjang dan melelahkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salah menaiki kendaraan umum bahkan nyasar di tempat yang asing,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertemu dengan teman-teman baru yang menyenangkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan merasa kehilangan canda dan kehangatan keluarga serta sahabat-sahabat terkasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rasa yang paling mendominasi akhir-akhir ini adalah sedih dan kehilangan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meninggalkan orang-orang yang dicintai tanpa pamit dan ucapan serta pelukan perpisahan bahkan untuk berkata aku akan pergi untuk mewujudkan mimpi-mimpiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meninggalkan amanah yang belum tuntas terselesaikan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewatkan buka puasa dan waktu-waktu bersama keluarga serta sahabat-sahabat tercinta yang kutemui di Jalan Allah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah hal yang mudah melewati semua ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena keluarga serta sahabat-sahabat yang kutemui di Jalan dakwah ini adalah hal yang sangat berharga bagiku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluarga adalah tempat di mana aku mendapatkan cinta, perhatian dan pendidikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan sahabat yang kujumpai di Jalan dakwah adalah karunia terindah yang Allah berikan setelah iman kepadaNya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua telah menjadi bagian terindah dalam hidupku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada kata yang cukup untuk mengekspresikan rasa kehilangan selama tiga pekan ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga pekan yang cukup berat tapi baru terasa saat mereka tidak berada di sekelilingku di hari nan fitri......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;lautbiroe@rindu JannahNya.come; Jkt, 25102006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3626110223810161571?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3626110223810161571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/11/tiga-pekan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3626110223810161571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3626110223810161571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/11/tiga-pekan.html' title='Tiga Pekan'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2391715073617320388</id><published>2006-10-25T21:06:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T21:12:12.996+07:00</updated><title type='text'>Izinkan aku mengucapkan sebuah kata; “Maaf”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak ada Iedul Fitri bagi hati-hati yang tak suci....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I miz u,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;berharap segera kutemukan ikhlas ’kehilangan’mu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku masih mencari.... Mencari....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang kudapat hanya bayangmu melambai pergi.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maaf Lahir Batin....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Pesan singkat yang kuterima dari seorang sahabat membuatku terhenyak, ternyata sahabatku itu sungguh merasa kehilangan. Padahal aku sempat ”protes” dengan reaksinya atas kepergianku yang tanpa pamit dan pemberitahuan sebelumnya karena memang semuanya benar-benar mendadak. Aksi ”diam”nya baik melalui sms maupun ketika aku menelfonnya jujur saja membuatku kesal apalagi pada waktu yang sama aku butuh advice dari sahabat-sahabatku. Dan masih banyak lagi aksi diam dari sahabat-sahabat yang lain. Memang aku salah karena pergi begitu saja tanpa pamit bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya, tapi apa sebegitu sulitnya untuk memaafkanku?! Toh aku pun merasakan kehilangan yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Ternyata aku terlalu egois, menuntut sahabat-sahabat tercinta untuk memahami keputusan besar yang kubuat tanpa memahami bagaimana perasaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Dan sungguh....aku tak menyangka jika rasa sedih akan kehilangan begitu besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Jika saja aku tau MUSDA kemarin adalah moment terakhir kebersamaan kita, tentu aku akan ngotot untuk meminta foto bersama seluruh pengurus meski itu juga tak cukup mewakili apa yang telah kita bina selama ini dengan jalinan taqwa. Tapi waktu tak pernah bisa diputar kembali dan sekarang semua harus dilalui, meskipun terasa berat. Untuk sahabat-sahabat terkasih serta qiyadah-qiyadah yang merasa dikhianati, izinkan sahabat dan jundiyah kalian mengucapkan sebuah kata maaf atas kepergian yang tanpa pamit, maaf atas hati yang tertoreh luka akan kehilangan, maaf atas rasa dikhinati, maaf atas rasa tidak dihargai, maaf atas ketersinggungan akan keputusan yang kubuat, maaf atas amanah yang tidak tuntas dan maaf atas khilaf dan kesalahan yang ada selama ini... Ketahuilah saudaraku, bahwa aku mencintai..sungguh mencintai kalian karena Allah.... May we meet on Jannah.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;---sahabat, sungguh bukan maksudku utk menyinggung ataupun tdk menghargai kalian sbg sahabat. Akan ada saat utk menceritakannya---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lautbiroe@rindu orang-orang tercinta; Jkt, 25.10.2006&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2391715073617320388?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2391715073617320388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/10/izinkan-aku-mengucapkan-sebuah-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2391715073617320388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2391715073617320388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/10/izinkan-aku-mengucapkan-sebuah-kata.html' title='Izinkan aku mengucapkan sebuah kata; “Maaf”'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2303264772293964516</id><published>2006-09-23T20:59:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T21:02:21.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Cerita Sang Mentari</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siapa yang pernah mengira&lt;br /&gt;Mentari tak pernah lelah&lt;br /&gt;Padahal jika kau tau,&lt;br /&gt;Setiap senja tiba ia menghadap Tuannya&lt;br /&gt;Dan bercerita tentang tugasnya yang berat dan melelahkan,&lt;br /&gt;Lalu ia bertanya “apakah esok pagi ia harus muncul kembali?” –puisi k’fath--&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para arsitek perubahan, wahai para penyeru….&lt;br /&gt;Tidakkah ketegaran sang mentari membuat kita kembali merenung…..?!&lt;br /&gt;Seringkali kita mengeluh dengan kondisi ada,&lt;br /&gt;padahal telah banyak fasilitas dan kemudahan yang telah Allah sediakan….&lt;br /&gt;Sungguh tak dapat dibandingkan dengan beratnya perjuangan Rasulullah dan para sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jadilah seperti mentari…..&lt;br /&gt;Meski  lelah ia selalu hangat bersinar,&lt;br /&gt;ia tak pernah merajuk untuk berhenti dari tugas mulianya&lt;br /&gt;Selama itu masih menjadi ketentuanNya&lt;br /&gt;Sampai saat di mana sang mentari muncul tidak dari ufuk tempat biasa ia beranjak….&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;--terinspirasi ketika menyimak “Dakwah Mencari Da’I” by : k’Fath  @DDF, 170906--&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2303264772293964516?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2303264772293964516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/09/cerita-sang-mentari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2303264772293964516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2303264772293964516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/09/cerita-sang-mentari.html' title='Cerita Sang Mentari'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-6433691195125962634</id><published>2006-09-16T20:55:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T20:58:48.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>TulusKaH?!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketulusan adalah buah dari mencintai karena-Nya dan HANYA karena-Nya,&lt;br /&gt;Tanpa embel-embel apapun dalam kebaikan yang dihulurkan….&lt;br /&gt;Ketulusan mengajarkan memberi tanpa mengharap kembali,&lt;br /&gt;menanam tanpa mengharap dapat menikmati manis buahnya,&lt;br /&gt;memelihara tanpa menunggu harum mekar bunganya…&lt;br /&gt;Ketulusan adalah cerminan kebersihan jiwa,&lt;br /&gt;dan sungguh….&lt;br /&gt;Ketulusan itu bagitu sulit untuk diamalkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;--ketika ketulusan itu diuji—&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-6433691195125962634?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/6433691195125962634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/09/tuluskah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6433691195125962634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6433691195125962634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/09/tuluskah.html' title='TulusKaH?!'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-4071264224636495832</id><published>2006-09-15T20:52:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T20:55:37.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Hariku</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hmmmm...24 tahun euy, makin tua, makin berkurang jatah usia. Tapi masih banyak hal yg belum dilakukan. Terimakasih utk orang tua, sahabat, kerabat, teman dan orang orang yang pernah, tetap maupun selalu menjadi bagian terindah dlm perjalanan hidupku. Semoga Allah pertemukan kita di Jannah-Nya kelak bersama Rasulullah...&lt;br /&gt;Terimakasih juga atas cinta dan do' a yang diberikan di hari ini ---bukan berarti yg ga ngucapin ga sayang, mungkin ga ada pulsa mo sms or nelfon, ga ketemu, atau mungkin ada alasan lain tapi saya yakin mereka ttp menghadiahkan do'a terindah---&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante&lt;br /&gt;Selamatt Milad&lt;br /&gt;(00.05)&lt;br /&gt;--baru satu sms dan ternyata bukan dari Mas Hono, biasanya sepupuku yg satu itu selalu jadi yg pertama. any way,makasih Tante, ibu sahabatku ini emang buaaeeek buaangeet--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid bin Walid&lt;br /&gt;Barakallah untuk usia yg masih Allah beri sampai saat ini. Smoga mjd muslimah yang selalu bersyukur atas nikmatNya, selalu sabar atas ujian keimanan dari-Nya dan semoga cpt menemukan "seorang pangeran" yg selalu menemani hingga akhir nanti, sampai ke Syurga. Amiin ya Rabb....&lt;br /&gt;Mengapa dakwah itu pahit, krn jannah Allah itu manis...&lt;br /&gt;(05.05)&lt;br /&gt;-- Subhanallah...menyentuh banget do'anya, apalagi do'a supaya sabar itu... Jazakallah--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eLHaeR&lt;br /&gt;As.D,Afwan no special gift i could give for you. Moga tambah sholehah..may we meet in JannahNya,AMIN. Plz, pray for each other....&lt;br /&gt;(05.07)&lt;br /&gt;--honey...special pray it's enough for me, moga qt termasuk yg istiqomah, Lv u--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeti&lt;br /&gt;Cahaya fajar mulai menjelang di hari pertama yang menandakan pergantian usia. Maka, harap padaNya mjd keniscayaan. Met milad ukhti, moga mampu memaknai hidup dengan kacamata kedewasaan dan keimanan yang menemani langkah untuk menujuNya&lt;br /&gt;(05.14)&lt;br /&gt;--jazakillah, ukhti....--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Mom&lt;br /&gt;Ass.Maaf Des, ibu tadi lupa banget. Selamat telah memasuki 24 tahun usia kelahiranmu. Semoga Allah melimpahkan rahmad dan barokah. Mudah-mudahan cita-citamu tercapai&lt;br /&gt;(06.56)&lt;br /&gt;--pantesan...tidak ada ciuman ba'da sholat shubuh, ga juga saat berangkat, ternyata lupa toh...--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Muna&lt;br /&gt;Met kurang umur, moga tambah dewasa, lancar rezeki, deket jodoh dan selalu dlm lindungan Allah&lt;br /&gt;(09.52)&lt;br /&gt;--makasih mbak chayank....moga kebaikan juga disampaikan Allah utk yg mendo'akan--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xl-Ulliy&lt;br /&gt;Asw.mbak...klo boleh nebak, kaya'nya mabak sedang senyum-senyum kerana banyak traktiran, hehe... Afwan ana krm "sesuatunya" di testi ya mbak, ketika menuangkan isi hati rasanya terlalu singkat hanya dengan 160 karakter :D deuuh...xixixi....&lt;br /&gt;(12.44)&lt;br /&gt;--waah..ngirim apa ya nih adek?! jadi penasaran..--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrez_mas&lt;br /&gt;Met milad yah d, maaf telat ngucapin =) semoga makin jadi akhwat sholehah dan segera dapat mengabdi sebagai istri yang menjadi perhiasan suaminya, amin =)&lt;br /&gt;(22.24)&lt;br /&gt;--hehe...kasian nih mas, masih mengulang do'a ta'on lalu, mudah2an ta'on depan do'anya ada kemajuan ya...xixi....--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adekku kmrn sore udah ngasi kado, sebelum berangkat tadi pagi ngasi selamat trus siangnya beliin jilbab itjho. tq ya dedek.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babe ngasi selamat ba'da sholat maghrib berjama'ah disusul ibu yg belum cium aku, dan adek yg ikut2an cium2 --mujahidku cinta yg nun jauh di Bogor inget ga ya mbak-nya milad, lupa minta do'ain--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Waduud, makasih ya atas orang-orang yang mencintai dan memperhatikanku, berilah balasan terbaik atas cinta dan perhatian mereka..... may we meet in Jannah,amiin.....&lt;br /&gt;Rabb...kabulkan pintaku di sepertiga malam yang tadi ya............ Berilah penetapan terbaik untukku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;@hari berkurangnya usia; 140906&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-4071264224636495832?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/4071264224636495832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/09/hariku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4071264224636495832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4071264224636495832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/09/hariku.html' title='Hariku'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-9059954941191869370</id><published>2006-08-27T20:43:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T20:46:11.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Ikhwan Dambaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bonds of Love-nya Raihan mengalun dari HP, menandakan ada pesan yang masuk. Kubaca sms yang baru kuterima, hhmmm….sebuah pertanyaan dari seorang teman yang membuat dahiku berkerut. “Ukhti, ikhwan dambaan akhwat itu seperti apa sih?” kira-kira begitulah pertanyaannya. Dan tentu saja jawabannya relative, tergantung siapa yang ditanya. Dan kalo’ bisa sih tentu saja semua orang akan berharap yang terbaik; agamanya, facenya, keturunannya dan hartanya. Saya rasa semua orang ga bakal nolak kalo’ Allah ngasi yang kaya’ gitu, hehehe…8x.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Kembali lagi kepada pertanyaan yang dilontarkan teman saya itu; seperti apa sih ikhwan dambaan akhwat? Dan sekali lagi saya katakana bahwa jawabannya relative, tergantung siapa yang ditanya. Kriteria ideal saya dan sahabat dekat saya aja berbeda, jadi ga bisa disamakan. Jawabannya akan sangat bergantung pada karakter dan kebutuhan si akhwat dan yang menjadi kata kunci adalah bagaimana ia memandang hidup dan pernikahan yang menjadi bagian dari hidupnya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Namun, terlepas dari seperti apa kriteria pasangan dambaan kita bahwa setiap orang telah menetapkan orang yang tepat untuk kita dan ia akan datang pada saat yang tepat yang telah Allah tetapkan pula, terlepas apakah orang yang telah Allah tetapkan itu adalah kriteria dambaan kita atau tidak. Kadang kita harus bisa berdamai dengan taqdir yang sering kali tidak sesuai dengan yang kita harapkan, tapi yakinlah bahwa Allah selalu memberi yang terbaik bagi setiap mu’min.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Dan jika sekali lagi saya ditanya tentang bagaimana ikhwan dambaan akhwat, saya akan katakan bahwa siapapun yang Allah tetapkan bagi wanita-wanita shalihah itu, insyaAllah mereka termasuk orang-orang yang selalu mensyukuri apa yang telah Sang Pemilik Jiwa tetapkan untuknya. Jangan tanya lagi seperti apa ikhwan dambaan mereka karena jauh di lubuk hatinya, wanita itu telah menyediakan ruang kosong di hatinya untuk seseorang –entah siapa dan di mana—untuk dicintai pada saat dan waktu yang telah dihalalkan. Dan percayalah bahwa para akhwat itu telah memulai pembelajaran untuk menghormati, menghargai dan menerima seseorang yang telah Allah tetapkan untuknya –entah siapa dan di mana—sejak ia mengerti perintah untuk menjaga diri dan kehormatannya. Wallahu'alam wastaghfirullah.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;---utk seorang teman yg bertanya, afwan ...bukan ga mau jawab tapi kaya'nya pertanyaan senada ga perlu ditanyain deh...----&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-9059954941191869370?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/9059954941191869370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/ikhwan-dambaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/9059954941191869370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/9059954941191869370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/ikhwan-dambaan.html' title='Ikhwan Dambaan'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1115592658281665362</id><published>2006-08-26T20:36:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T20:43:18.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Pengamen Yang Bersemangat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sontak aku menurunkan buku yang tengah kubaca, suara lantang seorang wanita yang mengamen tepat di depan toko membuyarkan konsentrasi. Detik selanjutnya, wanita itu kemudian menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar pasar. Entah karena suaranya yang lantang dan bersemangat atau karena lirik lagu yang dinyanyikannya. Dari irama yang didendangkan dan dari kecrek-an yang ditepuk-tepuknya, aku yakin wanita itu tengah menyanyikan lagu dangdut. Jujur saja, aku sangat tertarik pada bait-bait lagu yang dinyanyikannya; bercerita tentang jalangnya zaman dan kemaksiatan yang meraja. Heey….kurasa muatan lagunya bagus juga, mengajak para pendosa dan pelaku maksiat untuk bertobat sebelum Allah murka dan memasukkan mereka ke neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sepeninggal pengamen itu aku berfikir, kalo’ bisa merekrut pemuda-pemuda yang berprofesi sebagai pemusik jalanan pasti seru. Mereka bisa berdakwah lewat lagu yang mereka nyanyikan atau seru juga tuh klo ada ikhwan yang punya nyali ngamen di bis-bis untuk kampanye-misalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Subhanallah….meski pengamen tadi dikatakan tidak begitu sempurna akalnya –kurang waras—tapi bisa menyampaikan kritik sosial, lalu di mana nurani pejabat-pejabat kita ketika melihat kemaksiatan itu di depan mata..?! Dan semoga kita –yang katanya lebih waras— selalu punya nyali untuk mengatakan bahwa yang haq itu adalah haq sedangkan yang batil itu adalah batil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1115592658281665362?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1115592658281665362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/pengamen-yang-bersemangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1115592658281665362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1115592658281665362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/pengamen-yang-bersemangat.html' title='Pengamen Yang Bersemangat'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3883808984054154894</id><published>2006-08-26T20:33:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T20:36:28.116+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Ternyata Begini Rasanya Bekerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Al-Miqdam Ibn Ma’di Karib, dari Nabi SAW., beliau bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Tidak ada sama sekali orang yang memakan makanan lebih baik daripada memakan dari hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah Dauh AS. adalah memakan dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Genap sepekan aku membantu seorang teman ibu yang meminta tolong mengelola toko obatnya. Jangan ditanya bagaimana aku bisa bekerja di sana, tapi tanyalah bagaimana perasaanku. Awalnya ragu menerima tawaran itu, ga nyambung banget dengan ilmu yang kutekuni di kampus merah. Dengan jam kerja yang hanya setengah hari, tugasku hanya membantu menjaga toko obatnya itu, mengawasi pegawainya dan memanajemen keluar-masuknya barang. Karena memang sebagian besar waktu pagiku senggang maka kuputuskan menerima tawaran itu –belajar mandiri githuu…--, hitung-hitung belajar bisnis –katanya pengen punya café—Di waktu yang hampir bersamaan, lamaran untuk mengajar di salah satu lembaga pendidikan pun mendapat tanggapan positif. Sekarang aku memiliki kesibukan baru; pagi jaga toko dan sore mengajar. Belum lagi ditambah dengan amanah di beberapa lembaga dakwah, subhanallah….rasanya ga ada waktu luang untuk sekedar meluruskan punggung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sebenarnya ingin mengundurkan diri saja dari lembaga pendidikan itu karena toh honorarium yang kuperoleh ga begitu besar, tapi karena letaknya di wilayah DPC jadi sayang banget kalo’ dilepaskan –sarana rekrutmen yang strategis githuu..—&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Tapi ada satu hal yang membuatku sedih, seringkali jadwal kerja membuatku melewatkan acara-acara jamai’i. Sekarang aku tau gimana rasanya ga bisa ikut agenda jama’i ataupun bisa ikut tapi ga maksimal. Dulu waktu masih kuliah sering kali berfikir kalo’ temen-temen liqo’ yang udah kerja ga mau sedikit berkorban supaya waktu ketemu bisa match atau berkorban untuk bisa menghadiri agenda-agenda jama’i. Dan sekarang, aku yang merasakannya…. Harusnya mereka-mereka dikasihani, karena bukan mereka ga ingin hadir tapi memang dilematis ketika memang kondisinya ga memungkinkan untuk izin. Alhamdulillah Ibu pemilik toko yang kukelola orangnya hanif jadi tetap bisa sholat dhuha’, sholat tepat waktu bahkan bisa izin ketika adik-adik memintaku mengisi acara diskusi di kampus. Semoga ke depannya tetap Allah mudahkan,amiin…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" class="fullpost" &gt;---koq rasanya ga teratur sih menuangkan idenya?! Pinter2 yg baca deh menangkap apa yg mau disampaikan----&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3883808984054154894?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3883808984054154894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/ternyata-begini-rasanya-bekerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3883808984054154894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3883808984054154894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/ternyata-begini-rasanya-bekerja.html' title='Ternyata Begini Rasanya Bekerja'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-4434486566690994225</id><published>2006-08-26T20:24:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T20:31:04.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kue Bulan dan Keberkahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS.Al Baqarah : 172)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Kumasukkan potongan terakhir kue bulan ke mulutku dan kembali mengunyah potongan terakhir yang terasa begitu nikmat. Kue bulan yang kubeli dari bapak berjenggot di pasar Parit Baru ini memang berbeda dengan yang dijual oleh pedagang kue bulan lainnya. Selain rasanya yang memang lebih enak dan gurih, isinya juga bervariasi, tidak hanya isi kacang dan selai srikaya saja tapi juga ada rasa coklat dan keju. Tapi bukan kelezatan kue bulan yang ingin saya bicarakan, tapi tentang keberkahan kue bulan yang dijual bapak berjenggot itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Suatu sore ketika pulang dari arisan di kantor bapak, ibu singgah untuk membeli kue bulan tapi ternyata ibu ga menemukan si penjual. Pedagang kue bulan yang di sebelahnya bilang kalo’ yang jualan lagi sholat maghrib. Tidak ada yang menggantikannya menjaga dagangannya, mungkin juga dia menitipkan dagangannya pada sesama penjual kue di sebelahnya. Dan sejak saat itulah kami menjadi langganan bapak berjenggot itu. Subhanallah….kepasrahannya pada Allah untuk memenuhi Panggilan Sang Pemberi Rezeki, beliau meninggalkan dagangannya begitu saja. Tanpa ada rasa takut pembelinya berkurang atau khawatir dagangannya di ambil / dicurangi orang. Mungkin keberkahan itu Allah berikan pada si bapak berjenggot dengan rasa nikmat yang berbeda pada kue bulan buatannya. Rasanya aku juga menemukan jawaban dari pertanyaan kenapa aku lebih suka masakan ibuku daripada masakan yang dibeli di rumah makan; karena ibuku memasaknya dengan cinta dan do’a, beliau ga mengharapkan apapun kecuali agar masakannya akan memberi kekuatan untuk suami dan anak-anaknya dalam melakukan amal kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mu’minuun : 51)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-4434486566690994225?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/4434486566690994225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/kue-bulan-dan-keberkahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4434486566690994225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4434486566690994225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/kue-bulan-dan-keberkahan.html' title='Kue Bulan dan Keberkahan'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-908069883156369475</id><published>2006-08-26T20:18:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T20:24:11.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Untuk Suami Sahabatku</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kuserahkan sahabatku padamu,&lt;br /&gt;ia adalah orang yang berarti dalam kehidupanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini ia adalah sahabat yang akan menemani hari-hari penuh perjuangan milikmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlakukanlah ia dengan baik sebagaimana aku bersikap baik padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jagalah perasaannya sebagaimana aku selalu berusaha menjaga perasaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ajarilah ia dengan hikmah, sebagaimana kami saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syurga atau neraka untuknya ada padamu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka ajarilah ia untuk dapat menjadi layak dihadapanNya –seperti yang ia harapkan dalam visi hidupnya—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanilah ia dalam perjalanan mengetuk pintu SyurgaNya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia adalah sahabatmu…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome to her life…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu laka wa baroka ‘alainaka wa jama’a bainakuma fii khairiin…&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-908069883156369475?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/908069883156369475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/untuk-suami-sahabatku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/908069883156369475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/908069883156369475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/untuk-suami-sahabatku.html' title='Untuk Suami Sahabatku'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1111989755505316103</id><published>2006-08-26T10:29:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T10:31:37.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Kado Istimewa Untuk Seseorang yang Istimewa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pernikahan sahabatku tinggal beberapa hari lagi, bingung mau kasi kado apa. Kasi buku, ehm….kamarnya aja isinya buku semua, lebih mirip perpustakaan mini dibandingkan kamar. Khawatir juga sahabatku itu udah punya buku yang nantinya kuberikan padanya. Kado lain? Apa ya….?! Rasanya tidak ada sesuatu yang lebih disukainya ketimbang buku. Akhirnya aku memutuskan memberinya sebuah buku, meski belum menemukan pilihan buku yang tepat sebagai hadiah yang mengesankan. Tapi buku apa yang belum dimilikinya? Buku-buku seri pernikahan atau pendidikan anak, hampir semua dimilikinya. Bingung…..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi rasanya memberi buku ga ada spesialnya, aku ingin memberi sesuatu yang istimewa di hari istimewa untuk salah seorang yang istimewa dalam kehidupanku. Dan kemudian Allah mengilhamkan sebuah ide; meminta Sakti Wibowo –salah satu penulis yang kami (sahabatku dan aku) kagumi karya-karyanya—untuk membuatkan puisi untuk sahabatku itu. Karena pemakaian pulsaku bulan ini terasa besar, maka kuputuskan untuk meminta kesediaan Mas Sakti via sms, dan…..tidak ada balasan. Kuputuskan untuk menelfonnya besok pagi, “karena operatornya sama jadi bisa telfon murah besok pagi-pagi” pikirku. Esok paginya sampai batas waktu “telfon murah” habis, HaPe-nya Mas Sakti masih belum aktif juga. Sempat ragu menghubungi beliau via telfon, “tagihan bulan ini bisa bengkak” batinku. Tapi aku segera menepis keraguan itu, aku mencintai sahabatku karenaNya dan membuatnya bahagia tentu merupakan sebuah kebaikan. InsyaAllah diganti Allah deh untuk bisa bayar tagihan… –dan ternyata Allah bayar cash, sore harinya aku mendapat panggilan dari PRIMAGAMA untuk mengajar di lembaga pendidikan itu, Allahu Akbar…-- kucari nomer HP Mas Sakti di deretan phonebook HP ku; SW, yup ini dia. Sambutan hangat dari penerima telfon membuat debaran jantungku mereda –ternyata SW ramah buangeet!—kekhawatiran bahwa beliau menolak permintaanku ternyata tidak terbukti. Alhamdulillah….Mas Sakti bersedia membuatkan sebuah puisi untuk kado pernikahan sahabatku. Singkat cerita, karena satu dan lain hal akhirnya Mas Sakti mengirimkan dua buah cerpen sebagai kado pernikahan dan cerpen itu menjadi kado tambahan sebuah buku berjudul “Kado Pengantin”. Semoga itu menjadi kado istimewa untuk anti dan (calon) suami anti. Barakallahu laka wa baroka ‘alainaka wa jama’a bainakuma fii khairiin….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1111989755505316103?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1111989755505316103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/kado-istimewa-untuk-seseorang-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1111989755505316103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1111989755505316103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/kado-istimewa-untuk-seseorang-yang.html' title='Kado Istimewa Untuk Seseorang yang Istimewa'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3026245614607156834</id><published>2006-08-20T20:47:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T20:51:49.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Gapura dan Realitas Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti tahun kemaren, peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia memberi nuansa “pesta rakyat” yang meriah. Begitu juga dengan di Pontianak, ada sebuah lomba yang dilakukan dalam rangka 17’an ini; lomba gapura hias.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Gapura yang dinilai paling bagus akan keluar sebagai pemenang. Berbagai model dan kreasi gapura dibuat, dari yang sederhana sampai yang terkesan “wah” dan tentu saja gapura yang dibuat menjadi simbol kondisi masyarakat yang tinggal di lingkungan itu. Entah berapa dana yang dikeluargan warga untuk urunan (baca: sumbangan) mendirikan gapura tersebut –miris klo dibandingkan dengan perolehan hasil sumbangan untuk agenda-agenda dakwah atau hari besar Islam—dan tentu saja kondisi ini sangat bertolak belakang dengan kondisi riil di masyarakat. Bagaimana mungkin kita bisa saingan bikin gapura secantik mungkin tapi jauh di pemukiman Telaga Biru banyak anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak mempunyai biaya, jauh di daerah Kuala Dua dan daerah lainnya para wanita kepala keluarga (baca: janda) bersusah payah mempertahankan kelangsungan hidup diri mereka dan anak-anaknya. Lalu di mana letak pemerataan pembangunan, di mana letak keadilan…?! Kini saatnya melayani negeri..!!! –tema 17’an DPC --&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3026245614607156834?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3026245614607156834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/gapura-dan-realitas-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3026245614607156834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3026245614607156834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/gapura-dan-realitas-masyarakat.html' title='Gapura dan Realitas Masyarakat'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-7339644223422633974</id><published>2006-08-01T10:27:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T10:29:14.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Kali Ini Bingung Memberi Judul….</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siang tadi aku memeluknya erat, sangat erat dan rasanya tak ingin melepaskan pelukanku. Sambil terisak aku berbisik padanya “seperti yang desi bilang kemaren, kehidupan sesungguhnya telah dimulai kak….”, tak kuasa menahan bulir bening yang berlomba keluar dari pelupuk mata yang terasa sendu. “Janganlah melepas kakak dengan tangis, lepaslah dengan senyum” jawabnya setengah bercanda. Kulepaskan pelukanku darinya sembari pura-pura merajuk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Belum sampai satu pekan sejak kami membicarakan persiapan pernikahan rekan sesama pengurus KAMDA, saat itu ia berkata “tak terase, kita’ dah pade besa’ dah….” (baca: ga terasa, sekarang kalian udah pada dewasa”. Kami lalu mengingat masa-masa perjuangan di dakwah kampus, suka dan duka yang kami alami bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya….waktu memang berlalu begitu cepat, kami bukan lagi adik kecil yang harus diperhatikan oleh kakak2 atau abang2 senior, bukan pula anak yang bisa bersembunyi di ketiak ibunya ketika melakukan kesalahan. Kami; aku dan teman-teman se-angkatan kini sudah mencapai fase dewasa di mana kami harus bisa bertanggung jawab sendiri. Kini, satu per satu memulai kehidupan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan kemarin Agus; Ketua Departemen Kebijakan Publik yang ditugaskan ke luar kota dan Dedee; bendahara KAMMI Daerah Kal-Bar juga diterima di Kejaksaan meski belum menerima SK penempatan tapi sepertinya juga akan meninggalkan Pontianak. Masih di bulan yang sama Dian, sahabatku sejak SMU yang kemudian jadi salah satu staff kaderisasi menikah. Bulan ini giliran Kak Yeyen; sekretaris KAMMI Daerah KalBar, meski ga se-angkatan tapi karena amanah dakwah kami jadi akrab, beliau ketrima program beasiswa S-2 di UI. Dan awal bulan depan, sahabat dekatku, salah seorang staff kaderisasi juga akan menikah, kemungkinan akan ke luar Pontianak juga. Sebentar lagi mungkin akan menyusul sahabat-sahabat lain yang pergi; mungkin Mushar, Ketua Departemen Kaderisasi yang pulang kampong ke Depok atau Huda, Ketua KAMMI Daerah KalBar yang pulang ke kembali ke tempat asal di Jakarta. Waaah…..siapa dunk yang tersisa…?!?! Jadi tambah sedih deh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tak ingin menyudahi munajatku selepas sholat maghrib, terbayang wajah saudara-saudara seiman. Do’a tulus untuk mereka mengalun dari lisan ini. Meski akan ada yang terasa hilang nantinya, tapi ini adalah sunatullah yang harus dilalui. Tidak setiap pertemuan mencerminkan kedekatan hati dan tidak setiap perpisahan berarti menjauhkan hati. Ukhuwah adalah saling mencintai dan mengasihi dalam ikatan tali agama Allah. Bertemu dan berpisah karena Allah…… Ana ubibbukum fillah…. Ku tutup do’a yang kupanjatkan dengan sebuah pinta :“Ya Waduud, sampaikan salamku pada saudara-saudara yang kucintai karenaMu. Sampaikan pada mereka dengan caraMu yang paling indah, bahwa aku mencintai mereka karenaMu. Ya Allah…berilah kami keistiqomahan menapaki jalan dakwahMu, di jalan inilah kami dipersaudarakan dan di jalan ini pulalah kami berazam tuk menggapai Jannah-Mu. Rabb…pertemukanlah kami kelak di Jannah-Mu bersama Rasulullah, para sahabat dan orang-orang mu’min sebelum kami. Amiin…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;kamar biroekoe, 310706 --catatan untuk para sahabat, untuk seorang kakak; selamat jalan saudariku, selamat berjuang membangun mimpi-mimpi menegakkan kegemilangan panji-panji Islam. Ana uhibbuki fillah kak…….--&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-7339644223422633974?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/7339644223422633974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/kali-ini-bingung-memberi-judul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7339644223422633974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7339644223422633974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/kali-ini-bingung-memberi-judul.html' title='Kali Ini Bingung Memberi Judul….'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1131099482249097907</id><published>2006-08-01T10:25:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T10:26:54.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Special Guest</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hey..hey…ini dah masuk bulan Rajab berarti bulan depan Sya’ban trus…… jreng….. Ramadhan is coming!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ehm….mulai sekarang dah harus disiapin negh, Ramadhan kali ini persiapannya harus maximal, mulai dari pra, pas dan pasca-nya. Ihiiks...evaluasi yang kemaren-kemaren, blum bisa khatam sampe tiga kali. Trus….ga bisa I’tikaf di 10 hari terakhir, huaaa…..sedihnya…!!! So, tahun ini ga boleh terulang! Setidaknya tidak gagal untuk merencanakan, wong tahun kemaren jalan-in target tanpa persiapan matang coz nyadar Ramadhan tinggal bentar lagi. Yah..wajar aja hasilnya mengecewakan, klo orang Melayu bilang “geram tak belawan”, kesel tapi ga bisa ngapa-ngapa-in. Tahun ini musti suksesss…. and make Allah proud of you, des.. Ya Allah, sampaikan umurku untuk menyambut tamu istimewa itu dan berilah hamba kesempatan untuk menikmati Ramadhan kali ini (moga Ramadhan kali ini lebih, lebih dan jaaauuuuuuh lebih baik dari Ramadhan yang lalu serta lebih berkah tentunya, amiin…..)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1131099482249097907?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1131099482249097907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/special-guest.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1131099482249097907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1131099482249097907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/08/special-guest.html' title='Special Guest'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3891612265561425238</id><published>2006-07-30T10:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T10:23:03.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>TITIK TOLAK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika mereka telah menemukan titik tolak dari keterpurukan pada masa-masa sulit yang kami hadapi, untuk kembali melejit….memberi amal-amal terbaik hanya untuk Allah…..&lt;br /&gt;Aku tak ingin sendiri, diam dan terpaku dalam kenangan atas kegemilangan masa lalu. Aku tak ingin menjadi yang tertinggal, sungguh…aku pun ingin bangkit!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika pernah kita merasakan masa sulit dalam keterpurukan, kini kalian menemukan penawar bagi luka yang dirasakan, luka sama yang juga kurasakan&lt;br /&gt;Jika aku pernah berfikir untuk menjauh sejenak untuk meraih mimpi dan mengobati luka, melihat dunia dan belajar banyak hal di luar sana tapi setelah merenung dan memikirkan banyak hal kini aku berubah fikiran…..&lt;br /&gt;Jikalau kesulitan dan keterlukaan adalah mahar dari kekuatan, kebesaran dan kematangan jiwa maka aku memilih untuk melalui hari-hari sulit itu –setidaknya untuk beberapa saat, sampai kebutuhan akan ilmu yang dimili dapat digantikan orang lain-&lt;br /&gt;Aku akan bangkit dan bertolak dari sini, di tempat yang sama di mana luka itu ada….&lt;br /&gt;Namun yang pasti aku akan bangkit bersama kalian, bersama kita berlari menuju cinta dan keridha’an-Nya&lt;br /&gt;Kelak akan Allah gantikan pedihnya luka dan sulitnya masa yang dilalui dengan sebaik-baik balasan, insyaAllah!&lt;br /&gt;@270706&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3891612265561425238?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3891612265561425238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/titik-tolak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3891612265561425238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3891612265561425238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/titik-tolak.html' title='TITIK TOLAK'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-411985776062009987</id><published>2006-07-28T10:23:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T10:25:13.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>SEKEPING HATI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bayangnya tak pernah hadir dalam mimpiku&lt;br /&gt;asal-usulnya tak pernah terukir dalam angan kehidupanku&lt;br /&gt;wajahnya tak pernah terlukis dalam kanvas penglihatanku&lt;br /&gt;geraknya tak hadir dalam renungku&lt;br /&gt;namun hadirnya mampu memberi warna dalam hidupku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kadang hati ini mencoba meraba,&lt;br /&gt;sketsa wajahnya…&lt;br /&gt;sigap geraknya, bayangnya…&lt;br /&gt;namun sungguh, aku takut melukiskan semua itu dalam angan&lt;br /&gt;ffhhh…! aku tak ingin mengacaukan hati ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba mengenalnya dari cara berfikirnya,&lt;br /&gt;memahami mimpi-mimpinya…&lt;br /&gt;tak kupungkiri bahwa sosok revolusioner itu ada padanya,&lt;br /&gt;tapi menyimpulkan bahwa sosok revolusioner itu adalah lelaki yang Allah tetapkan untuk menemani mewujudkan mimpi-mimpiku,&lt;br /&gt;menjadi qowwam dalam kehidupanku, menjadi ayah dari anak-anakku kelak…?!&lt;br /&gt;Entahlah…aku pun tak tau jawaban dari semua pertanyaan yang berkecamuk dalam batinku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutitipkan jawab pada Sang Pemilik Masa,&lt;br /&gt;biarlah kelak waktu hamparkan jawabnya…&lt;br /&gt;Apakah sosok revusioner itu adalah mentari yang selalu setia menemani hariku,&lt;br /&gt;menghangatkan hari demi hari yang kulalui dengan sinar lembutnya,&lt;br /&gt;meski kadang ada kalanya sang mentari beristirahat dalam selimut malam&lt;br /&gt;dan mentari pasti akan kembali bersinar cerah esok pagi…&lt;br /&gt;Ataukah sosok revolusioner itu pelangi jingga yang indah menyapa di suatu senja,&lt;br /&gt;bagian dari sedikit waktu yang Allah titikan melalui usia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang dia adalah matahariku, niscaya dia akan “datang” dengan cara yang bersih,&lt;br /&gt;suatu hari nanti; entah esok atau lusa…aku pun tak tau……&lt;br /&gt;Tapi jika dia hanya pelangi jingga yang datang sejenak,&lt;br /&gt;memberi warna indah dalam perjalanan kehidupanku…&lt;br /&gt;Aku tetap bersyukur pada-Nya bahwa sosok revolusioner itu --dengan segala kelemahan dan potensi yang ia miliki-- pernah menjadi bagian dari proses pembelajaranku&lt;br /&gt;untuk menjadi kebanggaan Allah dan Rasul-Nya di yaumil akhir kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun endingnya, aku tak pernah merasa menyesal telah mengenalnya&lt;br /&gt;karena banyak hal yang kupelajari darinya&lt;br /&gt;dan semoga hadirku pun memberi kontribusi kebaikan untuknya…&lt;br /&gt;Tidak ada peristiwa yang tersia --karena tak ada sesuatu yang Allah ciptakan dengan sia2--&lt;br /&gt;selalu ada ibrah yang dapat diambil,&lt;br /&gt;bagi mereka yang mau merenung dan mengambil pelajaran&lt;br /&gt;berharap aku adalah pembelajar sejati&lt;br /&gt;……dan biarlah waktu bentangkan jawabnya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;@resahku, 280706&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-411985776062009987?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/411985776062009987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/sekeping-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/411985776062009987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/411985776062009987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/sekeping-hati.html' title='SEKEPING HATI'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3930445968214617502</id><published>2006-07-24T10:19:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T10:21:24.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Kalo Rezeki, Ga Bakal Lari Kemana….</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Acara Talk Show tentang Pendidikan Anak dalam rangka Hari Anak Nasional kali salah satu pembicaranya adalah Pak Cah (Ust. Cahyadi Takariawan). Beberapa saat menjelang acara dimulai, seorang –yang sepertinya pembicara dari luar Pontianak- masuk aula tempat acara digelar ehm..tapi koq kaya’nya bukan Pak Cah ya….?! Sepertinya Pak Cah ga bisa datang dan digantikan dengan orang lain. Ku sikut mbak Fitri –temen satu DPC, dulu kuliah di Yogya- yang duduk di sebelah. “Mbak, itu bukan Pak Cah? Koq lebih muda ya..?! Kaya’nya bukan Pak Cah deh!”. “iya..tapi ustad siapa ya, kaya’nya kenal… Wajahnya ga asing” jawab mbak Fitri. “Ehm..kaya’ Ust. Nono deh” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena MC langsung membuka acara, kami langsung mingkem menghentikan pertanyaan-pertanyaan yang masih belum terjawab. Tapi mendengar nama Ust. Nono yang disebutkan mbak Firti, ingatan ku melayang pada waktu silaturahim ke Yogya dua tahun lalu. Acara pembukaan berlangsung, file di kepala “memutar” percakapan pada pagi di mana aku akan berangkat ke Jakarta malam harinya. “Mbak, besok ada acara loh di Masjid Mardhiyah.. yang ngisi Ust. Nono. Rugi banget deh klo mbak ga dateng. Jarang-jarang loh Ust. Nono ngisi sekarang kan beliau udah jadi anggota dewan” kira-kira begitulah yang diucapkan Shinta, berusaha merayu supaya aku mengundur waktu keberangkatan. “Pengennya sih, tapi yang nganter bisanya ntar malem Shin..” jawabku. “Rugi loh, dah jauh-jauh dari Pontianak ga ikut kajiannya Ust. Nono, orangnya asyik banget” Shinta makin gencar aja membujuk. Aku sempet ragu juga untuk berangkat, tapi karena udah mengundur keberangkatan beberapa hari sebab sempet sakit akhirnya aku membulatkan tekat untuk berangkat ke Jakarta malam ini. Di Jakarta juga ada banyak saudara yang harus dikunjungi, dan aku harus pulang ke Pontianak tepat waktu karena banyak amanah yang menanti. “Belum rezeki mbak lah Shin, dapet ilmu dari beliau” jawaban yang pasrah banget dan cukup efektif membuat Shinta menghentikan rayuannya meski dari wajahnya terlihat raut kecewa, jangankan dia yang ngajak.. ana yang diajak kaya’nya lebih kecewa deh tapi mau diapain lagi.&lt;br /&gt;“….kepada Bapak Endri Nugraha Laksana dari Jakarta, kami persilahkan ke atas panggung” ucapan MC membuatku menghentikan nostalgia –klo ga bisa dibilang lamunan- “yah..bukan Ust. Nono deh kaya’nya” batinku, tapi entah kenapa aku tetap yakin klo ustad yang kini berada di depan ku adalah Ust. Nono. Tiba-tiba mbak Fitri berbisik “tuh…kan bener! itu Ustad Nono!! Tapi koq MC-nya tadi bilang ustadnya dari Jakarta ya?”. Yang ditanya Cuma senyum.&lt;br /&gt;Karena panitia ga nyediakan form Curriculum Vitae, jadi sebelum memaparkan materi para pembicara terlebih dulu memperkenalkan diri. Dimulai dengan Pak Endri Nugraha Laksana, dan setelah memperkenalkan diri beliau meluruskan ucapan MC yang mengatakan beliau berasal dari Jakarta, “saya dari Yogya, hanya tadi malam transit di Jakarta”.&lt;br /&gt;“Tuh…kan bener, Uts. Nono tuh!! pantesan wajahnya ga asing” ujar mbak Fitri girang. Aku hanya senyum-senyum meski ga dapat dipungkiri klo aku juga seneng banget, meski yang dateng bukan Pak Cah tapi yang gantiin adalah Ust. Nono. Alhamdulillah….ketemu juga akhirnya dengan yang namanya Ust. Nono, yang dua tahun lalu menjadi salah satu alasan berat rasanya meninggalkan Yogya. Ga kebayang akhirnya bisa berada di majelis ilmu bersama beliau, barakallah…. Klo rezaki, ga bakal lari kemana. Mungkin dua tahun lalu belum rizekinya untuk mendapatkan ilmu dari beliau atau mungkin memang belum saatnya mendapatkan ilmu yang beliau paparkan. Tapi yang pasti hari ini aku merasa sangat bersyukur berada di majelis ini. Wallahu’alam wastaghfirullah…. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk Shinta dan ‘teh Uyun, kaifa hal ukhti fillah..?! Kangen buanget euy, makasih atas tumpangannya di kos-an, makasih atas pinjeman baju birunya, makasih udah diajak ikutan rapat di gembira loka pagi-pagi, makasih udah nemenin belanja di malio boro, makasih udah nemenin beli cincin, makasih udah nganterin ke Kota Gede, makasih ngerawat dan perhatiin pas aku lagi sakit, tengkyu buangeet..nget..nget sampe ngenget for every thing; hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kalian dengan sebaik-baik balasan. Afwan ya..fotonya blum dikirim juga, negatifnya ilang sih. Mudah2an kita bisa ketemu lagi ya…. Miz u,ukh…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3930445968214617502?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3930445968214617502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/kalo-rezeki-ga-bakal-lari-kemana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3930445968214617502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3930445968214617502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/kalo-rezeki-ga-bakal-lari-kemana.html' title='Kalo Rezeki, Ga Bakal Lari Kemana….'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3907448042008381194</id><published>2006-07-02T10:16:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T10:18:51.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Renungan Untuk Adik Tercinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka duduk berdua di dalam kamar, ikhwan dan akhwat itu sedang berbincang dari hati ke hati, sebagai seorang kakak dengan adiknya juga sebagai sesama aktivis dakwah. Hmm….ternyata mereka tengah bicara mengenai pernikahan, mungkin karena usia mereka hanya terpaut satu tahun dan keduanya juga sudah memasuki usia yang cukup dikatakan layak untuk menikah, jadi pembicaraannya terlihat sangat akrab (namanya juga kakak-adik ;p).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Kak…kalo’ bise nanti cari suami jangan yang kurus ye? Adek kan badannya besar nanti susah kalo’ jalan same suami kakak trus kalo’ bise yang bla…bla….” si ikhwan mengemukakan harapannya. Kakaknya menanggapi dengan menulis di buku catatannya sambil protes “masa’ kriterianye masalah fisik sih dek”, di dalam hati si akhwat ia berguman “iya kakak catat, tapi Cuma dicatat jak…”. Si adek lalu melontarkan sebuah pertanyaan “kak, kalo’ adek nikah sama akhwat yang ndak ngaji gimana?”. Si kakak lalu menjawab dengan bijak “yaa ndak pape-lah, kalo’ namenye jodoh mau diapekan lagi” ia kemudian menghela nafas “asal adek nanti siap jak nyucikan bajunye, sementara istri adek pergi kemane-mane, mending perginya untuk dakwah, ini perginye ke mall atau jalan-jalan. Trus adek siap ndak liat istri adek pake baju you can see, dandan trus laki-laki lain lihat istri adek kaya’ gitu” paparnya. “Lalu adek siap ndak, di tengah amanah adek sebagai suami dan da’I, istri adek menuntut waktu dan perhatian lebih bahkan seringkali meminta tambahan uang lebih untuk beli baju ataupun perhiasan?! Sedangkan umat juga butuh waktu, fikiran, tenaga dan dana yang bukan tenaga sisa, waktu sisa, tenaga sisa, dan dana sisa..?!. Sementara adek di luar rumah harus mengeluarkan energi besar untuk keluarga dan dakwah, ketika kembali ke rumah adek tidak menemukan sesuatu yang dapat mengembalikan energi, terutama energi spiritual adek. Se”jelek-jelek”nya akhwat dek, kalo’ dalam perjalanan rumah tangga kalian ada masalah, setidaknya kita bisa minta bantu murabbiyahnya, kita bisa membicarakannya dengan bahasa keimanan. Bedakan antara cinta nafsu dan cinta untuk menghantarkan kita pada ridho Allah. Kalo’ adek bisa menjamin menikah dengan yang pemahamannya terhadap dakwah tidak sekufu sama adek bisa menghantarkan adek kepada Jannahnya Allah, tafadhol…..” panjang lebar si kakak mencoba memahamkan adiknya. Yang di ajak bicara hanya diam saja, memikirkan perkataan kakaknya tercinta. Malam sudah mulai larut, mereka mengakhiri pembicaraan. Si ikhwan pun berlalu meninggalkan kamar sang kakak sambil merenungi perkataan kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;seperti yang dituturkan seorang sahabat kepada laut_biroe@30606_11.30am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakillah ya say, kita sama-sama saling mendo’akan supaya adik-adik kita jadi salah satu dari sekian banyak ikhwan tangguh, moga adik-adik yang kita cintai itu bisa menjadi seperti apa yang Allah dan Rasul-Nya harapkan dan moga kita kelak dipertemukan oleh Allah di Jannah-Nya bersama orang-orang yang kita cintai,amiin…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3907448042008381194?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3907448042008381194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/renungan-untuk-adik-tercinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3907448042008381194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3907448042008381194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/renungan-untuk-adik-tercinta.html' title='Renungan Untuk Adik Tercinta'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-563432668830411618</id><published>2006-07-02T10:15:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T10:16:22.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strong Lyric Song'/><title type='text'>Belajar Dari Ibrahim</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sering kita merasa taqwa, tanpa sadar terjebak rasa&lt;br /&gt;dengan sengaja mencuru-curi, diam-diam ingkar hati&lt;br /&gt;Pada Allah mengaku cinta, walau pada kenyataannya&lt;br /&gt;pada harta pada dunia, tunduk seraya menghamba&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Belajar dari Ibrahim, belajar taqwa kepada Allah&lt;br /&gt;belajar dari Ibrahim, belajar untuk mencintai Allah&lt;br /&gt;Belajar dari Ibrahim, belajar taqwa kepada Allah&lt;br /&gt;belajar dari Ibrahim, belajar untuk mencintai Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu pada bapak para anbiya&lt;br /&gt;patuh dan ta’at pada Allah semata&lt;br /&gt;Tanpa pernah mengumbar kata-kata&lt;br /&gt;jalankan perintah tiada banyak bicara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-563432668830411618?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/563432668830411618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/belajar-dari-ibrahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/563432668830411618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/563432668830411618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/belajar-dari-ibrahim.html' title='Belajar Dari Ibrahim'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-933205193902902152</id><published>2006-07-02T10:12:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T10:14:49.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strong Lyric Song'/><title type='text'>Pandangan Mata</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pandangan mata selalu menipu&lt;br /&gt;pandangan akal selalu tersalah&lt;br /&gt;pandangan nafsu selalu meluluh&lt;br /&gt;pandangan hati itu yang hakiki, kalau hati itu bersih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hati kalau terlalu bersih pandangannya akan menembus hijab&lt;br /&gt;hati jika sudah bersih, firasatnya tepat karena Allah&lt;br /&gt;Tapi hati bila dikotori bisikannya bukan lagi kebenaran,&lt;br /&gt;tapi hati bila dikotori bisikannya bukan lagi kebenaran….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati tempat jatuhnya pandangan Allah,&lt;br /&gt;jasad lahir tumpuan manusia&lt;br /&gt;Utamakanlah pandangan Allah,&lt;br /&gt;daripada pandangan manusia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-933205193902902152?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/933205193902902152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/pandangan-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/933205193902902152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/933205193902902152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/pandangan-mata.html' title='Pandangan Mata'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2344292409442608990</id><published>2006-07-02T10:08:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T10:11:50.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strong Lyric Song'/><title type='text'>Mengemis Kasih</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tuhan dulu pernah aku menagih simpati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada manusia yangg apa jua bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terhiritlah aku di lorong gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luka hati yang berdarah kini jadi kian parah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semalam sudah sampai ke penghujungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah seribu duka kuharap sudah berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin lagi ku ulangi kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerak dosa yang mengiris hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan…dosaku menggunung tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi rahmatMu melangit luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga selautan syukurku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanyalah setitis nikmatMu di bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan…walau taubat seribu bukit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun pengampunanMu tak pernah bertepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selangkah ku datang padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seribu langkau Kau rapat padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2344292409442608990?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2344292409442608990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/mengemis-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2344292409442608990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2344292409442608990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/mengemis-kasih.html' title='Mengemis Kasih'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-4361366792752966223</id><published>2006-07-02T10:03:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T10:07:36.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Apa yang Dapat Kulakukan untukmu, Saudaraku…?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;No body Is Perfect _ famous term&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pasti menjadi dasar ketika kita “memandang” karakter ataupun dalam mengevaluasi kerja-kerja para pelaku dakwah. So... NIP. Selain Allah yang Haq.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat kita bersemangat, memiliki level iman yang stabil atau sedikit lebih baik, kita seolah-olah melihat saudara kita pun seperti kita. Menerapkan standar stabilitas keimanan kita kepada saudara-saudara kita, atau bahkan adik (ikhwah baru) kita. Maka, ketika kondisi saudara kita tidak stabil, sedang mengalami fluktuasi iman, futur, kita pun menganggapnya sebagai kader manja. Kita melihatnya dengan perspektif berbeda dengan apa yang dirasakannya atau yang dibutuhkannya. Kita yang stabil memaksa agar ia bisa survival bertahan di garis keimanan. Sehingga kita tidak merasa terlalu perlu untuk memberinya nasihat, atau motivasi-motivasi keimanan. Sementara betapa ia butuh sentuhan-sentuhan perhatian kita.&lt;br /&gt;Kita berpikir bahwa suatu saat, kita akan hidup sendiri tanpa seorang ikhwah yang menemani di suatu daerah. Sehingga kita mengira bahwa kita harus bersiap-siap untuk hal tersebut. Maka ketika ada seorang yang futur, kita bersikap seolah-olah tidak peduli padanya. Dan ketika dia benar-benar mengucapkan “selamat tinggal”, kita menyalahkannya atas kelemahannya. Kita menyelamatkan diri atas kesalahan dari futurnya saudara, dengan hiburan-hiburan bahwa ini adalah sunatuddakwah.&lt;br /&gt;Tidak sedikit kita dengar kisah-kisah futurnya ikhwah dari barisan ini setelah tarbiyah bertahun-tahun. Bukan hal yang mengejutkan memang, ulama bahkan ada yang murtad, berganti haluan, ustadz pun ada yang terjatuh, saat tergiur dengan indahnya dunia. Kehilangan seorang yang telah memiliki kepahaman dan mobilitas dakwah yang tinggi, apakah bisa diganti dengan masuknya 50 orang baru dalam barisan ini, tanpa kepahaman dan aksi dakwah yang mapan? Lepasnya seorang kader produktif apakah bisa ditutupi dengan hiburan bahwa 50 baru orang yang baru-baru mengikuti daurah tahap awal, dengan produktifitas dakwah yang masih nol?&lt;br /&gt;Mungkin ada rasa marah ketika melihat saudara kita melakukan kesalahan, tapi bukan berarti tidak ada pintu untuknya kembali dalam hangat nuansa ukhuwah, indahnya berjuang bersama dan nikmatnya munajat di sepertiga malam terakhir bukan…?! Seberapa besar kontribusi kita untuk membantu saudara kita yang tengah mengalami fluktuasi iman, bias jadi suatu saat kita mengalami hal yang sama….. Seberapa sering namanya kita sebut dalam munajat di sepertiga malam terakhir? Sudah berapa tausiyah yang kita berikan kepadanya? Apakah kita hanya bisa men-judge tanpa memberi solusi atau hanya bisa membicarakannya di belakang kita padahal belum tentu amal kita lebih baik darinya. Sudahkan kita menanyakan padanya hari ini “apa yang dapat kulakukan untuk menahanmu di sini, saudaraku….tetap berada di jalan dakwah ini….??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;laut_biroe@duka,300606 (untuk seorang sahabat: ana ikhlas jika taujih maupun segala upaya untuk menahanmu di jalan ini harus di bayar dengan kehilangan seorang sahabat jika itu bisa menjadi mahar agar engkau tetap berada di sini, di jalan dakwah yang mulia ini… Bagi ana kehilangan seorang sahabat jauh lebih baik-meskipun sakit-, daripada dakwah ini harus kehilangan orang se-potensial antum…. Jika ana tidak bisa lagi “mencuri” gagasan dan mimpi-mimpi besar yang sering antum lontarkan, sungguh….itu jauh lebih baik-meski pedih-, daripada dakwah ini yang kehilangan ide-ide cemerlang antum….)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Catatan Penting : “No Body is Perfect”, “Kita Bukan Malaikat” atau kalimat sejenis jangan dijadikan justifikasi bagi mereka yang sedang mengalami fluktuasi keimanan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-4361366792752966223?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/4361366792752966223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/apa-yang-dapat-kulakukan-untukmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4361366792752966223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4361366792752966223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/07/apa-yang-dapat-kulakukan-untukmu.html' title='Apa yang Dapat Kulakukan untukmu, Saudaraku…?'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2704282236640473522</id><published>2006-06-29T11:09:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T11:15:10.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CoPaz'/><title type='text'>Jikalah Pada Akhirnya...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa meski dibiarkan meracun jiwa.&lt;br /&gt;Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jikalah kebencian dan kemarahan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa mesti diumbar sepenuh jiwa&lt;br /&gt;Sedangkan memaafkan dan menahan diri adalah lebih berpahala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa meski ingin memiliki dan selalu bersama&lt;br /&gt;Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka&lt;br /&gt;Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nantinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa tidak dinikmati saja&lt;br /&gt;Sedang ratap tangis tidak dapat mengubah apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa mesti tenggelam didalamnya&lt;br /&gt;Sedang taubat itu lebih utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri&lt;br /&gt;Sedang kedermawanan itu akan melipat gandakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kegagalan akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa mesti menghantui jiwa&lt;br /&gt;Sedang usaha dan ketabahan justru memberikan manfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kekurangan dan kelemahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya&lt;br /&gt;Mengapa mesti terus disesali&lt;br /&gt;Sedang bersyukur akan memberi nikmat dan kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukanlah yang terbaik yang bisa kau lakukan&lt;br /&gt;Karena waktu dan kesempatan tidak bisa di tebak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://arridho81.blogs.friendster.com/my_cyber_news/2006/06/jikalah_pada_ak.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2704282236640473522?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2704282236640473522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/jikalah-pada-akhirnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2704282236640473522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2704282236640473522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/jikalah-pada-akhirnya.html' title='Jikalah Pada Akhirnya...'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-7570650382670737678</id><published>2006-06-28T09:59:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T10:03:18.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Pahlawan Itu Terluka, Bukan Karena Peluru Musuh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia adalah seorang pemuda yang sangat cemerlang gagasannya dan gigih dalam perjuangan dengan amanah dakwah yang cukup berat, setidaknya itulah yang saya tahu. Meskipun sedikit emosional, tapi untuk ukuran orang muda menurut saya dia adalah orang yang mengagumkan. Dia adalah salah satu dari sekian banyak mujahid dan mujahidah yang dapat dikatakan sebagai pahlawan, setidaknya jika dia belum menjadi pahlawan besar saat ini saya yakin dia akan menjadi pahlawan besar di masa depan karena memang dia memiliki potensi untuk itu. Dan saya bangga mengenalnya, dia tidak hanya seorang sahabat tapi juga guru untuk saya –meskipun mungkin dia tidak menyadari bahwa saya belajar banyak darinya- Keterlukaan yang Tragis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kini pahlawan itu terluka, dia tengah tertatih untuk dapat tetap tegak berdiri memegang panji-panjiNya. Dia tersaruk untuk dapat tetap berada dalam rombongan perang, agar dia tak tertinggal barisan jundullah yang terus maju menghadapi musuh. Namun sangat disayangkan, sang pahlawan bukan terluka karena peluru maupun senjata musuh lainnya. Dia justru terluka oleh hawa nafsunya sendiri!!! Pahlawan itu harus terluka hanya karena seorang wanita, dia tertatih karena cinta yang tidak pada tempatnya, dia tersaruk justru karena menuruti nafsunya sendiri..!!! Bagaikan pahlawan yang mati bukan oleh senjata musuh, tapi karena sakit flu. Tragis…..&lt;br /&gt;Dan ketika pahlawan tersebut adalah orang yang kita kenal, bahkan dapat dikatakan seorang sahabat. Seorang yang memberi anda banyak pelajaran, tentu anda akan merasa sangat kecewa, begitupun saya. Hampir tidak percaya mendengar orang yang saya kagumi, seorang da’I mengeluarkan sapaan mesra –yang tak layak diucapkan- kepada wanita yang bukan mahromnya. Hati ini teriris melihat saudara seiman yang begitu dipercaya berjalan berdua dengan wanita yang bukan mahramnya. Saya merasa begitu marah dan terhina, sangat terhina!!!!!! Jika dia bukan orang shalih, mungkin saya tidak akan semarah ini!! Seumpama dia bukan seorang da’I, mungkin saya tidak akan merasa terhina seperti sekarang ini!!&lt;br /&gt;Bukan Malaikat&lt;br /&gt;Kita memang bukan jama’ah malaikat, kita adalah jama’ah manusia biasa yang juga sangat mungkin melakukan kesalahan. Tapi ketika kita melakukan dosa, tidakkah keimanan meskipun sedikit membuat kita takut untuk melanggar perintahnya..?! Rabb….pantaslah jika Baginda Rasul bukan merasa takut dikalahkan oleh musuh, tapi Beliau merasa takut kalah dalam perang karena para mujahid yang melakukan dosa dan dengan itu Allah tidak memberikan keberkahan berupa kemenangan.&lt;br /&gt;Kita memang bukan malaikat, pun saya bukan orang suci yang tak pernah melakukan kesalahan. Tapi apakah hal itu dapat dijadikan justifikasi atas dosa dan kesalahan yang kita lakukan…?!?&lt;br /&gt;“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. As-Syams: 8-10).&lt;br /&gt;Kembali Pada Allah&lt;br /&gt;Sesungguhnya hidayah itu sangat sulit didapatkan dan lebih sulit lagi untuk mempertahankan hidayah yang telah Allah berikan. Dahulu kita tertatih untuk mendapatNya dan dengan begitu banyak pengorbanan kita menempa diri untuk dapat menjadi hamba yang patut dibanggakan olehNya, namun kini setelah hidayah itu Allah berikan kita melepaskannya begitu saja. Kita tidak menjaga agar Allah tetap memandang kita layak mendapatkan hidayah itu. Menyadari kesalahan adalah langkah awal yang menguntungkan dan bertaubat serta berazam untuk tidak melakukan dosa itu lagi adalah langkah kedua yang revolusioner untuk menyelamtkan diri dari kemurkaan Allah. Dan semoga kita adalah termasuk orang yang Allah jaga selalu dalam kebaikan dan hanya disibukkan oleh hal-hal yang baik. Tak ada kata terlambat untuk kembali dalam rengkuh cintaNya, selama nyawa masih berada dlm jasad, bersegeralahh.....&lt;br /&gt;Wallahu’alam wastaghfirullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;kamarbiroekoe,280606_09.34pm&lt;br /&gt;Yaa Rahman, berilah hidayah kepada saudaraku tersebut. Jika amal dakwah yang ia lakukan selama ini merupakan kebaikan, gantikanlah dengan hidayah dan keistiqomahannya di jalan ini.&lt;br /&gt;Yaa Aziz, berilah saudaraku tersebut kekuatan untuk melepaskan diri dari jeratan syaitan, dan peliharalah ia dari segala macam keburukan serta jagalah ia selalu dalam cinta dan ridho-Mu.&lt;br /&gt;Rabb….jangan jadikan saudaraku tersebut bagian dari orang-orang merugi yang memutuskan berhenti dari dakwah ini, jangan jadikan ia golongan orang-orang terlempar keluar dari perjuangan ini.&lt;br /&gt;Rabb…hamba titipkan saudaraku tersebut padaMu, Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemberi pertolongan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-7570650382670737678?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/7570650382670737678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/pahlawan-itu-terluka-bukan-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7570650382670737678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7570650382670737678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/pahlawan-itu-terluka-bukan-karena.html' title='Pahlawan Itu Terluka, Bukan Karena Peluru Musuh'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2141166704058176661</id><published>2006-06-27T11:05:00.003+07:00</published><updated>2009-02-09T11:18:40.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>My Poem</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sosok revolusioner itu ada padanya,&lt;br /&gt;tak dapat kupungkiri pesonanya begitu menggoda,&lt;br /&gt;sejenak ku terhenyak…..&lt;br /&gt;ada asa jauh di relung hati&lt;br /&gt;Sebuah tanya menghentak kesadaran,&lt;br /&gt;pantaskah asa itu ada..?!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb, diakah Sang Revolusioner yang Kau tetapkan untuk-ku..?!&lt;br /&gt;yang selalu menjadi harap dalam setiap munajatku&lt;br /&gt;Ehmm…dia memang sosok yang revolusioner, dan mungkin dia salah satu&lt;br /&gt;dari sekian banyak yang baik&lt;br /&gt;tapi belum tentu dia lelaki terbaik yang telah Ia tetapkan untuk-ku.&lt;br /&gt;Jika ia memang yang terbaik yang telah Dia tetapkan,&lt;br /&gt;niscaya ia juga akan datang dengan cara yang baik, yang bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Wadud….peliharalah hati ini, hanya untuk sang revolusioner-ku seorang kelak, ketika saatnya tiba.&lt;br /&gt;Ya Rabbul Izzati, sampaikan salamku pada sang revolusioner-ku, yang entah siapa dan di mana ia berada.&lt;br /&gt;Peliharalah ia dari sgala macam keburukan, jagalah ia selalu dalam kebaikan dan selalu sibuk dengan dakwah…&lt;br /&gt;Rabb…jikalau ia jauh, maka dekatkanlah. Jikalau ia dekat, maka sampaikanlah waktunya. Satukanlah kami dengan jalan yang bersih, sehingga menjadi barokah segala sesuatunya….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2141166704058176661?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2141166704058176661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/my-poem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2141166704058176661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2141166704058176661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/my-poem.html' title='My Poem'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-4020224662529979588</id><published>2006-06-27T11:04:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T11:12:28.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Jadilah Seperti Mawar</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya merasa sangat marah dan terhina ketika seorang akhwat dengan terisak mengatakan bahwa ia jatuh cinta dan awal dari VMJ itu adalah karena mereka sering curhat. Si ikhwan sepertinya memberi harapan mbak, tapi ternyata dia juga melakukan hal yang sama ke akhwat lain. Bahkan dari cerita temennya saya tau, si ikhwan sering bersapa mesra dengan akhwat lain itu dengan sebutan “sayang”. Saya merasa “patah” mbak, tuturnya terbata.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Entah siapa yang memulai, tapi akhirnya si akhwat merasa sangat nyaman “berbagi” kepada si ikhwan yang selalu dapat meberikan solusi bagi permasalahannya. Lama-kelamaan si akhwat merasa si ikhwan memberikan “harapan” padanya. Entah si akhwat yang gede rumangso, gede rasa atau si ikhwan yang memang senang tebar pesona, memberi harapan ke semua akhwat yang ditemui-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah siapa yang patut di salahkan, tapi yang pasti kedua belah pihak harus instrospeksi diri, kenapa rasa itu bisa ada. Jatuh cinta memang bukan aib, rasa cinta adalah anugerah indah dari Allah hanya saja ia akan menjadi bencana jika tidak ditempatkan pada tempat dan waktu yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ukhti, bagi seorang laki-laki kecenderungan untuk melindungi sangat besar. Jikalau anti datang pada seorang ikhwan dengan segenap permasalahan untuk diceritakan, lama-kelamaan ia akan merasa sangat dibutuhkan dan mungkin tanpa sadar ia terjerat nafsu dan mulai “menawarkan” mimpi-mimpi. Karenanya duhai ukhti, jadilah seperti bunga mawar di jalan dakwah ini. Ia indah tapi dia bisa menjaga dirinya dengan pertahanan yang ia miliki. Akhwat bukan makhluk tak berdaya yang tidak bisa apa-apa, mungkin terkadang kita butuh pertimbangan ikhwan sebagai seorang yang lebih rasional tapi jangan jadikan itu kebiasaan sehingga setiap permasalahan harus di sharingkan ke ikhwan. Pun jika terpaksa meminta pendapat lawan jenis, jangan selalu meminta pendapat pada satu orang. Itu hanya akan menjebak dirimu sendiri ukhti….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kalian, wahai akhi…. jadilah seorang ksatria! Jangan pernah jadi pengecut apalagi pecundang dalam dakwah ini. Jikalau memang kalian merasa siap menikah, maka bersegeralah. Jangan pernah “menawarkan mimpi” pada akhwat, memberikan sesuatu yang tidak pasti. Katahuilah akhi, bahwa perasaan akhwat itu sensitive dan mudah tersentuh. Jangankan oleh perkataan yang puitis, dengan perhatian pun ia bisa luluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup banyak pekerjaan umat ini, jangan lagi ditambah dengan permasalahan moral para da’I yang semakin hari semakin memprihatinkan. Kita memang bukan malaikat yang tak pernah melakukan kesalahan, tapi ketika kita bergabung dalam barisan dakwah ini maka saat itu kita telah berazam untuk menjadi manusia-manusia langit, sosok manusia yang mempunyai orientasi langit dan hanya Pemilik Langitlah satu-satunya tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri kita sendirilah yang paling mengetahui kondisi hati dan apa kelemahannya, maka jangan sesekali bermain api. Memang di anjurkan menjaga silaturahim dan ukhuwah tapi jika persahabatan yang terjalin malah membuat kita jauh dari Allah, berkah apa yang dapat kita ambil dari sebuah ukhuwah (persahabatan karena Allah)…?!?! Ingatlah wahai saudara ku bahwa syaitan selalu menanti celah di mana kita lengah, musuh terlaknat itu selalu siap menikung kita di setiap belokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                              **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Wadud….jagalah hati ini, hanya Engkau cinta tertinggi. Kalaupun mencintai ia yang berhak di cintai, maka jadikan cinta itu karenaMu dan jangan sampai cinta kepadanya melebihi cinta kepadaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ghaffar…..ampuni jika kaki ini pernah tergelincir, mengatasnamakan ukhuwah untuk menuruti hawa nafsu. Menikmati rasa yang tak berhak dan tak halal untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamarbiroekoe, 260606_10.35PM@kecewakuThd SeorangSahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sobat, sudah…putuskan saja rantai syaitan yang menjeratmu! Memang bukan hal yang mudah, aku tau itu sulit tapi akan lebih mudah jika kau MAU memutuskan semua hal yang membuat terjerat. Jika mmng itu terlalu sulit bagimu, istikharahlah…tanyakan pada Allah apakah ia mmng yang terbaik untuk-mu. Jika jawabannya iya, maka akhiri semua ini dengan sesuatu yang dihalalkanNya. Meski jujur sebagai da’I, aku kecewa tapi bukan berarti aku benci padamu, sobat. Kau tetap sahabatku dan justru karena itu tulisan ini ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-4020224662529979588?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/4020224662529979588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/jadilah-seperti-mawar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4020224662529979588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/4020224662529979588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/jadilah-seperti-mawar.html' title='Jadilah Seperti Mawar'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-6229224698657692427</id><published>2006-06-17T11:00:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T11:04:42.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Life is Begin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku tertegun ketika pesan singkat dari Ketua Departemen Kebijakan Publik -yang notebene-nya adalah mas’ul-ku- membuat HP berbunyi. Isi pesannya, beliau meminta maaf atas segala kesalahan selama berinteraksi dan PAMIT coz besok beliau harus pergi ke Sanggau. Yup, beberapa waktu lalu beliau diterima sebagai PNS dan menunggu penempatan. Dan ternyata SK-nya udah keluar. Life is begin, batinku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beberapa bulan belakangan banyak membuatku merenung, bahwa kini kita menghadapi dunia yang sebenarnya. Satu per satu ikhwah yang se-angkatan memulai “hidup”-nya. Ada yang kerja di luar kota, ada yang nikah trus ikut suaminya ke luar kota or else lah… Pasca kampus merupakan sebuah fase mendebarkan, setidaknya buatku. Karena di fase ini idealisme kita di uji, apakah kita memang kokoh atau kita kokoh karena lingkungan kita seperti itu. Bahkan pernah dalam sebuah diskusi dengan adik tingkat, beliau “nantang” kakak-kakaknya dengan mengatakan “akhwat-akhwat kaya’ kakak-kakak nih ana yakin, setelah nikah pasti ilang dari peredaran. Cobelah (baca: cobalah) liat kakak-kakak ’98, siape sih sekarang yang jadi tokoh?! Kite liat jak nanti kakak nih kaya’ mane (baca: kita lihat saja nanti kk gimana)…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketika masih di kampus ada salah satu teman kita menghadapi masalah, yang lain pasti cepat merespon agar masalahnya tidak berpengaruh pada kondisi ruhiyahnya, saling menguatkan (ukhuwah itu indah buanget ya, guy’s?!). Tapi ketika pasca kampus, kita tidak berada pada komunitas dominan yang bisa mem-back up diri. Kita dituntut untuk bisa survive dan memang tarbiyah mencetak kader yang bisa tarbiyah dzatiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ffffhhh……nulis apa lagi ya, koq jadi pengen nangis! Sedih, terharu, tau’ ah gelap…. Inget pertama kali gabung di LDK, kenal sama ikhwah laen, inget kalo’ pas berantem, inget suka dan dukanya ngelola dakwah kampus, jadi solid dengan ikhwah se-angkatan, eh…trus sekarang satu per satu pisah….. ihiks….ntar ketemu lagi udah pada bawa anak, ada yang jadi dewan (kali..). Duh, ga kuat lagi mau mikir, emosio-nya lebih dominan…… udahan aja, eh….my poem;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabb…..sampaikan pada sahabat-sahabatku dengan caraMu yang paliing indah, bahwa aku sangat mencintai mereka karenaMu.&lt;br /&gt;Rabb…jagalah aku dan sahabat-sahabatku agar tetap istiqomah di Jalan dakwahMu, meski badai menerpa…&lt;br /&gt;Rabb…hilangkan keragu-raguan dari dada ini, hilangkan kekerdilan dari jiwa kami, gantikanlah dengan semangat dan azzam serta kerindu-an untuk berjumpa denganMu&lt;br /&gt;Rabb…berilah aku dan sahabat-sahabatku kekuatan untuk meneruskan risalah Rasul yang mulia&lt;br /&gt;Rabb…..sampaikan pada sahabat-sahabatku dengan caraMu yang paliing indah, bahwa aku sangat mencintai mereka karenaMu.&lt;br /&gt;Satukan kami dalam keta’atan, dalam keimanan padaMu. Pertemukanlah kami kelak di JannahMu bersama Rasulullah, para sahabat mulia dan orang-orang mukmin sebelum kami.&lt;br /&gt;Rabb…..kabulkan pinta hambaMu ini….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-6229224698657692427?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/6229224698657692427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/life-is-begin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6229224698657692427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/6229224698657692427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/life-is-begin.html' title='Life is Begin'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-2827724943003935706</id><published>2006-06-12T10:51:00.001+07:00</published><updated>2009-02-09T10:53:41.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Pelukis dan Melukis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Seorang pelukis membutuhkan cat untuk membuat lukisan yang indah , dengan gradasi semburat warna membuat lukisannya tampak nyata. Pilihan corak dan goresan-goresannya kadang hanya berawal dari sebuah inspirasi sederhana”. Seorang teman memberiku nasehat melalui sms, yang kurang lebih begitulah bunyinya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Awalnya sulit memaknai taujih yang diberikannya, apa yang ingin ingin disampaikan melalui taujih itu. Ketika dimintai penjelasan pun sang pengirim pesan tak memberikan jawaban. Lalu ku coba memaknai taujih itu melalui sudut pandangku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil karya pelukis-pelukis besar yang ternama mempunyai nilai yang sangat tinggi. Namun lukisan itu tidak ujug-ujug (ujug-ujug = tiba-tiba, bahasa Jawa) jadi. Seperti menulis, melukis juga membutuhkan proses, mulai dari menentukan tema lukisan hingga menuangkannya menjadi bentuk yang dapat dinikmati oleh semua orang. Dan untuk menentukan tema, kadang sang pelukis mengalami kebuntu-an. Hal-hal kecil yang mungkin biasa-biasa saja terkadang malah dapat menjadi inspirasi hebat yang kemudian menghasilkan karya-karya indah yang dikagumi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah karya indah nan mengagumkan dihasilkan, yang menjadi bintangnya adalah lukisan dan sang pelukisnya. Inspirasi maupun ide awal yang kemudian membuat sang pelukis membuat karya yang indah tak lagi diingat, bahkan orang juga tidak ambil pusing mengenai inspirasi yang melatar belakangi dihasilkannya lukisan tersebut. Salah kah orang berfikir seperti itu? Tidak juga, karena mungkin begitulah sunatullah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dalam dakwah ini. Tidak semua menjadi sang pelukis yang dapat menghasilkan strategi-strategi dakwah yang cemerlang, harus ada orang-orang yang “hanya” berperan sebagai isnpirasi bagi sang pelukis. Haruskah kecil hati ketika kita hanya mampu menjadi isnpirasi bagi orang lain, yang bahkan kita sendiri tidak menyadarinya..?! Tentu saja tidak, kawan…. Yang harus kita lakukan adalah terus menerus beramal, meski kita bukan bintang utamanya. Jangan pernah berhenti beramal karena meski amal kita masih kurang tepat untuk saat ini, siapa tau amal kita bermanfaat di masa yang akan datang atau bahkan menginspirasi orang lain untuk menghasilkan amal yang sesuai dengan masa yang dihadapi. Dan ingatlah bahwa Allah Maha Adil, Ia tak akan lalai menilai pekerjaan kita. Beramal dan teruslah beramal, karena kita tidak pernah tau amal mana yang kemudian menghantarkan kita pada ke-ridho-an Nya. Wallahu’alam wastaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-2827724943003935706?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/2827724943003935706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/pelukis-dan-melukis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2827724943003935706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/2827724943003935706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/pelukis-dan-melukis.html' title='Pelukis dan Melukis'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-3521907036324447673</id><published>2006-06-12T10:48:00.001+07:00</published><updated>2009-02-09T10:51:03.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CeLotEH'/><title type='text'>Pecinta Biru yang Mengharu Biru</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hmmm…..kali ini aku ingin membagi kebahagiaan yang kurasakan. Pertama; aku merasa bahagia karena salah satu ikhwan senior di Badan Kerohanian Mahasiswa Islam di Universitas tempat-ku menimba ilmu beberapa waktu yang lalu akan menikah. Kedua, aku bahagia karena sahabat-ku sejak di SMU juga akan menikah. Dan kebahagiaan ketiga, adalah sahabatku akan menikah dengan abang senior-ku itu. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin buat orang lain itu adalah peristiwa yang biasa-biasa saja, tapi tidak bagi-ku karena mereka berdua adalah orang yang sangat berarti dalam perjalanan kehidupanku. Si ikhwan adalah qiyadah pertama di organisasi dakwah pertama pula yang pernah ku ikuti. Dengan sabar beliau dan abang-abang serta kakak-kakak yang lain membimbing aku dan teman-teman se-angkatan yang bergabung dalam organisasi tersebut. Yang lebih membuatku terkesan adalah sapaan hangat beliau setiap aku mampir ke secretariat, “gimana di hukum, des..?”(maksudnya, gimana rasanya di fakultas hukum). Sapaan itu selalu memaksaku bercerita dengan disertai isakan, karena pada waktu itu kondisi dakwah di “kampus merah” yang memang paling tidak kondusif di banding fakultas yang lain. Usai mendengar cerita-ku beliau dan senior-senior yang lain pasti memberikan penguatan. Yup! Perhatian sebagai qiyadah terhadap jundi-jundi beliau lah yang membuat aku terkesan dengan ikhwan senior yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan si akhwat adalah salah satu teman halaqoh pertama-ku, ia adalah salah satu teman yang tak kenal lelah memotivasi di awal-awal masa hijrah. Ketika halaqoh kami di “segarkan” ternyata Allah mempertemukan kami kembali di tambah lagi kami mendapatkan amanah dakwah yang sama. Tentunya kebersamaan yang terjalin selama lebih dari dua tahun membuat ikatan ukhuwah di antara kami lebih erat. Sahabat-ku sejak SMU kini tinggal si akhwat dan seorang akhwat lagi, lainnya udah mudik ke kampong halamannya masing-masing di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak aneh kan jika aku merasa bahagia hari ini, karena mereka akan menikah….!!! Kehadiran di sebuah acara akad nikah hari ini terasa berbeda, karena kali ini aku berada di dalam kamar pengantin menemani si akhwat (meski seorang lagi sahabat kami ga bisa ikut merasakan kegembiraan ini secara langsung coz ada amanah dakwah di luar kota). Beberapa saat sebelum acara di mulai terdengar suara tar (tar = rebana) yang di tabuh, jantungku yang sejak menemani si akhwat berdetak tak karuan kini berdegup semakin kencang. Lha…koq jadi aku yang deg-degan, tapi memang gitulah penyakitku jika menghadiri akad nikah. Orang lain yang mau nikah, malah aku yang nervous. Gimana kalo’ nanti aku yang nikah ya..?!, batinku……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ijab-qobul diucapkan sahabatku menangis, si pecinta biru kini tak kuasa menahan haru. Aku pun tak bisa menahan buliran bening yang berloncatan ke luar dari pelupuk mata (bener-bener mengharu biru suasananya, apalagi saat sungkeman…ihiks…). Perjanjian antara mereka berdua dengan Allah telah di ucapkan. Lembar baru membangun peradaban kini telah dimulai… Tak ada hadiah istimewa yang dapat kuberikan pada orang-orang yang kucinta ini kecuali do’a; Barakallahulaka wa baraka ‘alainaka wa jana’a bainakuma fii khairin (semoga Allah memberi berkah dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Untuk Bang Ham dan Dian, selamat berjuang membangun peradaban! Untuk seorang sahabat yang tengah berproses, moga proposal itu adalah jawaban atas munajatmu,ukh… Moga Allah mudahkan prosesnye. laut_biroe@030606&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-3521907036324447673?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/3521907036324447673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/pecinta-biru-yang-mengharu-biru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3521907036324447673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/3521907036324447673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/pecinta-biru-yang-mengharu-biru.html' title='Pecinta Biru yang Mengharu Biru'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-8206504020891528956</id><published>2006-06-12T10:43:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T10:45:46.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Masa Kecil, Masa Bahagia…..?!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perjalanan panjang dari Bogor menuju Bandung membuatku tak begitu bersemangat lagi menikmati indahnya pemandangan alam yang terhampar di luar jendela bis. Sayup-sayup terdengar anak kecil dengan suara yang masih agak pelat bernyanyi diiringi kecrek-an. Aku juga ga gitu hafal syair lagu yang dinyanyikan pengamen cilik itu, aku hanya tau kalo’ lagu itu di populerkan oleh Titiek Puspa dan sering ku dengar dalam iklan sinetron di salah satu televisi swasta “Kupu-kupu Malam”, kalo’ ga salah itu judul lagunya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Setelah menyelesaikan reff lagu tersebut, ia melanjutkan pada lagu selanjutnya yang aku tak tau judulnya tapi dari irama yang ku dengar sepertinya lagu dangdut. Innalillah….syair-nya genit buangeet! Entahlah….apakah si pengamen cilik itu mengerti atau tidak arti dari syair-syair lagu yang ia nyanyikan, tapi hati ini terasa begitu teriris. Sedih karena di usia yang begitu dini, ia harus susah payah turun-naik bis untuk mengamen demi mendapatkan tambahan uang. Sedih karena harusnya di usianya sekarang, ia mulai menghafalkan huruf hija’iyah atau do’a-do’a harian tapi….ia justru lebih hafal syair lagu yang membuat-ku sakit perut mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengingat masa kecil sering kali membuat kita tersenyum sendiri karena masa itu adalah salah satu masa yang membahagiakan, begitu pula masa kecil buatku. Aku masih ingat saat masih kecil, setiap sore bapak mengajakku jalan-jalan menggunakan motor ke alun-alun Kapuas atau ketika duduk di bangku Taman Kanak-kanak, saat merayakan milad ke-5 dengan membawa kue ke sekolah. Hal menyenangkan lainnya yang masih ku ingat adalah saat SD, pulang ke kampung halaman orang tuaku di Baturetno dan menghabiskan liburan bersama mas-masku tercinta; bercanda, berkejaran, bermain petak umpet, jajan sate bareng om di pasar, mendapatkan hadiah-hadiah dari adik-adik ibu atau bapak-ku coz jarang banget bisa ketemu ponakan mereka, sampai ngeledek-in mbah yang (penampilannya terlihat aneh bagi kami saat itu) jualan gorengan di emperan toko yang tutup selepas maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak untuk pengamen cilik itu dan entah berapa banyak lagi anak-anak yang kurang beruntung di luar sana. Maka bersyukurlah, teman…. Atas cinta yang diberikan oleh kedua orang tua kita, meski ekspresi cinta itu kadang tak seperti yang kita harapkan. Bersyukurlah atas rizki yang Allah titipkan melalui orang tua kita sehingga meski tak hidup mewah tapi kita masih bisa tumbuh dengan normal dan di karuniakan hidayah olehNya. Bersyukurlah atas saudara-saudara yang menemani kita bermain dan bercanda meski terkadang mereka menyebalkan. Bersyukurlah dan teruslah bersyukur teman, atas apa yang telah engkau nikmati sejak kecil hingga sampai menjadi sebesar ini….. Wallahu’alam wastaghfirullah.&lt;br /&gt;laut_biroe@perjalananBogor-Bandung,270506&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-8206504020891528956?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/8206504020891528956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/masa-kecil-masa-bahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8206504020891528956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8206504020891528956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/masa-kecil-masa-bahagia.html' title='Masa Kecil, Masa Bahagia…..?!'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-960090829518205538</id><published>2006-06-11T10:53:00.001+07:00</published><updated>2009-02-09T10:58:21.132+07:00</updated><title type='text'>Senyum Anti Tak Seceria Biasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku bingung ketika seorang teman di departemen Kebijakan Publik mengatakan bahwa senyumku tidak seceria seperti biasanya. “Anti sakit ya..?” tanya temanku kemudian, Ku gelengkan kepala dan kupertegas dengan sebuah kalimat singkat : “ga kok”. “Kirain anti sakit, abis senyumnya ndak seceria biasanya”. Aku hanya menanggapi pernyataannya dengan tersenyum sambil coba merasakan senyumanku sendiri, apakah benar bahwa senyumku hari ini berbeda dari hari-hari biasanya; ga ceria. Ternyata emang ada rasa yang berbeda di hati ketika aku tersenyum, mungkin hal itu yang menyebabkan efek senyumanku tak seindah warna aslinya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku melewati session pembukaan agenda progress report KAMDA sembari berfikir apa penyebabnya. Aku mencoba merunut kejadian yang terjadi selama satu pekan ini, aktivitas ku rasanya tak begitu padat, yup! aktivitas fisik ku pekan ini tidak begitu memforsir energi kecuali aksi penutupan penggalangan dana untuk korban gempa Jogja dan JaTeng yang ku ikuti kemarin. Meski tidak mengikuti aksi yang di lakukan dengan long-march itu secara penuh, tapi karena sudah hampir sebulan ini ga riyadhoh jadi lumayan ngos-ngosan juga meski ga sampe tepar sih. Mungkin ini salah satu faktornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku susuri lagi jejak-jejak aktivitas lainnya, nothing special. Tapi memang pekan ini banyak hal yang kufikirkan; rencana magang, info beasiswa S-2, mutasi liqo’ selama magang, binaan, pergantian pengurus di Mizan, sahabatku yang sedang dalam proses ta’aruf (terbayang jika dia menikah tepat saat aku magang, betapa sedihnya ga bisa menyaksikan hari paling bersejarah untuknya… L), amanah-amanah yang akan kutinggalkan selama magang, dan ……….. (hal yang ga bisa dituliskan, karena very personal). Apalagi ku lihat tilawahku ga mencapai komitmen, pantesan aja….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana ga tepar kalo’ kaya’ gini, beban fikiran se-abreg tapi back up ruhiyahnya ga maksimal. Teringat bahwa keimanan itu terpancar lewat wajah. Rasanya kondisi ruhiyah seseorang juga akan sangat mempengaruhi aura yang dipancarkan oleh seorang mukmin. Wah…musti berkejaran nih..!!! Ingat Des, syurga itu tidak diraih dengan bersantai-santai! Tapi syurga di raih dengan jiddiyah dan tadhiyah, karena syurga itu mahal…!!! Keep Fight and keep smile ya Des….!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;l&lt;em&gt;aut_biroe@dialog batinku menyemangati diri sendiri,110606 &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-960090829518205538?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/960090829518205538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/senyum-anti-tak-seceria-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/960090829518205538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/960090829518205538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/senyum-anti-tak-seceria-biasa.html' title='Senyum Anti Tak Seceria Biasa'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-521959415948070062</id><published>2006-06-10T10:46:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T10:56:15.277+07:00</updated><title type='text'>Pembangkit Listrik dan Pasokan Energi</title><content type='html'>Tentunya semua orang pernah melihat sebuah pembangkit tenaga listrik, setidaknya melalui televisi. Kalaupun tidak pernah melihatnya, saya yakin hampir semua orang pernah merasakan pasokan energi yang dialirkan oleh pembangkit tenaga listrik. Sebuah pembangkit tenaga listrik menghasilkan pasokan energi listrik yang akan dialirkan menuju gardu-gardu dari gardu-gardu itulah listrik kemudian di alirkan ke rumah-rumah dan dapat dinikmati oleh pengguna (konsumen), begitulah singkatnya (meskipun sebenarnya tidak se-sederhana itu). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Makin besar volume listrik yang ada maka semakin besar kemanfaatannya. Pembangkit tenaga listrik, menjadi pasokan langsung maupun tidak langsung bagi gardu dan rumah. Sedangkan gardu menjadi pasokan langsung listrik untuk rumah-rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan kapasitas seseorang, semakin besar volume kualitasnya maka akan semakin besar kemanfaatannya bagi orang banyak. Ketika kita masih menjadi konsumen yang menikmati manfaat dari banyaknya volume yang dimiliki orang lain, apakah membuat kita puas? Bukankah manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain..?! Lalu kenapa kita merasa cukup puas hanya sebagai konsumen, selalu menerima kebaikandari orang lain?! Kenapa kita mencoba meningkatkan kapasitas, menambah volume kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang pendidikannya tinggi tapi kontribusinya untuk umat sangat sedikit tapi di sisi yang lain ada orang yang pendidikannya tidak begitu tinggi tapi banyak hal yang bisa dilakukannya untuk umat. Jika dikatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan dan dibentuk, maka ketika kita bukan tipe pemimpin semenjak kita dilahirkan, kita harus bisa membentuk diri kita menjadi seorang pemimpin. Bukan sekedar berada pada posisi pemimpin tapi mempunyai karakter pemimpin, karena tidak semua orang yang berada pada posisi itu berkarakter pemimpin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendak membentuk diri menjadi pemimpin berarti harus meningkatkan kapasitas, meningkatkan volume. Apa yang kita baca dan dengan siapa kita berinteraksi, turun menentukan kapasitas kita. Tapi nilai-nilai positif yang kita dapat dari bacan dan teman dalam berinterkasi tidak akan membentuk kita jadi pemimpin jika kita tidak mengaplikasikannya dan menjadikannya sebuah kebiasaan. Dengan mengaplikasikan nilai-nilai positif dan menjadikannya sebagai kebiasaan, maka sedikit demi sedikit kapasitas kita akan meningkat, volume kita akan semakin besar. Kita tidak lagi hanya berperan sebagai konsumen yang pasif tapi kita dapat menjadi gardu yang menyalurkan energi listik ke rumah-rumah. Dan ketika kapasitas kita terus meningkat maka kita dapat menjadi pembangkit tenaga listrik. Menghasilkan energi dan menjadi bermanfaat bagi banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk orang – orang yang tak pernah bosan untuk belajar, karena ilmu yang kita miliki ibarat setetes air di lautan. Banyak sekali hal-hal yang belum kita ketahui. Semoga kita bukan termasuk segerombolan orang yang mudah patah arang dalam belajar, karena proses pembelajaran itu terkadang terasa begitu berat dan menyakitkan. Semoga kita bukan golongan orang – orang yang mudah puas dengan ilmu yang kita miliki, karena dengan puas dengannya kita akan merasa cukup dan saat itu kita akan berhenti belajar. Dan sering kali manusia sombong dengan ilmu yang dimilikinya –na’udzubillah-, padahal ilmu Allah jauh lebih luas. Wallahu’alam wastaghfirullah. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;laut_biroe@proses pembelajaran agar lebih matang dalam berfikir dan bertindak, 100606&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-521959415948070062?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/521959415948070062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/pembangkit-listrik-dan-pasokan-energi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/521959415948070062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/521959415948070062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/06/pembangkit-listrik-dan-pasokan-energi.html' title='Pembangkit Listrik dan Pasokan Energi'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5375405135169592149</id><published>2006-04-26T10:40:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T21:41:45.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Hadiah dari Allah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jam 07.00, seharusnya Titie dan Kak Fath udah ada di bandara saat ini karena pesawat yang akan membawa kami ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung akan take off 30 menit lagi. Hmm….akhirnya Titie muncul setengah tergesa; “Kak Fath ngisi dulu bentar di Hypermart, katanya sih barang-barangnya di bawa-in sama abang” katanya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berputar, 07.20 tapi sosok yang dari tadi kami tunggu tak juga muncul. Akhirnya kuputuskan untuk check in duluan. Sampai waktu keberangkatan pesawat pun kakak-ku itu belum juga datang, dengan berat hati aku dan Titie menuju ke pesawat. Detik-detik terakhir pesawat akan take off, masih berharap teman kami muncul tapi ternyata kekhawatiran kami menjadi kenyataan; kak Fath ketinggalan pesawat. “Rabbi……masa’ ke Musyawarah Nasional PAHAM tanpa komandan sih, kita berdua kan anak baru…!!!”, begitulah kira-kira yang aku dan Titie rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih satu setengah jam kemudian kami tiba di Cengkareng, ponsel-nya Titie bunyi tandanya ada pesan yang masuk. “Kalian tunggu kakak di bandara ye, kakak naek pesawat yang jam 13.50”. Gubraaaakz deh….!! Kalo’ berangkat dari Pontianak jam 13.50, berarti sampe Jakarta jam 14.10-an, setengah hari nunggu di bandara. Yaah…tapi musti gimana lagi, inilah rekayasa Allah, nikmati aja…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis sholat dhuha dan tilawah kami memutuskan untuk jalan-jalan sambil cari makanan coz bentar lagi waktu makan siang lagipula sejak tadi perut kami terasa keroncongan, atau dangdut-an ya.... laper euy…! Dari terminal C, kami mulai berjalan menyusuri bandara sambil melihat-lihat tempat makan yang menunya cukup terjangkau oleh kocek yang pas-pasan ini. Akhirnya pilihan jatuh pada rumah makan yang lebih sederhana ketimbang yang lain, pas liat daftar harganya mikir dua kali juga sih. Namun apa daya, perut tak mau diajak kompromi. Irama keroncong yang dialunkan makin keras, setelah diskusi sama Titie akhirnya kami putuskan untuk pesan satu porsi soto ayam dan dua piring nasi putih serta dua gelas teh es manis. Sambil ngikik kami mulai menikmati makan siang, cuex aja dengan “paket hemat” yang kami pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah….udah kenyang, adzan dzuhur sayup-sayup terdengar kami bersegera berkemas dan membayar makanan yang telah berpindah tempat ke perut kami. Lega rasanya setelah menemukan mushalla, selesai wudhu, aku mempersilahkan Titie untuk menjadi imam karena hafalan dan makhrajul hurufnya lebih baik dariku. Coz lagi dalam perjalanan, kami menjama’ sholat dan tepat di raka’at sholat ashar seseorang berdiri tepat disampingku, masbuk. Setelah ibu tadi menyelesaikan sholatnya, Titie menyapa ibu tadi: “maaf bu, tadi ibu ikut jama’ah sholat ashar”. Sang Ibu pun menyahut dengan ramah: “ga papa koq...”. Lalu ibu tadi mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri : “Yoyoh Yusroh”. Setengah ga percaya, kalo’ ibu yang ada di depan kami ini adalah ustadzah Yoyoh Yusroh, dai’I yang menjadi panutan untuk muslimah pada khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun berbincang sejenak, ternyata beliau akan berangkat ke Semarang, sedang ada MUSDA di sana dan beliau menjadi salah satu pengisi acara. Beliau pun berniat mengunjungi anak bungsunya yang sedang ga enak badan, beliau juga menjelaskan bahwa anak beliau kelas tiga dan mondok di pesantren, menghafal Qur’an udah 10 juz lanjutnya lagi. “Udah mau ujian dunk, bu…?” tanyaku sok akrab. “Belum….baru kelas tiga SD”. Aku dan Titie hanya bisa berkata “subhanallah lalu ber”oooo” panjang. Aku dan Titie pun bertukar cerita, termasuk tentang berlama-lamanya kami dibandara. Karena beliau tau kami sedang menunggu teman yang ketinggalan pesawat, akhirnya beliau memberikan bekal yang dibawa. Masing-masing dari kami mendapat sebuah roti, kak Fath yang ketinggalan pesawat juga dapet titipan kue plus sekaleng susu coklat dingin. Waah…semua bekal-nya Ustadzah Yoyoh habis dikasi ke kami…!! Setelah berbincang, beliau pamit coz pesawat yang akan menghantarkan beliau ke Semarang akan berangkat. Setengah ga percaya juga rasanya, kulihat wajah Titie juga ga kalah kagetnya. Hilang sudah rasanya lelah menunggu sejak pagi. Terbang rasanya jenuh yang sedari tadi menghampiri. Kita berdua, aku dan Titie merasa surprise buangeet..!! Yup, inilah hadiah Allah untuk kami. Subhanallah….rekayasa Allah terasa begitu indah. Waktu yang tersisa untuk menunggu akhirnya kami habiskan dengan istirahat di mushalla sambil membahas “hadiah” yang telah Allah berikan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”. Sering kali kita tidak mensyukuri apa-apa yang telah Allah berikan untuk kita karena kita tidak mengetahui rekayasa yang telah Allah ciptakan dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Jika kita selalu mensyukuri nikmat Allah, dalam kondisi apapun maka niscaya tak ada keluh kesah yang keluar dari lisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Rabb…jadikan kami dalam golongan orang-orang yang selalu mensyukuri segala sesuatu yang Engkau berikan, apapun itu….. Dan jangan jadikan kami hamba-hamba yang kufur atas nikmat yang telah Engkau berikan, padahal jika hendak menghitung tentu tak sanggup diri ini menghitungnya…..&lt;br /&gt;laut_biroe@190506&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5375405135169592149?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5375405135169592149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/04/hadiah-dari-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5375405135169592149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5375405135169592149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/04/hadiah-dari-allah.html' title='Hadiah dari Allah'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-1742283280460460516</id><published>2006-04-26T10:35:00.000+07:00</published><updated>2009-02-10T21:41:07.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PoEm'/><title type='text'>Tanpa Judul</title><content type='html'>Aku tak ingin memaksamu mendengarkan &lt;br /&gt;jika memang kau sedang tak ingin mendengar &lt;br /&gt;meski aku sungguh ingin berbagi cerita denganmu &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin memaksamu berkomentar &lt;br /&gt;jika memang kau sedang tak ingin bicara &lt;br /&gt;meski aku sangat ingin mendengar tanggapanmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin memaksamu berlari &lt;br /&gt;jika memang kau sedang ingin diam &lt;br /&gt;meski aku rindu sigap gerakmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau kau lelah, begitupun aku &lt;br /&gt;tapi aku tak ingin kita jadi sosok asing &lt;br /&gt;semakin terluka dengan keterasingan yang kita ciptakan sendiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau kau terluka, begitupun aku &lt;br /&gt;tapi aku tak ingin kita semakin terpuruk &lt;br /&gt;seperti bunga layu yang mati perlahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saatnya kita bangkit, sobat &lt;br /&gt;biarlah rindu akan kenangan cinta itu kian menggelora &lt;br /&gt;namun biduk dakwah ini harus tetap dikayuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan usainya membuatmu lemah &lt;br /&gt;karena jalan ini kita pijak atas dasar keikhlasan &lt;br /&gt;Jangan biarkan mulainya membuatmu luka &lt;br /&gt;karena bersama siapapun, kita harus persembahkan yang terbaik untuk NYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pontianak, 240406 &lt;br /&gt;Cukup sudah keterlukaan itu, jangan biarkan ia terus menganga. Saatnya untuk kembali bersemangat, sobat..!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-1742283280460460516?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/1742283280460460516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/04/tanpa-judul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1742283280460460516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/1742283280460460516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2006/04/tanpa-judul.html' title='Tanpa Judul'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-7326571695781076271</id><published>2006-04-08T12:09:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T21:40:20.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Komit....!!</title><content type='html'>“Aku berjanji kepada Allah Yang Maha Agung untuk berpegang teguh pada Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya shalallahu’alahi wa salam, dan untuk menjaga dengan penuh amanah manhaj Partai dakwah beserta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya serta siap melaksanakan putusan-putusannya walaupun bertentangan dengan pendapat pribadi, serta berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan tujuan yang luhur. Aku berbai’at utk itu semua, dan Allah sbg saksi atas apa yangg aku ucapkan”.&lt;br /&gt;Kurang lebih begitulah isi bai’ah yang diucapkan oleh Ketua DPW PK Sejahtera Kalimantan Barat yang dilantik bersama Ketua Majelis Pertimbangan Partai dan Ketua Dewan Syari’ah dalam acara Pelantikan Ketua DPW terpilih pada Musyawarah Wilayah I PK Sejahtera Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Rumah Adat Melayu, 1- 2 April 2006 lalu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa air mata ini menitik saat mendengar ustad-ustad di atas panggung yang tengah di ambil sumpah oleh Ustad Aus. Meskipun yang di ambil sumpahnya adalah beliau-beliau, tapi tetap saja sebagai bagian dari Partai Dakwah ini, bai’ah itu berlaku bagi semua kader dengan perannya masing-masing. MasyaAllah...begitu berat rasanya, apalagi jika mengingat-ingat kembali kinerja DPC-ku yang tak beraturan beberapa bulan terakhir.&lt;br /&gt;Suara para ustad yang tengah di ambil sumpah memenuhi seluruh rongga telinga, terbayang di pelupuk mata, seorang Rasul pilihan, pengemban Risalah Mulia yang mengambil bai’ah terhadap beberapa sahabat di sebuah pohon. Rabb......mereka berjanji untuk komitmen terhadap Ad-Diin dan tentu saja komitmen itu menghasilkan konsekuensi-konsekuensi.&lt;br /&gt;Istighfar lirih sahabat yang sekaligus Qiyadah-ku di DPC menyadarkan dan kembali membuat-ku dan juga sahabatku memikirkan hal yang sama; apa kontribusi DPC ke depan untuk mewujudkan targetan-targetan dakwah...?!?! Kami saling memandang, meski ia tak mengucapkan sepatah kata pun tapi aku tau bahwa ia tengah ber-azzam untuk memberi dan selalu berusaha memberikan ikhtiar terbaik untuk kemajuan dakwah meski sulit. Itu juga azzamku dalam hati. Rabb......kuatkan kami, kokohkan pijakan kaki ini dalam jalan dakwah-Mu, beri kami kesabaran dan keistiqomahan untuk selalu BERGERAK...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-7326571695781076271?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/7326571695781076271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2008/07/aku-berjanji-kepada-allah-yang-maha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7326571695781076271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/7326571695781076271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2008/07/aku-berjanji-kepada-allah-yang-maha.html' title='Komit....!!'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-5652090573427906953</id><published>2005-07-07T12:26:00.001+07:00</published><updated>2009-02-09T10:48:04.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Manusia-Manusia Langit</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memaknai idealita yang kadang tak dapat berdamai dengan realita sungguh merupakan proses pembelajaran yang cukup sulit bagiku. Ketika hampir setiap pekan dalam dalam forum halaqoh aku mengetahui konsep idealita yang harus dibangun dalam proses tegaknya kalimat Allah di muka bumi namun begitu kaki ini beranjak keluar dari forum halaqoh menuju pos-pos dakwah tempat mengaplikasikan konsep idealita yang kudapat sering kali realita yang kutemui tak seindah yang seharusnya terjadi.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja tentang cara bercandanya para ikhwan yang mungkin saking pengen akrabnya kadang kebablasan dengan canda yang gak syar’i. Bukankah Rasulullah sendiri meberi contoh bahwa canda itu sah-sah saja asal tidak mengandung kebohongan,tidak menyakiti hati orang lain dan tidak mengandung unsur kemungkaran. Atau tentang cara para ikhwan menghargai saudaranya, sering kali kudengar mereka diskusi entah ketika rapat atau pun diskusi lepas ketika berkumpul, jarang sekali ku dengar diskusi yang “nadanya” enak didengar. Yang ada adalah debat yang sering kali tidak memperhatikan adab; kadang menjatuhkan, memotong pembicaraa saudaranya, sampai terkadang memojokkan (meski mungkin tak bermaksud seperti itu) namun itulah yang terjadi. Hhmmm...apa mungkin aku yang terlalu membesarkan masalah?! Tapi bukankah dalam berdebat pun dalam Islam ada adabnya….?!?!?!&lt;br /&gt;Kasus lain adalah tentang amanah dakwah yang harusnya di pikul bersama oleh para rijalud dakwah, namun kenyataannya banyak sekali kader yang memang harusnya ikut mengambil bagian dalam kerja-kerja jama’i ini tapi mereka malah membiarkan saudaranya yang mengambil bagian itu, padahal orang yang mengambil bagiannya telah memikul amanah di pundak kiri dan kanannya. Kemana konsep amal jama’i….?!?! Aahhh….husnudzon saja, mungkin mereka telah mengambil bagian di wilayah dakwah yang lain. Tapi kenyataannya mereka tak ada di mana-mana……!!!! Tetap husnuzdon saja, mungkin amanahnya tidak dzohir……..&lt;br /&gt;Berbagai realitas yang ku hadapi memunculkan sebuah pertanyaan besar; kemana materi-materi tarbiyah yang selama ini di dapat? Apa mungkin hilang tanpa bekas….?!?! Memang banyaknya materi yang di dapat atau lamanya tarbiyah seseorang tidak menjamin kefahamannya terhadap Islam dan harokah, tapi setidaknya ada atsar dari apa yang telah didapatkan dalam proses panjang tarbiyah (entahlah…..aku pun tak mampu berkata banyak, hanya mampu berharap aku termasuk orang yang diberi keistiqomahan berpijak dalam jalan dakwahNya sampai kemuliaan syahadah menjemput….)&lt;br /&gt;Kualitas jama’ah ini sangat bergantung pada kualitas kader yang berada dalamnya. Aku tak ingin hanya mengeluh dan merasa tidak puas tapi bagaimana apa yang selama ini membuatku tak puas maupun menjadi pemacu untukku bergegas….terus dan terus melakukan perbaikan diri, mungkin aku tak mampu berbuat banyak untuk merubah orang lain tapi aku akan terus berusaha membenahi diri dan menjadi solusi bagi orang lain, tak hanya sekedar menjadi problem speaker. Karena aku adalah bagian dari dari jama’ah bagian dari masa depan dakwah. Dan komitmen pada nilai-nilai Islam yang selama ini ditanamkan dalam setiap pertemuan halaqoh adalah jawaban..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Rabb…..izinkan aku menjadi bagian dari manusia-manusia langit, komunitas yang berorientasi pada langit. Manusia yang berorientasi akhirat yang berada di bumi. menjadi manusia langit, yang dengan sayapnya dapat meringankan beban bumi… yang dengan biru lembutnya memberi keteduhan……. Namun sekokoh apapun manusia langit, tanpa Rabbnya dia bukan apa-apa……"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-5652090573427906953?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/5652090573427906953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2005/07/memaknai-idealita-yang-kadang-tak-dapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5652090573427906953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/5652090573427906953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2005/07/memaknai-idealita-yang-kadang-tak-dapat.html' title='Manusia-Manusia Langit'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-960547978547044634</id><published>2004-07-07T12:01:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T13:03:55.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CoPaz'/><title type='text'>Cinta Bersemi Di Pelaminan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lupakan! Lupakan semua cinta jiwa yang tidak akan sampai ke pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisika. Semua cinta dari jenis yang ini yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nashr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Sholeh dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis di Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkannya di malam hari. Umar pun mencari Nashr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.&lt;br /&gt;Di Basra ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nashr justru jatuh cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nashr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh sang istri. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: Aku cinta padamu! Nashr tentu saja malu karena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dan ia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nashr. Betapa gembiranya Nashr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. tapi mereka menderita. Dan Nashr meninggal setelah itu.&lt;br /&gt;Itu derita panjang dari sebuah cinta yang tumbuh di lahan yang salah. Tragis memang. Tapi ia tak kuasa menahan cintanya. Dan ia membayarnya dengan penderitaan hingga akhir hayat. Pastilah cinta yang begitu akan jadi penyakit. Sebab cinta yang ini justru menemukan kekuatannya dengan sentuhan fisika. Maka intens sentuhan fisiknya, makin kuat dua jiwa makin tersambung. Maka ketika sentuhan fisik menjadi mustahil, cinta yang ini hanya akan berkembang menjadi penyakit.&lt;br /&gt;Itu sebabnya Islam memudahkan seluruh jalan menuju pelaminan. Semua ditata sesederhana mungkin. Mulai dari proses perkenalan, pelamaran hingga mahar dan pesta pernikahan. Jangan ada tradisi yang menghalangi cinta dari jenis yang ini untuk sampai ke pelaminan. Tapi mungkin halangannya bukan tradisi. Juga mungkin tidak selalu sama dengan kasus Nashr. Kadang-kadang misalnya, karena cinta tertolah atau tidak cukup memiliki alasan yang kuat untuk terus dilanjutkan dalam sebuah hubungan jangka panjang yang kokoh.&lt;br /&gt;Apapun situasinya, begitu peluang menuju pelaminan tertutup, semua cinta yang ini harus diakhiri. Hanya di sana cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi; di singgasana pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Rubrik Thumuhat, Tarbawi edisi 122 Th.7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-960547978547044634?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/960547978547044634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/cinta-bersemi-di-pelaminan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/960547978547044634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/960547978547044634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/cinta-bersemi-di-pelaminan.html' title='Cinta Bersemi Di Pelaminan'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-832851687888171983</id><published>2004-07-07T11:59:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T13:01:52.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CoPaz'/><title type='text'>Secercah Asa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku bertanya kepada generasi ini…..&lt;br /&gt;Baik engkau, aku dan siapa saja yang mengakui dirinya muslim – mu’min&lt;br /&gt;Mengapa tak muncul juga sekelompok singa yang sanggup mengguncang dunia&lt;br /&gt;Adalah mereka yang pertama mengimani Rasul terakhir itu….&lt;br /&gt;Yang menjadi tulang punggungnya dan siap mengikuti jejak perjuangannya &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari renungkan kembali apa yang telah mereka korbankan…..&lt;br /&gt;Derita siksa hilangnya harta dan terbunuhnya orang-orang tercinta&lt;br /&gt;Dan kadang jiwa mereka sendiri yang melayang….&lt;br /&gt;Mu’min teladan yang tulus mengabdi kepada Islam&lt;br /&gt;Pencetus revolusi terbesar sepanjang sejarah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai aku, wahai engkau……&lt;br /&gt;Apa bedanya kita dan mereka,&lt;br /&gt;Segumpal darah dan daging kita adalah segumpal darah dan daging mereka juga&lt;br /&gt;Qur’an dan hadits kita adalah Qur’an dan hadits mereka juga&lt;br /&gt;Hanya saja kita tenggelam dalam seribu bias sambil bertopang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku mengeluh pada-Mu, Yaa Allah….&lt;br /&gt;Maka keluhanku yang pertama adalah….&lt;br /&gt;Usirlah segenap ragu yang bersarang di dadaku&lt;br /&gt;Tanamkan dalam jiwaku kokoh imannya ABU BAKAR&lt;br /&gt;Lelaki yang selalu jujur dan membenarkan menjawab&lt;br /&gt;Taat pada segala yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;Hidupnya bergairah jihad dan amal bakti semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku mengeluh pada-Mu, Rabb….&lt;br /&gt;Maka harapku yang kedua adalah…&lt;br /&gt;Bakarlah watak pengecut dalam hatiku,&lt;br /&gt;Berilah aku anugrah bobot imannya UMAR AL-FARUQ&lt;br /&gt;Yang selalu berang dan bersikap tegas terhadap setiap kebathilan&lt;br /&gt;Sebagai khalifah ia tak pernah tidur nyenyak,&lt;br /&gt;selama nyanyian lapar masih terdengar&lt;br /&gt;Lelaki agung dan perkasa lagi sederhana&lt;br /&gt;Sedang dua raksasa dunia takhluk di bawah kekuasaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku mengeluh pada-Mu Yaa Ghaniy….&lt;br /&gt;Maka pintaku yang ketiga…..&lt;br /&gt;Jauhkan aku dari watak kikir&lt;br /&gt;Tularkan padaku kedermawanan UTSMAN DZONNURAINI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih ada yang kiminta Yaa Allah…&lt;br /&gt;Jadikan aku secerdas Ali,&lt;br /&gt;Sahabat kesayangan Nabi&lt;br /&gt;Dengan bobot iman dan ilmu pengetahuan yang tak perlu disangsikan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga rindu pada sahabat-sahabat Nabi lainnya yang tak terkira banyaknya&lt;br /&gt;Rinduku adalah rindu cinta pada mereka&lt;br /&gt;Rindu bangkitnya generasi mereka dalam kurun abad ini…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;dari : bulletin kepemudaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-832851687888171983?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/832851687888171983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/secercah-asa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/832851687888171983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/832851687888171983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/secercah-asa.html' title='Secercah Asa'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-813886788593582003</id><published>2004-07-07T11:54:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T12:57:26.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>Surat Terbuka Untuk Para Ukhti</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kadang hati ini diliputi gundah, ketika dakwah tengah memasuki era sya’bi tak dapat dipungkiri bahwa hal ini juga mempengaruhi pola interaksi kita pada masyarakat. Kita --para da’i— dituntut untuk dapat mentransformasikan nilai-nilai Islam dengan bahasa yang dapat difahami oleh masyarakat berbagai kalangan dan usia, apakah itu lelaki ataupun wanita. Segi positifnya adalah para da’i tumbuh menjadi sosok yang begitu dekat dengan masyarakat sehingga mereka tidak begitu mengalami hambatan dalam menyampaikan nilai-nilai kebenaran sebagaimana awwalun mereka yang sering kali mengalami kesulitan dalam berdakwah karena dicurigai membawa pahan atau aliran yang menyesatkan. Meskipun dapat kita lihat perbedaan kualitas penerus yang mereka bentuk. Tapi bukan kualitas penerus masing-masing generasi pelaku dakwah ini yang ingin saya bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat gundah itu sering hadir adalah ketika saya dengan sangat mudah mendapati wajah saudari-saudari seiman yang saya cintai di dunia maya, yang tentu saja tidak hanya diakses oleh kaum hawa. Jika akhwat-akhwat era 90’an begitu kalang kabut mengatahui fotonya tercecer di tempat umum, akhwat era sekarang malah dengan sadar mencecerkannya di tempat umum (situs-situs jaringan persahabatan misalnya). Mungkin saudari-saudariku yang dicintai Allah itu tidak bermaksud “memamerkan diri” dan saya yakin insyaAllah niat mereka tidak jelek, namun tidak semua orang menyambut niat yang baik dengan respon yang baik juga. Mengingat tidak semua orang yang mengakses internet itu faham akan keutamaan menahan pandangan, pun yang telah faham tidak menutup kemungkinan melakukan kekhilafan karena mereka hanya manusia biasa dan karena syaitan akan selalu mencari celah untuk menikung manusia, mereka tidak akan pernah berhenti menggoda anak adam.&lt;br /&gt;Ukhti fillah, tidak menutup kemungkinan orang-orang yang tidak bertanggung jawab di luar sana menikmati wajah manismu. Bahkan ketika jelas Firman Allah :&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman  : “Hendaklah mereka menahan pandangannya” (An – Nur: 30).&lt;br /&gt;Mereka; para ikhwan adalah saudara kita dan sesama saudara seiman tentunya kita harus saling menjaga. Dengan menjaga diri kita, itu juga membantu mereka. Ukhti fillah ketahuilah bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya perempuan itu apabila menghadap, ia menghadap bersama-sama dengan setan. Dan jika ia membelakang, ia membelakang bersama- sama setan”.&lt;br /&gt;Bukan berarti kaum hawa itu sama dengan setan, sabda Rasul ini menjelaskan bahwa setiap bagian dari perempuan itu menarik, dipandang dari sisi manapun perempuan memiliki keistimewaan yang jika para laki-laki tak menahan pandangan dan hati mereka, melihat perempuan bisa jadi membawanya pada jalan setan atau minimal menotori hati mereka karena terbayang wajah manis yang dilihat. Tentu kita tidak mau menjadi penyebab jatuhnya saudara kita itu pada jalan setan kan…?!?!&lt;br /&gt;Kalau para ikhwan kelewat sering melihat foto akhwat-akhwat yang mengudara di dunia maya, bisa-bisa rusak hati mereka karena keseringan melihat yang tidak berhak dilihat. Lagipula tidak ada kepentingannya toh melihat foto-foto itu…?!?! Ukhti fillah, yang perlu kita ingat adalah bahwa kelak para ikhwan itu akan menjadi suami teman sehalaqoh kita, suami sahabat kita atau saudara kita yang kita cintai karenaNya. Relakah kita jika suami orang-orang yang kita cintai (atau bahkan kelak menjadi suami kita) itu adalah sosok lelaki yang mengumbar (baca:tidak menahan) pandangannya…?!?! Tanyakan pada hati nuranimu…….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;kamar biroekoe@ied el Adha 1426 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-813886788593582003?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/813886788593582003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/surat-terbuka-untuk-para-ukhti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/813886788593582003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/813886788593582003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/surat-terbuka-untuk-para-ukhti.html' title='Surat Terbuka Untuk Para Ukhti'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-8209162145116377046</id><published>2004-07-07T11:46:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T12:54:45.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekitar Kita'/><title type='text'>IDEALITA VS REALITA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berfikir tentang idealita dan realitas yang ada sering kali membuat kepalaku penuh, serasa tak mampu lagi untuk berfikir. Bahkan belakangan membuat hati ini tergores, menorehkan luka. Idealita yang harusnya membuat setiap da’I optimis dalam membangun mimpi dan mewujudkan setepak demi setapak meraih kejayaan Islam, bagi sebagian orang justru dianggap sebagai ……. aahhh….entahlah, mungkin angan-angan kosong atau bahkan makhluk asing yang langka.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Realistis aja deh, ga usah muluk-muluk”, “aahh..ngerancang kegiatan bagus-bagus juga yang dateng dikit…”, “akhwat sih belum ngerasa’in jadi ummahat, ntar klo dah jadi ummahat biar tau rasanya……”(ketika ada akhwat yang memberi kritikan tentang “hilangnya” mereka pasca menikah) dan bermacam-macam statement senada yang konotasinya sama, menyuruh kita berfikir untuk bertindak sesuai dengan realitas lapangan saja. Memang di satu sisi ada benarnya, sebuah realitas mmng tidak dapat dipisahkan dalam merencanakan sebuah perubahan tapi bukan untuk menjadikan sebuah kata bernama “realitas” sebagai kambing hitam untuk tidak memaksimalkan ikhtiar dalam berdakwah bukan…?!?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealita dan optimisme bagi seorang da’I adalah hal yang harus ditanamkan dalam hati. Karena tanpa itu, seorang da’I akan kehilangan energi. Bagamana tidak, di tengah jalangnya zaman saat ini pekerjaan yang harus dilakukan seorang da’I untuk meyeru pada kebaikan adalah hal besar. Seorang dai’I adalah arsitek bagi perubahan zaman. Jika ia tak punya konsep ideal dan optimisme untuk mewujudkannya, maka ia akan sangat mudah lelah dalam mengerjakan pekerjaan besarnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan ia putus asa dan pergi meninggalkan pekerjaan mulia itu, na’udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah idealita hanya sebuah angan..??? Tidak!! Idealita itu bukan hanya mimpi yang tidak akan pernah dapat diwujudkan!! Karena Islam mengajarkan kita untuk membangun masa depan Islam dan mewarnainya dengan kegemilangan atas dasar Idealita. Bukankah Allah telah berjanji bahwa kemenangan adalah milik Islam, kita harus meyakini hal itu. Wahai para da’I, akankah kau biarkan idealita itu tertelan oleh realitas zaman yang semakin carut marut?! Bukankah itu adalah tugas kita, merubah realitas zaman yang menyedihkan ini menjadi sebuah idelaitas peradaban yang gemilang…?! Buktikan azzammu dengan amal, wahai para da’i…..!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Untuk sahabat yang tengah terluka; Kita akan coba sekuat tenaga untuk buktikan tdk dengan kata2, melainkan dengan segenap amal menuju idealita yang bagi sebagian dari kita mungkin hanya isapan jempol tapi bagi kita bukanlah seperti itu, all with proses.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-8209162145116377046?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/8209162145116377046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/berfikir-tentang-idealita-dan-realitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8209162145116377046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8209162145116377046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/berfikir-tentang-idealita-dan-realitas.html' title='IDEALITA VS REALITA'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1367395458069449717.post-8853764923466057531</id><published>2004-07-07T11:14:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T12:59:15.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CoPaz'/><title type='text'>Renungan Orang-orang Pilihan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saudaraku…..&lt;br /&gt;Berhentilah sejenak, duduklah. Hirup kuat-kuat udara lalu hembuskan kembali dengan perlahan. Seseungguhnya kita butuh untuk beristirahat. Butuh melonjorkan kaki sejenak. Butuh air dingin walau seteguk. Dan butuh berhenti untuk mendapatkan kekuatan kembali.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…..&lt;br /&gt;Tahulah betapa pegalnya kaki-kaki menapaki jalan ibukota dalam aksi-aksi yang digelar. Tahulah betapa sesaknya nafas kalian menyuarakan kebenaran di hadapan kezaliman penguasa. Tahulah betapa sengat mentari telah membuat kulit kalian legam. Dan tak terkata deras peluh yang mengucur. Tak terkira berapa rupiah telah terpakai. Tak terhitung waktu yang berjalan melewati rapat-rapat yang melelahkan. Pengorbanan antum, Yaa ikhwah fillah, cukuplah Allah yang akan membalasnya….&lt;br /&gt;Saudaraku……&lt;br /&gt;Dalam peristirahatan ini, mari sama-sama kita renungkan, siapa sebenarnya diri kita. Apa hakekat kita wahai ikhwah..?! Siapa kita hingga menyangka kitalah yang terbaik di antara semua? Siapa kita hingga sesumbar bahwa kita-lah yang lebih tahu daripada yang lainnya…?!&lt;br /&gt;Saudaraku……&lt;br /&gt;Banyak-banyaklah beristighfar. Kita boleh bangga karena Allah telah memasukkan kita ke dalam barisan ini. Kita harus bersyukur bahwa tak semua orang bisa terpilih. Ya, kita adalah manusia-manusia pilihan. Yang tak sembarang menerima pelajaran. Yang tak asal-asalan diikutsertakan. Kita boleh bangga, Ikhwah. Sebab kita adalah orang-orang pilihan……&lt;br /&gt;Saudaraku…..&lt;br /&gt;Tundukkan dalam-dalam wajah dan hatimu di hadapan-Nya. Hakikat orang-orang pilihan bukan berarti kita dapat menyombongkan diri. Predikat orang-orang pilihan tidaklah bermakna kita bisa memandang rendah orang lain. Orang-orang pilihan bukanlah yang petantang-petenteng menganggap yang lain tak bisa apa-apa.&lt;br /&gt;Tapi orang-orang pilihan, wahai Saudaraku….. adalah yang mampu menerima amanah sebesar dan seberat apapun. Orang-orang pilihan adalah yang selalu merendahkan hati, ibarat bulir padi yang semakin merunduk kala matang. Orang-orang pilihan adalah yang selalu berusaha meluruskan kesalahan, pun tak marah kala ia diingatkan. Orang-orang pilihan adalah yang dapat dipercaya, yang kuat dan tegar menghadapi rintangan, dan selalu berfikir positif bahwa semua ini bukanlah beban. Orang-orang pilihan adalah yang sanggup membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar orang yang dipilih dengan tidak sembarangan.&lt;br /&gt;Saudaraku…..&lt;br /&gt;Adakah kita sungguh merupakan orang-orang pilihan? Orang-orang yang dapat dipercaya mengemban amanah, yang bumi serta gunung-gunung enggan untuk menerimanya? Atau jangan-jangan kita telah tertipu oleh panggilan itu..?! Jangan-jangan tanpa sadar kita terjebak dan telah merasa cukup hebat dengan itu semua..?! Jangan-jangan kita menyangka telah berbuat baik, sementara tak setitikpun perbuatan kita yang bernilai di sisi Allah….???&lt;br /&gt;“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya’”. (QS. Al-Kahfi : 103-104).&lt;br /&gt;Na’udzubillahi min dzalik….&lt;br /&gt;Saudaraku…...&lt;br /&gt;Predikat itu tidaklah boleh membuat kita kemudian merasa aman dari azab Allah. Sapaan itu tidaklah mengesahkan bahwa kita boleh bersantai-santai. Label orang-orang pilihan bukanlah legitimasi bahwa kita sah-sah saja berbuat seenaknya, berlaku sombong dan merendahkan yang lainnya. Padahal saudaraku, siapa tau di luar sana ternyata jauh lebih banyak orang yang layak mendapat predikat itu? Siapa mengira bahwa mungkin saja label itu dapat menjadi fitnah dan boomerang bagi diri kita di kemudian hari..?!&lt;br /&gt;Maka Saudaraku…….&lt;br /&gt;Teruslah merenungi hakikat orang-orang pilihan itu. Janganlah berhenti bermuhasabah sebelum semuanya terlambat. Dan senatiasalah dekatkan jiwamu pada Penguasa Yang Menggamnya. Orang-orang pilihan harus bisa membuktikan bahwa ia memang layak mendapat predikat itu. Orang-orang pilihan harus dapat menunjukkan keoptimisan usahanya. Orang-orang pilihan tidaklah boleh men-judge yang lain seenaknya, menganggap rendah, bahkan merasa dirinya yang paling baik. Orang-orang pilihan bukanlah barisan penggembira yang tak mau bertanggung-jawab terhadap apa yang telah ia perbuat. Bukan yang keasyikan bercanda, lepas tertawa-tawa dan menganggap enteng apa yang sudah ditaklifkan kepadanya. Bukan..!! Bukan seperti itu tipe orang-orang pilihan, Saudaraku…..&lt;br /&gt;Orang-orang pilihan adalah yang tak pernah mengeluhkan jauhnya perjalanan. Orang-orang pilihan adalah yang tak cepat putus asa ketika menghadapi rintangan dan ancaman. Orang-orang adalah yang tegar ketika cobaan-Nya diturunkan. Orang-orang pilihan adalah yang selalu mengkritisi kezhaliman dan kesalahan, tapi sekaligus tak pernah keberatan ketika mendapat teguran dan kritikan.&lt;br /&gt;Saudaraku….&lt;br /&gt;Renungkanlah. Adakah kita benar-benar layak menjadi orang-orang pilihan itu? Mari, kita jawab saja dengan segenap amal…!!&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan medatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.&lt;/span&gt;” (QS. Al-Maidah : 54)&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, BERGERAK lah atau kita akan TERGANTIKAN..!!!! Karena sesungguhnya bukan dakwah yang membutuhkan kita tapi kita-lah yang membutuhkan dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1367395458069449717-8853764923466057531?l=mengikatkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengikatkata.blogspot.com/feeds/8853764923466057531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/renungan-orang-orang-pilihan_06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8853764923466057531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1367395458069449717/posts/default/8853764923466057531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengikatkata.blogspot.com/2004/07/renungan-orang-orang-pilihan_06.html' title='Renungan Orang-orang Pilihan'/><author><name>Laut Biroe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00754083960295232577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_AHN4ML5JryQ/SYF9-aEN_II/AAAAAAAAAAM/fm9kcdYgwBE/S220/FL020.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
